Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Cabai Merah Naik, Harga Minyak Goreng Sulit Turun karena Plastik
Cabai merah www.pixabay.com/JillWellington
  • Harga cabai merah di Medan naik dari Rp20.600 menjadi Rp29.100 per Kg akibat pasokan menurun, terutama dari wilayah Batubara dan Aceh.
  • Harga daging ayam turun karena pasokan meningkat sementara permintaan melemah setelah Idul Fitri, membuat pedagang mengeluhkan serapan belanja yang rendah.
  • Harga minyak goreng curah naik meski harga CPO turun, diduga karena lonjakan harga plastik yang membuat biaya produksi dan distribusi tetap tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
3/4/2026

Harga CPO dunia tercatat sekitar 4.800-an ringgit per ton sebelum mengalami penurunan.

pekan lalu

Harga cabai merah di Medan berada di kisaran Rp20.600 per Kg, dan harga minyak goreng curah di Sumut sebesar Rp20.150 per Kg.

22/4/2026

Harga cabai merah di Medan naik menjadi Rp29.100 per Kg, sementara harga tertinggi mencapai Rp35 ribu per Kg di Pasar Beringin Gunung Sitoli. Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin menjelaskan kenaikan ini disebabkan pasokan menurun dari beberapa daerah seperti Batubara dan Aceh. Pada hari yang sama, harga CPO turun menjadi 4.550 ringgit per ton namun tidak menurunkan harga minyak goreng curah yang justru naik ke Rp21.300 per Kg karena kenaikan harga plastik.

kini

Harga bahan pokok seperti cabai merah dan minyak goreng masih tinggi, sementara tekanan pada harga daging ayam berlanjut akibat lemahnya permintaan dan peningkatan pasokan mingguan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Harga cabai merah di Kota Medan naik signifikan, sementara harga minyak goreng curah sulit turun meskipun harga CPO dunia menurun.
  • Who?
    Kenaikan dan penurunan harga ini dijelaskan oleh pengamat ekonomi Gunawan Benjamin berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS).
  • Where?
    Kondisi harga terjadi di Kota Medan dan wilayah Sumatera Utara, dengan level tertinggi tercatat di Pasar Beringin, Gunung Sitoli.
  • When?
    Perubahan harga dilaporkan pada Rabu, 22 April 2026, setelah perbandingan dengan pekan sebelumnya.
  • Why?
    Kenaikan harga cabai disebabkan pasokan menurun dari beberapa daerah, sedangkan kenaikan harga plastik diduga membuat harga minyak goreng sulit turun.
  • How?
    Penurunan pasokan cabai dari wilayah seperti Batubara dan Aceh memicu kenaikan harga, sementara biaya kemasan plastik yang meningkat menahan penurunan harga minyak goreng.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Harga cabai merah di Medan naik karena cabainya sedikit. Dulu murah, sekarang jadi mahal sekali. Petani senang tapi orang yang beli jadi susah. Harga ayam malah turun karena banyak ayam dan orang jarang beli untuk pesta. Minyak goreng juga susah turun harganya karena plastik buat bungkusnya jadi mahal banget.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kenaikan harga cabai merah di Medan dapat membawa sisi positif bagi petani, karena mereka memperoleh keuntungan lebih tinggi setelah masa panen berkurang. Di sisi lain, penurunan harga daging ayam memberi peluang bagi konsumen untuk membeli protein dengan harga lebih terjangkau, menciptakan keseimbangan antara produsen dan pembeli di pasar pangan daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Mengacu kepada PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis), harga cabai merah di Kota Medan mengalami kenaikan.

Rata-rata harga cabai merah di Kota Medan naik setelah sempat berada dikisaran Rp20.600 per Kg di pekan lalu. Saat ini harga cabai merah di medan naik di harga Rp29.100 per Kg, dan level capaian harga tertinggi berada di pasar beringin Gunung Sitoli yang mencapai Rp35 ribu per Kg.

1. Kenaikan harga cabai dinilai dikarenakan pasokan yang mengalami penurunan

Cabai merah (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menilai kenaikan harga cabai merah ini akan disambut baik oleh petani, dan pemicu kenaikan harga cabai merah lebih dikarenakan pasokan yang mengalami penurunan.

"Panen di beberapa daerah sudah mulai habis seperti di wilayah batubara. Selain itu pasokan cabai juga mengalami penurunan dari wilayah aceh. Berbeda dengan harga cabai merah, harga daging ayam justru alami penurunan tajam," katanya pada Rabu (22/4/2026).

2. Pedagang dinilai mengeluhkan serapan belanja daging ayam yang melemah belakangan ini

ilustrasi mengulek cabai merah (freepik.com/jcomp)

Sedangkan untuk harga daging, salah satu pemicu penurunan harga daging ayam adalah peningkatan pasokan mingguan. Meskipun, disisi lainnya terjadi peningkatan harga pakan yang pada dasarnya mendorong HPP (harga pokok produksi), dan pedagang juga mengeluhkan serapan belanja daging ayam yang melemah belakangan ini.

"Aktifitas belanja masyarakat untuk kegiatan pesta melambat, yang membuat harga daging ayam turun sejalan dengan lemahnya permintaan," jelas Gunawan.

Dia juga menjelaskan, biasanya demand atau permintaan setelah Idul Fitri alami peningkatan. Seperti, hajatan pesta kerap mendorong terjadinya kenaikan permintaan untuk daging ayam, dan potensi tekanan harga daging ayam berpeluang berlanjut disaat supply atau pasokan ayam hidup justru alami kenaikan secara mingguan.

3. Kenaikan harga plastik diduga menjadi alasan utama sulitnya harga minyak goreng untuk turun

Sambas Plastik di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Sementara itu, harga minyak goreng curah dalam tren naik meskipun harga CPO dalam tren turun belakangan ini. Mengacu kepada PIHPS harga rata-rata minyak goreng curah di Sumut naik dari Rp20.150 per Kg di pekan lalu, menjadi Rp21.300 per Kg pada hari ini. Padahal harga CPO (crude palm oil) di dunia alami penurunan dari kisaran Rp4.800-an ringgit per ton (3/4/2026) menjadi 4.550 ringgit per ton saat ini (22/4/2026). Pelemahan harga CPO yang menjadi bahan baku minyak goreng nyatanya tidak mendorong penurunan harga.

"Tren kenaikan harga plastik yang sampai dua kali lipat, diduga menjadi alasan utama sulitnya harga minyak goreng untuk turun. Dan kenaikan sejumlah bahan pokok (protein maupun hortikultura) saat ini belum sepenuhnya memperhitungkan kenaikan harga plastik mulsa, pupuk hingga pestisida. Karena kenaikan bahan baku untuk bercocok tanam tersebut baru akan dirasakan nanti saat panen selanjutnya," tutupnya.

Editorial Team