Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gaji Pengasuh Tersendat Jadi Motif Dugaan Penyiksaan 2 Bocah Dairi
Tersangka penganiayaan dua bocah di Dairi, Sumatra Utara, ditangkap polisi. (Dok: Polres Dairi)
  • Polisi mengungkap dugaan penganiayaan terhadap AGP dan AP di Kabupaten Dairi yang diduga dilakukan RS.
  • Persoalan pembayaran upah pengasuhan Rp500 ribu setiap minggu disebut menjadi pemicu kekerasan terhadap kedua anak.
  • Kedua korban telah mendapat perawatan medis dan dirujuk ke RSU Haji Medan, sementara RS diperiksa polisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah upah pengasuhan disepakati secara jelas?
Vote Now
Jumat, 21 Agustus 2026

AGP ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Warga melaporkan kejadian itu kepada Polres Dairi.

Senin (24/8/2026)

Iptu Darman Lumbanraja menyampaikan persoalan pembayaran upah pengasuhan disebut menjadi pemicu dugaan kekerasan terhadap kedua anak.

Saat ini

AGP dan AP disebut sudah semakin membaik setelah mendapat penanganan awal dari tim medis.

kini

Kasus ditangani Satreskrim Polres Dairi untuk mengungkap rangkaian kejadian secara keseluruhan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah upah pengasuhan disepakati secara jelas?
Vote Now
  • What?
    Polisi mengungkap dugaan penganiayaan terhadap dua bocah kakak beradik, AGP dan AP.
  • Who?
    RS (52) diduga melakukan kekerasan terhadap AGP (7) dan AP (6). Kasus ditangani Satreskrim Polres Dairi.
  • Where?
    Kekerasan diduga terjadi di rumah RS di Jalan Merdeka, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi.
  • When?
    AGP ditemukan warga pada Jumat, 21 Agustus 2026. Darman menyampaikan keterangan pada Senin (24/8/2026).
  • Why?
    Persoalan pembayaran upah pengasuhan Rp500 ribu setiap minggu disebut memicu RS melakukan kekerasan.
  • How?
    Polisi menyebut RS diduga menggunakan sapu, hanger, sandal, dan kayu. Warga melaporkan setelah AGP ditemukan dalam kondisi luka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah upah pengasuhan disepakati secara jelas?
Vote Now

Dua kakak beradik, AGP dan AP, disakiti oleh RS yang mengasuh mereka di Dairi. Polisi bilang masalah uang upah pengasuhan diduga menjadi penyebabnya. AGP dan AP punya luka lalu dibawa ke rumah sakit. Sekarang mereka sudah semakin membaik. RS sedang diperiksa polisi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah upah pengasuhan disepakati secara jelas?
Vote Now

Penanganan medis telah diberikan kepada AGP dan AP setelah keduanya ditemukan mengalami luka. Setelah perawatan awal di RSUD Sidikalang, kedua korban dirujuk ke RSU Haji Medan. Darman menyatakan kondisi mereka semakin membaik, sementara pemeriksaan terhadap RS dan penanganan kasus oleh Polres Dairi tetap berjalan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah upah pengasuhan disepakati secara jelas?
Vote Now

Dairi, IDN Times – Polisi mengungkap motif dugaan penganiayaan terhadap dua bocah kakak beradik di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara yang sempat viral di media sosial. Penganiayaan yang diduga dilakukan RS (52) terhadap AGP (7) dan AP (6) disebut dipicu persoalan pembayaran upah pengasuhan.

Kedua anak tersebut dititipkan kepada RS oleh ibunya, R Sianturi (53), yang bekerja di sebuah rumah makan di Balige, Kabupaten Toba. Ayah kedua korban disebut sedang menjalani hukuman penjara karena kasus narkoba.

1. Upah pengasuhan bermasalah, pelaku lampiaskan ke dua bocah

Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti)

Darman mengatakan persoalan pembayaran upah pengasuhan menjadi pemicu RS melakukan kekerasan terhadap kedua anak. Menurut dia, pembayaran Rp500 ribu per minggu mengalami kendala hingga RS merasa tidak terima.

"Pelaku ini merasa tidak terima dan melampiaskannya kepada si anak," kata Darman kepada awak media di Dairi, Senin (24/8/2026).

Dalam pemeriksaan, polisi menyebut RS melakukan kekerasan menggunakan sejumlah benda yang terdapat di rumah. Di antaranya sapu, hanger, sandal, hingga kayu. "Semua sekujur tubuh korban ini mengalami penganiayaan, mulai dari kepala dibenturkan, kemudian juga tangannya, bibirnya ada yang dibakar menggunakan mancis," kata Darman.

Penganiayaan tersebut disebut tidak berlangsung sekali. Polisi menduga kedua bocah berulang kali menjadi korban kekerasan sehingga mengalami luka di sejumlah bagian tubuh.

2. Luka di sekujur tubuh, satu korban alami patah tulang

Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (IDN Times/Arief Rahmat)

Darman mengatakan pemeriksaan menemukan luka pada berbagai bagian tubuh kedua korban. Selain kepala dan bibir, bagian perut, kaki, serta lengan juga mengalami luka.

"Kemudian perutnya semua bekas luka penganiayaan semua, kakinya juga, dan lengan sebelah kiri mengalami patah tulang karena didorong," jelas Darman.

Kondisi kedua korban kemudian membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Setelah mendapatkan perawatan awal di RSUD Sidikalang, AGP dan AP dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan.

"Saat ini kondisi korban sudah semakin membaik, langsung ditangani penanganan pertama dari tim medis," kata Darman.

Sementara itu, RS telah diciduk untuk menjalani proses pemeriksaan terkait dugaan penganiayaan terhadap kedua anak tersebut.

3. Kasus terbongkar setelah AGP ditemukan warga dalam kondisi luka

Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (IDN Times/Sukma Shakti)

Kasus tersebut terungkap setelah AGP ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kondisi AGP kemudian direkam dan videonya beredar di media sosial. Warga yang mengetahui kejadian tersebut selanjutnya melaporkannya kepada Polres Dairi.

Petugas kemudian mendatangi lokasi, mengamankan RS, dan membawa korban untuk mendapatkan perawatan medis di RSUD Sidikalang.

Dari hasil pemeriksaan dan keterangan AGP, polisi kemudian mengetahui bahwa AP, adik korban, juga diduga mengalami kekerasan. Kasus tersebut kini ditangani Satreskrim Polres Dairi untuk mengungkap rangkaian kejadian secara keseluruhan.

Sampaikan pendapatmu soal pengasuhan anak

Perlukah upah pengasuhan disepakati secara jelas?

See More
Perlu disepakati jelas
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak perlu disepakati jelas

Curated For You

Editorial Team

Related Article