Mengenal Syamsul Arifin, Gubernur Sumut Pertama Hasil Pilkada

- Syamsul Arifin, lahir di Medan tahun 1952, meniti karier dari aktivis muda hingga dua periode menjabat sebagai Bupati Langkat sebelum dikenal luas di Sumatra Utara.
- Pilkada langsung pertama Sumut tahun 2008 menjadi sejarah ketika Syamsul Arifin bersama Gatot Pujo Nugroho menang dengan 1,39 juta suara dan resmi menjabat Gubernur Sumut 2008–2011.
- Syamsul wafat pada 17 Oktober 2023 di usia 71 tahun; dikenal sebagai sosok pejuang demokrasi yang tetap menjaga nilai budaya Melayu dan kedekatan dengan masyarakat.
Medan, IDN Times — Kalau bicara sejarah demokrasi di Sumatra Utara, nama Syamsul Arifin wajib disebut. Sebab, dia bukan cuma Gubernur Sumut, tapi menjadi gubernur pertama yang dipilih langsung rakyat lewat Pilkada 2008.
Ia memenangkan Pilkada Pertama di Sumut berdampingan dengan Gatot Pudjo Nugroho.
Dari Pangkalan Brandan ke Gedung Gubernur Sumut, perjalanannya penuh warna. Dari Ketua KNPI, Bupati Langkat hingga jadi Gubernur.
Berikut IDN Times merangkum profil tentang Syamsul Arifin:
1. Dari anak pejuang ke kursi Bupati Langkat

Syamsul Arifin lahir di Medan, tepatnya pada 25 September 1952. Ayahnya bernama Hasan Basri alias “Hasan Perak”, saat itu menjadi Sersan Mayor pejuang kemerdekaan yang ikut bertempur di Pangkalan Brandan. Sehingga, darah pejuang itu mengalir ke Syamsul.
Kemudian, duduk dibangku sekolah sejak Sekolah Dasar sampai SMEA di Pangkalan Brandan. Lanjut D-II Ekonomi UISU 1975, lalu sarjana Ekonomi Universitas Amir Hamzah 1996. Jiwa organisasinya telah kelihatan sejak duduk dibangku SMA, sebagai Ketua Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia Rayon SMEP 1966-1969.
Di sinilah karier politiknya melejit saat menjadi Bupati Langkat tahun 1999-2004, lalu terpilih lagi 2004-2009. Di masa itu, nama Syamsul Arifin mulai diperhitungkan warga Sumut.
Ia juga dipercaya jadi Ketua KNPI Sumut dan Ketua Umum Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) sejak 2005 hingga tutup usia.
2. Detik-detik menang Pilkada pertama di Sumut

Tahun 2008 ini menjadi sejarah. Untuk pertama kali, Sumut menggelar Pilkada langsung pada tanggal 16 April 2008, rakyat Sumut berbondong-bondong ke TPS. Syamsul Arifin maju berpasangan dengan Gatot Pujo Nugroho (Syampurno) yang diusung oleh partai politik PPP dan PKS.
Lawan beratnya saat itu adalah Tri Tamtomo-Benny Pasaribu dari PDI-P, Abdul Wahab Dalimunthe-Muhammad Syafii dari PAN, R.E. Siahaan-Suherdi dari PKB, dan Ali Umri-Maratua Simanjuntak dari Golkar.
Pilkada ini menyatakan bahwa, Syamsul-Gatot menang telak dengan 1.396.892 suara atau 28,31%. KPU Sumut mengesahkan kemenangan itu 24 April 2008. Dari 8,4 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau 59,1% warga menggunakan hak pilihnya.
Sejak itu, Syamsul Arifin tercatat sebagai Gubernur Sumut pertama dengan hasil Pilkada langsung. Namun sayang ia hanya menjabat hingga 2011 karena ditangkap KPK dan dihukum atas kasus korupsi saat ia menjadi Bupati Langkat.
3. Keluarga dan sisi personal

Di balik ketegasannya sebagai pejabat, Syamsul adalah suami setia. Ia menikah dengan Datin Seri Hj. Fatimah Habiebie pada 26 Mei 1974. Dari pernikahan itu lahir 3 anak, yakni bernama Beby Arbiana, Aisia Samira, dan Farid Nugraha yang telah wafat lebih dulu. Adiknya, Syah Afandin, yang kini menjadi Bupati Langkat.
Namun, kabar duka datang tepatnya tanggal 17 Oktober 2023. Dato’ Seri Syamsul Arifin menghembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, dengan menutup usia 71 tahun.
Syamsul Arifin membuktikan demokrasi bisa berjalan di Sumut. Dari Bupati Langkat 2 periode, Ketua MABMI, sampai Gubernur pilihan rakyat, jejaknya menjadi rujukan.
Bagi warga Medan dan Sumut, ia merupakan contoh sebagai anak pejuang yang berani maju, menang lewat suara rakyat, dan tetap dekat dengan akar budayanya.

















