Medan, IDN Times - Pembangunan rumah subsidi di daerah mulai menghadapi tekanan serius akibat kenaikan harga material bangunan, biaya tanah, upah pekerja, logistik, perizinan, hingga pembiayaan proyek. Kondisi ini dikhawarkan dapat memperlambat penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah apabila tidak segera diimbangi dengan penyesuaian kebijakan harga.
Kondisi tersebut juga dikhawatirkan dapat berdampak terhadap percepatan pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Tanpa dukungan kebijakan yang menyesuaikan dengan kondisi riil di lapangan, pengembang akan semakin berhati-hati dalam memulai pembangunan baru, khususnya untuk segmen rumah subsidi.
Berdasarkan data internal DPD REI Sumatera Utara, realisasi rumah subsidi di Sumatera Utara periode Januari–Mei 2026 tercatat sebanyak 3.059 unit, turun dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 4.027 unit. Dengan demikian, terjadi penurunan sekitar 24 persen secara tahunan.
Penurunan tersebut terjadi pada sebagian besar wilayah utama penyumbang rumah subsidi di Sumatera Utara. Deli Serdang yang selama ini menjadi pasar terbesar turun 27,1 persen, Langkat turun 17,1 persen, Asahan turun 35,9 persen, Labuhan Batu turun 15,7 persen, Binjai turun 31,1 persen, dan Simalungun turun 60,4 persen.
Meski terdapat pertumbuhan di beberapa daerah seperti Pematangsiantar serta munculnya pasar baru di Dairi dan Batu Bara, peningkatan tersebut belum mampu mengimbangi penurunan yang terjadi pada wilayah-wilayah utama.
Ketua DPD REI Sumatera Utara, Rakuta Karo-Karo, S.E., M.M.P.P., menyampaikan bahwa tekanan biaya di lapangan sudah sangat terasa, terutama pada komponen material utama.
“Rumah subsidi ini sangat dibutuhkan masyarakat, tetapi pengembang juga harus mampu menjaga kualitas bangunan. Dengan kenaikan material yang cukup tinggi, ruang gerak pengembang semakin sempit. Kalau tidak ada penyesuaian, percepatan pembangunan rumah subsidi bisa melambat dan berdampak terhadap pencapaian Program 3 Juta Rumah,” ujar Rakutta.
