Kenali 'Sinyal Bahaya' Sebelum Berkendara

- PT Indako Trading Coy bersama dealer Honda Anugrah Multi Jaya menggelar edukasi keselamatan berkendara untuk masyarakat di Kantor Camat Batunadua, Padang Sidimpuan, 19 Agustus 2026.
- Materi menyoroti empat perilaku berisiko: melakukan aktivitas lain saat berkendara, terburu-buru, merasa harus didahulukan, dan memaksakan diri ketika kondisi tidak mendukung.
- Peserta mempraktikkan postur berkendara yang benar untuk memahami pentingnya kenyamanan dan fokus, sekaligus mengenali risiko serta mengambil keputusan lebih bijak di jalan.
PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumatra Utara menggelar "Edukasi dan Sosialisasi Keselamatan Berkendara For Public" yang digelar di Kantor Camat Batunadua, Padang Sidimpuan, Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini terlaksana bersama dealer Honda Anugrah Multi Jaya Padang Sidimpuan dengan menghadirkan Instruktur Safety Riding terlatih PT Indako Trading Coy, Wan Muhammad Fahreza.
Berbeda dari sekadar mengingatkan peserta untuk mematuhi aturan lalu lintas, edukasi kali ini mengajak masyarakat melihat kecelakaan dari sisi yang lebih dekat dengan kebiasaan sehari-hari.
Empat perilaku yang berpotensi meningkatkan risiko di jalan menjadi pembahasan utama, yakni melakukan aktivitas lain selain berkendara, berkendara terburu-buru, merasa berhak didahulukan, serta memaksakan diri ketika kondisi tidak mendukung.
Selain itu, salah satu sesi yang mendapat perhatian peserta adalah demonstrasi postur berkendara. Fahreza mengajak peserta mengenali posisi mata, pundak, siku, tangan, pinggul, lutut, dan kaki saat mengendarai sepeda motor.
Peserta kemudian mengikuti arahan tersebut secara langsung sehingga pemahaman mengenai postur berkendara tidak berhenti pada teori, tetapi dapat dirasakan melalui praktik.
Interaksi tersebut membuat suasana edukasi menjadi lebih cair. Peserta terlihat mengikuti gerakan yang dicontohkan instruktur sekaligus memperhatikan kembali posisi tubuh masing-masing.
Dari aktivitas sederhana itu, peserta diajak memahami bahwa kenyamanan dan fokus ketika berkendara juga dipengaruhi oleh cara tubuh diposisikan di atas kendaraan.
Wan Muhammad Fahreza mengatakan, keterlibatan langsung peserta menjadi bagian penting agar pesan keselamatan lebih mudah dipahami dan diingat.
"Kalau hanya mendengar, mungkin peserta memahami secara teori. Tetapi ketika langsung mencoba, mereka bisa merasakan sendiri perbedaannya. Harapannya, pengalaman sederhana dari kegiatan ini bisa terbawa saat mereka kembali #cari_aman dalam berkendara di jalan,” ujar Fahreza.
Kehadiran edukasi keselamatan berkendara di lingkungan pemerintahan Kecamatan Batunadua juga menjadi bagian dari upaya Indako memperluas jangkauan pesan keselamatan kepada masyarakat. Sebab, budaya #cari_aman tidak hanya dibutuhkan oleh kelompok tertentu, tetapi merupakan kebiasaan yang perlu dibangun bersama oleh setiap pengguna jalan.
Melalui edukasi yang dikemas interaktif dan dekat dengan kebiasaan berkendara sehari-hari, Indako Honda berharap semakin banyak masyarakat yang mampu mengenali potensi risiko, mengambil keputusan secara bijak, serta menjadikan keselamatan sebagai bagian dari perjalanan, bukan sekadar tujuan akhir.




















