5 Tips untuk Pemula yang Baru Mulai Koleksi Kartu Pokemon

- Wilson menyarankan pemula mengoleksi kartu Pokémon berdasarkan karakter yang disukai, bukan tren, rarity, atau potensi keuntungan.
- Pembeli diminta tidak memaksakan diri saat harga tinggi dan menghindari FOMO; menunggu pasar stabil lebih baik daripada membeli karena takut ketinggalan.
- Pokémon TCG juga mencakup permainan, komunitas, dan turnamen. Grading membutuhkan waktu serta biaya, sementara membuka pack dan bermain menjadi tujuan utama.
Medan, IDN Times- Buat kamu yang baru tertarik mengoleksi Trading Card Game (TCG) atau kartu Pokémon, jangan buru-buru tergoda kartu mahal atau ikut-ikutan tren. Menurut Wilson, owner Lokamart sekaligus Coffee Loca, official distributor kartu Pokemon bahasa Indonesia di Sumut, kesalahan paling umum kolektor pemula adalah membeli kartu hanya karena melihat potensi harganya.
Padahal, dunia Pokémon TCG bukan cuma soal rarity dan cuan. Ada permainan, komunitas, hingga turnamen yang membuat kartu-kartu tersebut punya nilai lebih dari sekadar barang koleksi.
Kepada IDN Times, Wilson pun membagikan sejumlah tips yang bisa jadi pegangan sebelum kamu mulai mengeluarkan uang untuk berburu kartu Pokémon.
1. Beli karena Suka, Bukan Sekadar Ikut Tren

Wilson, selaku owner Lokamart sekaligus Coffee Loca, official distributor kartu Pokemon bahasa Indonesia di Sumut (IDN Times/Indah Permata Sari) Wilson mengaku kerap menahan orang yang datang dan ingin membeli kartu Pokémon hanya karena melihat tren harga. Menurutnya, koleksi seharusnya dimulai dari karakter atau kartu yang memang disukai.
"Kalau nanya ‘mana yang lebih ada value?’, aku nggak setuju. Beli kartu mulai dari suka dulu. Suka Charizard? Beli semua Charizard. Jangan lihat rarity,” saran Wilson.
Jadi, daripada pusing mencari kartu mana yang bakal naik harga, lebih baik tentukan dulu karakter favoritmu.
2. Jangan Paksakan Beli Saat Harga Lagi Tinggi

Wilson, selaku owner Lokamart sekaligus Coffee Loca, official distributor kartu Pokemon bahasa Indonesia di Sumut (IDN Times/Indah Permata Sari) Harga kartu Pokémon bisa bergerak mengikuti kondisi pasar. Kalau menurutmu harganya sudah terlalu mahal, Wilson menyarankan untuk tidak memaksakan diri.
“Kalau merasa kemahalan, jangan dipaksain. Jangan cari yang termurah di market sepanas ini. Nanti kalau udah stabil, baru cari murah,” tambahnya.
Artinya, kamu gak harus punya kartu tertentu saat itu juga. Sabar menunggu harga lebih stabil bisa menjadi pilihan daripada membeli karena takut ketinggalan.
3. Kenali Pokémon TCG, Bukan Cuma Kartunya

Kartu pokemon ledakan peniada dari GS Shop Medan (IDN Times/Indah Permata Sari) Buat pemula, penting untuk mengetahui bahwa Pokémon TCG bukan sekadar aktivitas mengoleksi kartu. Permainan ini juga memiliki ekosistem kompetitif dengan turnamen dari tingkat lokal hingga internasional.
“Turnamennya ada tingkat kota sampai internasional. Di Indonesia ada Great Ball League sampai Master Ball League,” jelas Wilson.
Bahkan, menurut Wilson, pemenang Master Ball League berkesempatan diundang ke Kejuaraan Dunia.
“Kalau juara Master Ball League, diundang ke Kejuaraan Dunia. Akomodasi dan tiket pesawat ditanggung Pokemon. Juara dunia hadiahnya lumayan.”
Ia juga menyebut tim esports Onic telah memiliki divisi TCG.
“Bahkan tim e-sport Onic punya divisi TCG, sering juara satu juga,” tuturnya.
4. Jangan FOMO Saat Harga Kartu Naik-Turun

Ilustrasi kartu Pokemon (dok. Unsplash/Thimo Pedersen) Pergerakan harga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia koleksi kartu. Wilson memprediksi harga kartu Pokémon ke depan masih mungkin mengalami koreksi.
Menurutnya, sebagian pemain lama bahkan disebut sedang menunggu momentum ketika harga turun untuk kembali membeli.
“Sekarang banyak pemain lama pegang cash karena udah exit. Mereka nunggu harga turun 30 persen buat borong lagi. Jadi kalau koreksi, kita semua happy, terus naik lagi," katanya.
Karena itu, jangan sampai keputusan membeli muncul hanya karena takut harga keburu naik. Apalagi jika tujuan awalmu memang sekadar menikmati hobi.
5. Mau Grading? Pertimbangkan Tempat yang Tepat

Ilustrasi mengoleksi kartu Pokemon (dok. Pexels/Caleb Oquendo) Buat kolektor yang ingin meningkatkan nilai kartunya melalui proses grading PSA, Wilson menyarankan menggunakan official flagship di Singapura atau Malaysia, salah satunya Concept Trading.
Namun, kamu juga perlu menyiapkan waktu dan biaya lebih.
“Prosesnya bisa setengah tahun lebih sekarang, dan makin mahal," terangnya.
Tips penting: Kartu Pokémon Itu untuk Dimainkan

Wilson, selaku owner Lokamart sekaligus Coffee Loca, official distributor kartu Pokemon bahasa Indonesia di Sumut (IDN Times/Indah Permata Sari) Wilson punya satu pesan sederhana untuk kolektor pemula, jangan menjadikan potensi keuntungan sebagai alasan utama membeli kartu Pokémon. "Kalau mau investasi, masih banyak instrumen yang lebih aman. Tapi kalau beli karena suka, itu yang paling benar.”
Buat kamu yang masih bingung cara memainkan Pokémon TCG, Loca Mart juga memiliki komunitas yang bisa menjadi tempat belajar.
Menurut Wilson, membuka pack seharusnya menjadi bagian dari keseruan bermain. Kalau ternyata mendapatkan kartu mahal, anggap saja sebagai bonus.
“Perfect-nya buka pack isi 5 kartu random. Ada yang bisa dipake main. Itu tujuan utamanya. Kalau dapat kartu mahal, itu bonus,” tutup Wilson.
Loca Mart di Coffee Loca, Jalan T. Amir Hamzah Nomor 11, Medan, telah menjadi rumah bagi komunitas TCG Pokémon selama sekitar tiga tahun. Tempat ini tidak hanya menjual kartu, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar dan bermain.


















