Medan, IDN Times - Umur 73 tahun, SMP tidak tamat, tapi paspornya penuh stempel. Marsius Sitohang, seniman suling asal Samosir, Sumatra Utara sudah manggung dari Istana Negara sampai kota-kota Eropa. Rahasianya? Sebatang bambu tua yang dia sebut “istri pertama”.
Nama Marsius mulai dikenal di USU sejak 1985. “Dasarnya itu waktu saya mau bawa becak dayung. Saat itu ada seminar tentang Danau Toba,” katanya pada IDN Times, usai tampil di panggung Jangan Kasih Kendor (JKK) yang digelar oleh Rumah Karya Indonesia, pada Sabtu (25/4/2026) malam.
Di seminar itu dia kenalan dengan turis. Baginya, ini menjadi satu pertemuan yang membuka jalan panjang. Dari situ Marsius dipanggil ke Istana Negara. Lalu keliling dunia dimulai: Australia, China, hingga Jepang.
“Yang di Eropa semua sudah saya keliling, seluruh kota-kota Eropa, dari Prancis, Swiss, seluruh negara-negara itu, dan Amsterdam. Cuma satu lagi yang belum yaitu Afrika," ungkapnya.
Dahulu, dirinya hanya bisa sebatas melihat pesawat yang melintas diatas kepalanya. “Dari dulu ceritanya ingin sekali naik pesawat. Akhirnya jadi mimpi yang tidak disangka-sangka dan terjadi," tutur Marsius.
