Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Heera Pulang ke Indonesia, Pemulangan Orangutan Lainnya Mendesak

Kota Medan
3 min read
Heera Pulang ke Indonesia, Pemulangan Orangutan Lainnya Mendesak
Orangutan Heera berada di dalam kandang saat tiba di Bandara Kualanamu setelah menempuh penerbangan dari India, Senin (19/10/2026). Heera merupakan korban perdagangan satwa. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)
  • Heera, orangutan jantan berusia empat tahun, dipulangkan dari India ke Indonesia dan menjalani rehabilitasi di Langkat.

  • Geopix mendesak Pemerintah India memulangkan puluhan orangutan lain, termasuk lima bayi yang dirawat di Odisha.

  • Pemulangan Heera dinilai dapat memperkuat kerja sama lintas negara dan perlindungan orangutan dari perdagangan ilegal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Deli Serdang, IDN Times — Anak orangutan berusia empat tahun yang dipulangkan dari India ke Indonesia kini berganti nama menjadi Heera, yang berarti berlian. Sebelumnya, orangutan jantan tersebut dikenal dengan nama Rocky. Pergantian nama dilakukan setelah ia tiba di Indonesia pada Senin (19/10/2026).

Pemulangan orangutan tersebut juga menjadi momentum untuk mendesak Pemerintah India memulangkan puluhan orangutan lain yang disebut masih berada di negara tersebut. Salah satu organisasi lingkungan Geopix, turut menyoroti lima bayi orangutan yang baru ditemukan di Odisha dan kini dirawat di Nandankanan Zoological Park.

  1. 1. Geopix desak pemulangan puluhan orangutan dari India

    antarafoto-pemulangan-orang-utan-sumatera-di-bandara-kualanamu-1792416297.jpg
    Orangutan Heera berada di dalam kandang saat tiba di Bandara Kualanamu setelah menempuh penerbangan dari India, Senin (19/10/2026). Heera merupakan korban perdagangan satwa. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

    Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, menyebut masih ada puluhan orangutan yang menjadi korban perdagangan dan penyelundupan satwa liar di India sejak 2012. Ia berharap pemulangan Heera menjadi awal dari upaya lebih luas untuk mengembalikan satwa-satwa tersebut ke Indonesia.

    Geopix juga menggalang dukungan publik melalui petisi yang meminta Pemerintah India memulangkan orangutan yang masih berada di negara tersebut. Menurut Annisa, pemulangan satwa tidak seharusnya berhenti pada satu individu karena masih ada orangutan lain yang membutuhkan upaya serupa.

    “Masih ada sekitar puluhan individu orangutan korban perdagangan dan penyelundupan di India sejak tahun 2012. Jika hari ini merupakan ‘the first repatriation of orangutan from India’, maka masyarakat Indonesia masih menunggu kepulangan orangutan-orangutan yang lain yang masih ada di India secepatnya termasuk 5 bayi orangutan yang baru-baru ini ditemukan di Odhisa dan sementara masih dirawat di Nandankanan Zoological Park,” ujar Annisa dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).

  2. 2. Rocky kini bernama heera, jalani rehabilitasi di langkat

    WhatsApp Image 2026-10-19 at 15.40.05.jpeg
    Rocky Orangutan Sumatra Korban Perdagangan Ilegal Kembali Indonesia (Dok. GJI)

    Serah terima orangutan tersebut berlangsung di area kargo Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. Setelah proses serah terima, Heera dibawa ke pusat rehabilitasi Sumatera Rescue Alliance (SRA) yang dikelola Centre for Orangutan Protection (COP) di Besitang, Kabupaten Langkat.

    Di pusat rehabilitasi tersebut, Heera akan menjalani karantina lanjutan, rehabilitasi, serta pemulihan kondisi medis dan perilaku. Ia baru dapat dipertimbangkan untuk dilepasliarkan ke alam apabila telah memenuhi persyaratan.

    Annisa mengapresiasi kerja sama yang memungkinkan pemulangan Heera terlaksana. Sejumlah pihak yang terlibat antara lain Kementerian Kehutanan beserta jajarannya, Kantor Imigrasi, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Badan Karantina, KJRI Mumbai, Pemerintah India, Wildlife Crime Control Bureau (WCCB), dan COP.

  3. 3. Pemulangan heera diharapkan perkuat kerja sama antarnegara

    WhatsApp Image 2026-10-19 at 15.40.02.jpeg
    Rocky Orangutan Sumatra Korban Perdagangan Ilegal Kembali Indonesia (Dok. COP)

    Geopix menilai pemulangan Heera perlu menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama Indonesia dengan negara asal, tujuan, maupun transit perdagangan satwa liar. Annisa menekankan pentingnya pengawasan di jalur perbatasan, pelabuhan, dan bandara untuk memutus rantai penyelundupan.

    Menurutnya, penanganan perdagangan satwa liar juga harus disertai penegakan hukum yang menyeluruh, termasuk terhadap aktor intelektual dan jaringan yang terlibat. Langkah tersebut dinilai penting agar upaya pemulangan tidak hanya menangani dampak perdagangan ilegal, tetapi juga mencegah kejahatan serupa berulang.

    Geopix turut mengingatkan bahwa orangutan menghadapi ancaman kehilangan habitat akibat deforestasi serta kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, perlindungan orangutan membutuhkan upaya lintas negara untuk memberantas perdagangan ilegal sekaligus menjaga kelestarian habitatnya.

    Pemulangan Heera juga melanjutkan momentum pemulangan empat bayi orangutan dari Thailand pada akhir Desember 2025. Geopix berharap kerja sama serupa dapat mempercepat kepulangan orangutan lain yang masih berada di luar Indonesia, termasuk individu-individu yang disebut masih dirawat di India.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More