“Terisolasi dengan kondisi anus luka, feses keras, dan ada luka di tangan serta dahi,” kata Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, saat dikonfirmasi IDN Times, Rabu (21/10/2026).
Terisolasi, Orangutan Dewasa Dievakuasi dari Kebun Warga di Aceh

- BKSDA Aceh mengevakuasi orangutan Sumatra betina berusia sekitar 30 tahun dari kebun warga di Gayo Lues pada 16 Oktober 2026, setelah menerima laporan masyarakat.
- Orangutan berbobot sekitar 30 kilogram ditemukan terisolasi dengan luka pada anus, tangan, dan dahi serta feses keras; kini dirawat di SRA Besitang untuk pemantauan gangguan pencernaan.
- BKSDA Aceh mengimbau warga segera melaporkan satwa liar dilindungi dan tidak menangkap atau mengganggunya; evakuasi dilakukan bersama YOSL-OIC.
1. Berjenis kelamin betina, berusia 30 tahun

Tim medis sedang memeriksa orang utan yang terisolasi di kebun warga di Kabupaten Gayo Lues. (Dokumentasi BKSDA Aceh untuk IDN Times) Ujang menjelaskan, evakuasi dilakukan pada 16 Oktober 2026 setelah BKSDA Aceh menerima laporan dari masyarakat. Tim kemudian menuju lokasi untuk menangani satwa dilindungi tersebut.
Satwa betina yang diperkirakan berusia 30 tahun tersebut ditemukan dalam kondisi terisolasi, dengan sejumlah luka dan gangguan pencernaan.
Orangutan dengan berat sekitar 30 kilogram itu selanjutnya menjalani pemeriksaan medis oleh dokter hewan. Hasil pemeriksaan menunjukkan satwa tersebut membutuhkan observasi dan penanganan lebih lanjut untuk memastikan kondisi kesehatannya.
2. Orangutan jalani perawatan lanjutan di SRA

Tim medis sedang memeriksa orang utan yang terisolasi di kebun warga di Kabupaten Gayo Lues. (Dokumentasi BKSDA Aceh untuk IDN Times) Setelah penanganan awal, orangutan tersebut dibawa ke Sumatran Rescue Alliance (SRA) di Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, untuk menjalani observasi dan perawatan lanjutan.
Menurut Ujang, luka luar pada tubuh orangutan itu telah membaik. Namun, gangguan pencernaannya masih memerlukan pemantauan intensif sehingga satwa tersebut perlu dirawat di fasilitas yang memiliki dukungan medis memadai.
“Luka luar sudah membaik, namun perlu pemantauan intensif untuk gangguan pencernaannya sehingga dibawa ke SRA yang memiliki fasilitas dan aspek medis lengkap,” ujarnya.
3. Warga diminta tidak menangkap satwa liar

orang utan sumatra di kebun binatang (commons.wikimedia.org/John Vetterli) Ujang mengatakan, satwa liar merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Karena itu, masyarakat yang menemukan satwa liar dilindungi di sekitar kebun atau permukiman diminta segera melaporkannya kepada petugas berwenang.
Ia mengingatkan warga agar tidak mencoba menangkap atau mengganggu satwa tersebut karena tindakan itu berisiko bagi keselamatan manusia maupun satwa.
“Jangan mencoba menangkap atau mengganggunya,” kata Ujang.
Evakuasi orangutan ini dilakukan BKSDA Aceh bersama Yayasan Orangutan Sumatera Lestari–Orangutan Information Centre (YOSL-OIC).
Berdasarkan survei Kementerian Kehutanan Republik Indonesia periode 2021-2023, populasi orangutan Sumatera diperkirakan tersisa 11.694 individu.





















