Pantauan IDN Times, selain warga, sejumlah pejabat dan tokoh politik nasional maupun daerah, turut mengikuti proses salat jenazah pemimpin Aceh periode 2012-2017 tersebut.
Salat Jenazah Abu Doto Dipenuhi Pelayat, Ini Kenangan Zulhas dan Azwar

- Ratusan warga dan tokoh nasional menghadiri salat jenazah mantan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah atau Abu Doto, di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu sore.
- Zulkifli Hasan mengenang Abu Doto sebagai sosok yang sering berdiskusi tentang pembangunan Aceh dan selalu terbuka dalam kerja sama demi kemajuan daerah.
- Azwar Abubakar menilai Abu Doto sebagai pribadi tegas dan konsisten memperjuangkan rakyat meski kerap berbeda pandangan politik selama kiprahnya di Aceh.
Banda Aceh, IDN Times - Ratusan warga turut mengikuti salat jenazah mantan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah atau Abu Doto di Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Sabtu (13/6/2026). Pelaksanaan dilakukan usai Salat Ashar.
Di antaranya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Hatta Rajasa; Anwar Abubakar, Ahmad Farhan Hamid, wali kota Banda Aceh, ketua DPRK Banda Aceh, dan lain sebagainya.
1. Abu Doto di mata Zulkifli Hasan, pernah diskusi tentang Aceh

Zulkifli Hasan memiliki pandangan tersendiri dengan Abu Doto. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku kerap berdiskusi tentang pembangunan Tanah Rencong dengan Abu Doto saat almarhum menjabat sebagai Gubernur Aceh.
“Beliau sering berdiskusi dengan saya waktu menjabat dulu. Saya sampaikan, apa yang menjadi kewenangan saya, akan saya dukung,” kata Zulkifli Hasan, Sabtu.
Menteri Koordinator Bidang Pangan turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut. Ia berencana melayat setelah menghadiri agenda pelantikan DPW PAN Aceh.
“Insyaallah setelah ini saya akan takziah,” katanya.
2. Di mata Azwar Abu Bakar, Abu Doto sosok tegas dan konsisten perjuangkan rakyat

Sementara itu, bagi Azwar Abubakar, Abu Doto memiliki cerita tersendiri. Mantan Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam periode 2000-2004 dan Penjabat (Pj) Gubernur Aceh periode 2004-2025 itu mengaku bila almarhum merupakan sosok tegas.
Bahkan, tokoh yang pernah menjabat Menteri Luar Negeri dari GAM tersebut diakuinya merupakan orang yang konsisten memperjuangkan rakyat. Walau, antara mereka kerap berada pada posisi politik yang berbeda.
“Beliau orangnya tegas sekali dalam berpegang pada prinsip. Namun beliau jelas maunya apa dan kita bisa berdiskusi. Walaupun dalam politik belum tentu sepakat,” kata Azwar Abubakar, Sabtu.
3. Sekilas tentang kabar Abu Doto meninggal

Zaini Abdullah atau Abu Doto, mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017 meninggal dunia, pada Sabtu (13/6/2026). Beliau meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zainoel Abidin, Kota Banda Aceh, Aceh.
“Innalillahi wa innailaihi rajiun, doktor Zaini Abdullah telah meninggal dunia di ICU 2 sekira pukul 12.24 WIB,” kata Muzakir Abdul Hamid selaku asisten Abu Doto, Sabtu.
Dia menyampaikan Abu Doto selama ini menjalani perawatan medis di rumah sakit sejak 4 Juni 2026. Namun, sempat kembali pulang ke rumah dan kemudian kembali dibawa ke rumah sakit pada Sabtu, sekira pukul 02.30 WIB.
“Memang beliau sudah berumur dan ada beberapa penyakit komplikasi,” ujarnya.
Beberapa jam setelah mendapatkan perawatan, Abu Doto kata Muzakir, menghembuskan nafas terakhir Sabtu, sekira pukul 12.24 WIB.
Saat ini jenazah dimandikan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zainoel Abidin. Setelah itu, jenazah akan dibawa ke kediaman Abu Doto di Gampong Garot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar.
Rencananya jenazah Abu Doto akan disalatkan di Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, setelah Salat Ashar.
Usai disalatkan, kata Muzakir, jenazah Abu Doto akan langsung dibawa ke Beureunun, Pidie, untuk dimakamkan.
Zaini Abdullah atau Abu Doto merupakan mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017. Almarhum juga seorang petinggi sekaligus tokoh utama Gerakan Aceh Merdeka.
Selama periode perjuangan dengan GAM, Abu Doto pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri kelompok tersebut.
















