Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Plastik Meroket: Pedagang Tertekan, Konsumen Kurangi Pembelian

Harga Plastik Meroket: Pedagang Tertekan, Konsumen Kurangi Pembelian
Kepala Toko Plastik Al Hilal menyusun barang di tokonya, Selasa (21/4/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Medan, IDN Times – Kenaikan harga plastik yang terjadi sejak dua pekan sebelum Ramadan 2026 mulai berdampak pada pedagang. Lonjakan harga yang mencapai dua kali lipat membuat pelaku usaha harus menyesuaikan harga jual, di tengah daya beli konsumen yang mulai melemah.

Seorang pedagang plastik di Medan mengungkapkan, kenaikan harga terjadi secara bertahap sejak awal Ramadan. “Awalnya naik sekitar Rp2 ribu, kemudian terus bertambah sampai Rp5 ribu per minggu,” ujar Fahri, Kepala Toko Al Hilal di kawasan Jalan Setia Budi, Kota Medan, Sumatra Utara, Selasa (21/4/2026).

1. Harga plastik naik 100 persen

WhatsApp Image 2026-04-21 at 2.42.21 PM (1).jpeg
Kepala Toko Plastik Al Hilal menyusun barang di tokonya, Selasa (21/4/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Jenis plastik polyethylene (PE) disebut menjadi yang paling signifikan mengalami kenaikan. Saat ini, harga plastik tersebut telah mencapai Rp50 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harga plastik hanya berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram. Hingga kini, harga tersebut belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

“Dulu Rp25 ribu, sekarang Rp50 ribu per kilogram. Sampai sekarang belum ada turun,” katanya.

Selain plastik PE, jenis plastik asoy atau kresek juga mengalami kenaikan harga, meski tidak setinggi plastik PE.

2. Kenaikan bahan baku diduga jadi pemicu, distribusi ke toko terbatas

WhatsApp Image 2026-04-21 at 2.42.20 PM (1).jpeg
Kenaikan harga plastik berdampak pada pedagang. (IDN Times/Prayugo Utomo)

Pedagang menduga kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya harga bahan baku di tingkat produsen. Kondisi ini turut diperparah dengan distribusi yang sempat terganggu menjelang Lebaran. 

Ia menjelaskan, sempat tidak ada pasokan barang yang masuk ke toko selama sepekan sebelum Hari Raya. Bahkan, beberapa distributor menghentikan sementara pemesanan. “Waktu itu sempat tidak ada barang yang masuk. Beberapa distributor stop order,” ujarnya.

Saat ini, pasokan mulai kembali tersedia. Namun, sejumlah distributor masih memberlakukan pembatasan jumlah pesanan. “Misalnya pesan 10, yang datang hanya 8. Sepertinya produksi dari pabrik masih terbatas,” lanjutnya.

3. Pedagang sesuaikan harga, konsumen mulai mengurangi pembelian

IMG_0324.HEIC
Kepala Toko Plastik Al Hilal menyusun barang di tokonya, Selasa (21/4/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Kenaikan harga dari distributor membuat pedagang tidak memiliki pilihan selain menaikkan harga jual. Namun, kondisi tersebut berdampak langsung pada perilaku konsumen. Fahri menyebut, pelanggan kini mulai mengurangi jumlah pembelian. Jika sebelumnya membeli dalam jumlah besar, kini beralih ke pembelian eceran.

“Biasanya beli satu kotak, sekarang sudah beli eceran karena harga tinggi,” katanya.

Meski dampak penurunan omzet belum terasa signifikan dalam waktu dekat, pedagang memproyeksikan penurunan akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini karena sebagian pedagang masih memiliki stok lama dengan harga yang lebih rendah.

“Sekarang belum terlalu terasa karena masih ada stok lama. Tapi ke depan kami prediksi omzet bisa turun 20 sampai 30 persen,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, pedagang berharap harga plastik dapat kembali stabil agar daya beli masyarakat pulih dan usaha tetap berjalan. “Harapannya harga bisa kembali normal, supaya kami bisa menjual dengan harga yang lebih baik,” pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Dalam 4 Tahun PTAR Hasilkan 187.615 Bibit Tanaman Lokal

21 Apr 2026, 17:30 WIBNews