Kisah Abbas, Ayah Sulap Hobi Main Bola Anak Jadi Berkah Viral

Muhammad Abbas mengembangkan hobi bola putranya, Zaki, sejak usia 6 tahun melalui latihan freestyle dari referensi YouTube hingga konten Instagram mereka viral.
Zaki kini memiliki sekitar 400 ribu pengikut Instagram, videonya diikuti idol K-Pop, dan mendapat undangan ke enam acara TV nasional setelah konten spontan menarik perhatian.
Abbas tidak memaksa Zaki membuat konten, memakai sistem poin sebagai apresiasi, serta mengajak para ayah mengikuti minat anak dan menciptakan momen bersama.
Medan, IDN Times – Muhammad Abbas tidak pernah menyangka hobi main bola bersama anaknya bisa mengubah hidup. Bukan pelatih berlisensi, bukan mantan pemain profesional, ia hanya seorang ayah yang ingin membuat momen bersama anaknya.
Anak itu adalah Muhammad Zaki Abbas, bocah 8 tahun yang kini viral sebagai freestyler cilik sepak bola dengan 400 ribuan pengikut di Instagram, bahkan videonya diikuti idol K-Pop hingga diundang ke 6 acara TV nasional.
"Menurut penilaianku ini bisa nih, ya udah aku coba aja latihan. Ternyata dia minat, dia mau," kenang Abbas mengawali cerita.
Muhammad Abbas bersama Wena Indriani Siregar sang istri memiliki 3 buah hati, yaitu Afiya Melody Zahira disapa Afiya, Muhammad Zaki Abbas disapa Zaki dan Muhammad Ridhwan Habib disapa Rihwan.
1. Berawal saat Zaki berusia 6 tahun

Muhammad Abbas ayah dari Muhammad Zaki Abbas seorang freestyle sepak bola (IDN Times/Inda Permata Sari) Semua bermula saat Zaki masih berusia 6 tahun, kelas 1 SD. Dari juggling dasar di halaman rumah, Abbas mulai mengenalkan kombinasi gerakan sederhana. Ia belajar dari YouTube, lalu memperlihatkan video-video freestyler dunia kepada Zaki.
"Aku kenalin dunia freestyle. Dari YouTube tentunya. Itu dari situ sampai sekarang berkembang," ujarnya.
Akun Instagram Abbas yang sejak 2014 aktif hanya memiliki 3.000 pengikut, mendadak meledak setelah ia fokus membuat konten bersama Zaki. Dalam dua bulan, pengikutnya naik puluhan ribu.
Puncaknya adalah sebuah konten random. Di rumah, Abbas menyuruh Zaki memasukkan bola ke tas sambil menari bebas. Zaki yang tidak punya basic dance, berjoget asal-asalan.
"Random itu asli random. Dan ternyata diikutin pula sama artis-artis K-Pop. Kortis lah siapa gak tau tuh siapa," kata Abbas tertawa.
2. Abbas tidak pernah memaksa Zaki untuk membuat konten

Muhammad Abbas ayah dari Muhammad Zaki Abbas seorang freestyle sepak bola (IDN Times/Inda Permata Sari) Saat video itu viral. Dari situlah tawaran datang bertubi-tubi, dari Trans TV, Brownis, hingga program lainnya.
Di balik viralnya Zaki, ada cara unik Abbas menjaga mental anaknya agar tidak terbebani. Baginya, konten adalah latihan, latihan adalah konten. Ia tidak pernah memaksa.
"Namanya anak, gak bisa aku paksa juga. Lihat mood dia juga," ucapnya.
Setiap Zaki berhasil melakukan trik, Abbas selalu memberi apresiasi kecil lewat sistem poin. Satu trik bernilai 2 poin. Jika terkumpul 30 poin, Zaki boleh meminta hadiah.
"Kalau 30 poin mau apa nih. Kali ini dia udah 28 nih. Dia kepengen berenang ke Central Park Zoo. Jadi 2 lagi nih, dia ngejar 2 lagi," tuturnya.
Abbas juga sering ditanya kenapa Zaki tidak dimasukkan ke SSB. Jawabannya tegas, ia ingin Zaki di jalur freestyle yang juga memiliki federasi dunia dan kejuaraan internasional.
Inspirasinya adalah sahabatnya dari Malaysia, Azim Ahmad, freestyler bertubuh kecil yang kini menjadi Red Bull Athlete.
"Jadi terus membuktikan kalau olahraga bola itu bukan hanya sepak bola loh. Dari anak-anak happy, dari freestyle juga bisa berprestasi," katanya.
3. Abbas berpesan kepada seluruh ayah untuk membuat momen dengan anak

Muhammad Abbas ayah dari Muhammad Zaki Abbas seorang freestyle sepak bola (IDN Times/Inda Permata Sari) Untuk para ayah di luar sana, Abbas berpesan sederhana, yaitu ikuti kesenangan anak dan jangan lupa membuat momen.
"Lihat maunya anak gimana. Dan jangan ada sedikit pemaksaan. Buatlah momen-momen dengan anak. Buatlah video walaupun sebentar. Karena itu jadi hal yang berharga untuk ke depannya," pungkas Abbas.
Sementara Zaki, yang mengidolakan Cristiano Ronaldo karena jago mencetak gol dan lebih memilih gol daripada passing, saat ditanya berapa nilai untuk ayahnya dari 1 sampai 10, menjawab sambil tertawa kecil, "Nilainya 5."






















