Diseret ke Dalam Sungai, IRT Muda di Riau Tewas Diterkam Buaya

- Seorang IRT bernama Santi, 22 tahun, tewas diterkam buaya muara saat mencuci pakaian di tepi Sungai Metas, Dusun Mungkal, Kecamatan Sungai Apit, Siak.
- Korban ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi kejadian setelah pencarian oleh suami dan warga; jasadnya dievakuasi ke rumah duka menggunakan ambulans desa.
- Santi dan suaminya Kolet berasal dari Suku Akit Anak Rawa yang sedang melakukan aktivitas Mandah di bedeng kayu pinggir sungai untuk bekerja sebagai buruh penebas sagu.
Siak, IDN Times - Konflik manusia dengan satwa liar kembali terjadi di Provinsi Riau. Kali ini, korbannya seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Santi. Perempuan berusia 22 tahun itu tewas setelah diterkam seekor buaya muara berukuran besar di tepi sungai Metas, tepatnya di Dusun Mungkal, Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
"Korban (Santi) sudah ditemukan. Korban ditemukan sekitar 200 meter dari titik kejadian dalam keadaan meninggal dunia," ucap Camat Sungai Apit Tengku Muhtasar, Jumat (12/6/2026).
Atas peristiwa tragis itu, Tengku Muhtasar juga mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh masyarakat yang kerap beraktivitas di sekitar aliran Sungai Metas agar selalu waspada.
"Kami ikut berdukacita atas musibah diterima oleh saudara Kolet (suami Santi). Untuk warga di lokasi kejadian, kami menghimbau agar lebih hati-hati dalam beraktivitas di lokasi tersebut, utamakan keselamatan. Lihat kondisi dan situasi disekitar saat melakukan aktivitas," pesan Tengku Muhtasar.
1. Begini kronologinya

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi petang hari. Saat itu, Santi sedang berada di tepi pelantar depan bedeng yang berada persis di tepi Sungai Metas. Ia sedang mencuci beberapa helai pakaian.
Secara tiba-tiba, seekor buaya muara berukuran besar muncul ke permukaan dan langsung menerkam Santi lalu menyeretnya ke dalam sungai.
Pekikan dan jeritan santi hanya terdengar sepintas. Setelah itu, tubuh perempuan muda tersebut lesap dibawa sang predator ke dalam pekat air sungai.
Suaminya Kolet yang mengetahui, panik menyaksikan tubuh istrinya timbul tenggelam dalam cengkraman mulut hewan reptil ganas itu.
Dengan dibantu warga setempat, Kolet mencari istrinya ditengah kegelapan. Dalam situasi yang menegangkan, menguras emosi dan tenaga, jasad sang istri akhirnya ditemukan.
Jasad Santi akhirnya dievakuasi ke atas kapal pompong dan selanjutnya dibawa dengan ambulans desa yang sudah standby di Dermaga Pelabuhan Tanjung Pal untuk menuju ke rumah duka.
2. Sedang melakukan Mandah

Sementara itu, Kapolsek Sungai Apit Iptu Adhifian menerangkan, korban bersama suaminya saat itu sedang melakukan aktivitas Mandah.
"Mandah ini maksudnya, tinggal sementara disebuah bedeng kayu di pinggir sungai. Biasanya, mereka menetap di sana selama dua minggu sebelum kembali ke rumah utama mereka di Kampung Penyengat," terang Iptu Adhifian.
Diketahui, korban dan suaminya sehari-hari bekerja sebagai buruh penebas di perkebunan sagu.
3. Pasutri merupakan Suku Akit Anak Rawa

Santi dan Kolet diketahui merupakan pasangan suami istri (pasutri) dari Suku Akit Anak Rawa. Suku ini merupakan kelompok masyarakat adat melayu tua yang mendiami wilayah pesisir dan hutan gambut di Bumi Lancang Kuning.
Keduanya merupakan warga Gang Surya, Dusun II, Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit. Dimana, kampung tersebut merupakan pusat komunitas atau kelompok adat suku tersebut.
















![[CEK FAKTA] Benarkah Pisang Bisa Mengecilkan Perut Buncit?](https://image.idntimes.com/post/20220310/pisang-tanduk-ciri-pisang-tanduk-gambar-pisang-tanduk-olahan-pisang-tanduk-9cde86371d7fc78c91ae80a6ffab250e-247f78010d99c46a01ef2083a8535415.jpg)