Dua Bocah Sidikalang Ditemukan Penuh Luka, Diduga Disiksa Bibi

- AGP (7) ditemukan warga di Sidikalang dengan luka di wajah hingga kaki, lalu dibawa polisi dan Dinas PPA ke RSUD Sidikalang; kondisinya mulai stabil.
- Dari pendekatan polisi dan hasil visum, AGP diduga berulang kali mengalami kekerasan fisik oleh RS (52), yang disebut korban sebagai bibi dan sosok yang ditakutinya.
- Adik AGP, AP (6), juga diduga mengalami kekerasan dan dirawat di RSUD. RS diperiksa Polres Dairi, sementara motif serta kronologi masih didalami.
Dairi, IDN Times – Dua bocah di Kabupaten Dairi diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan bibinya sendiri. Salah satu korban, AGP (7), ditemukan warga dalam kondisi penuh luka di Jalan Merdeka, tepatnya di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Unit PPA Sat Reskrim Polres Dairi. Polisi bersama Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Dairi membawa AGP ke RSUD Sidikalang untuk mendapatkan perawatan. Dari hasil pemeriksaan, adik korban berinisial AP (6) juga disebut mengalami luka yang diduga akibat tindakan kekerasan.
1. Ditemukan penuh luka, sempat viral di media sosial

Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (IDN Times/Sukma Shakti) AGP ditemukan warga dengan luka pada sejumlah bagian tubuh, mulai dari wajah hingga kaki. Kondisinya kemudian menjadi perhatian setelah informasi mengenai kejadian tersebut beredar di media sosial.
Petugas Unit PPA Sat Reskrim Polres Dairi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi. Proses evakuasi sempat terkendala setelah seorang perempuan berinisial RS (52) melarang petugas membawa AGP.
Setelah petugas memperkenalkan diri, RS akhirnya memberikan izin. AGP kemudian dibawa ke RSUD Sidikalang untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan.
Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan, mengatakan kondisi AGP kini mulai stabil dan masih mendapatkan penanganan medis. "Saat ini AGP sudah menjalani perawatan medis di RSUD Sidikalang, dan kondisinya sudah mulai stabil, " ujarnya kepada awak media, Sabtu (22/8/2026).
2. Korban sebut RS sebagai bibi yang ditakuti

ilustrasi kekerasan terhadap anak (pexels.com/Karolina Grabowska) Polisi kemudian melakukan pendekatan secara intens kepada AGP untuk mengetahui apa yang dialaminya. Dari keterangan bocah tersebut, RS disebut merupakan Mak tua atau bibi korban.
Polisi menduga AGP telah berulang kali mengalami kekerasan fisik. Ketakutan terhadap RS disebut membuat korban tidak berani menceritakan apa yang dialaminya.
"Berdasarkan hasil pendekatan secara intens, AGP menceritakan bahwa wanita RS tersebut merupakan 'Mak tua' (bibi) dari AGP, dan diduga kerap mendapat tindakan kekerasan fisik. RS merupakan wanita yang paling ditakuti oleh AGP, sehingga si anak takut untuk melapor terkait apa yang sudah dialaminya, " jelasnya.
Hasil pemeriksaan visum juga menemukan sejumlah luka pada tubuh AGP. Di antaranya luka pada bibir, lebam pada tangan kiri, serta luka yang sudah bernanah pada bagian tubuh tertentu, termasuk kaki kanan.
3. Adik korban juga diduga mengalami kekerasan

Ilustrasi kekerasan terhadap anak (Pexels/RDNE Stock project) Kasus tersebut kemudian berkembang setelah AGP memberikan keterangan mengenai kondisi adiknya, AP (6). Bocah tersebut juga disebut mengalami sejumlah luka yang diduga disebabkan oleh RS.
Dengan demikian, polisi kini menangani perkara yang melibatkan dua korban anak. Keduanya telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Sidikalang.
Sementara itu, RS telah dibawa ke Sat Reskrim Polres Dairi untuk menjalani proses pemeriksaan. Polisi masih mendalami hubungan antara dugaan kekerasan yang dialami kedua anak dengan RS.
Kasi Humas Polres Dairi mengatakan motif dan rangkaian kejadian belum dapat disimpulkan karena penyelidikan masih berjalan. "Terkait motif dan bagaimana kronologi kekerasan tersebut, sedang didalami oleh Unit PPA. Kita tunggu saja dulu ya, " tutupnya.




















