Usai Demo, BEM USU Temukan Bercak Darah dan Jeroan Ayam di Sekretariat

- Sekretariat BEM USU ditemukan bercak darah, bulu, dan organ dalam ayam pada 21 Agustus 2026, sehari setelah Aksi Refleksi Kemerdekaan digelar.
- BEM USU menduga benda tersebut diletakkan tengah malam dan sedang menelusuri CCTV sekitar kampus serta meminta bantuan universitas, tanpa laporan resmi ke polisi.
- Sejumlah pengurus sempat merasa terancam, tetapi BEM USU menyatakan kejadian itu tidak menyurutkan gerakan dan mengajak mahasiswa tidak takut terhadap teror.
Medan, IDN Times - Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatra Utara atau BEM USU diduga menjadi sasaran teror. Pada Jumat (21/8/026) ditemukan di area sekretariat ditemukan bercak darah, bulu ayam, dan organ dalam ayam (jeroan) yang berserakan di depan pintu.
"Kami kan demo hari Kamis tanggal 20, sampai malam masih ada yang di sekretariat. Saat pulang semua, besok paginya saat beberapa datang ke sekretariat itu sudah ada semacam darah, dan beberapa bulu ayam, dalaman ayam yang tercecer depan sekretariat," ujar Ketua BEM USU, Angga Al Maaris Harahap.
Angga menuturkan, ibu petugas kebersihan yang biasa membersihkan sekretariat sempat bertanya apakah ada kegiatan pemotongan ayam pada malam sebelumnya.
"Dia nanya, 'kalian ada potong ayam tadi malam?' Ditanya sama anggota BEM. Dia bilang soalnya ada bulu-bulu ayam, tapi sudah ibu bersihkan. Kirain kalian potong ayam terus tinggalkan," katanya menirukan ucapan petugas kebersihan.
1. Diduga diletakkan tengah malam usai aksi

BEM USU menggelar aksi demo di depan Lapangan Merdeka Medan (IDN Times/Indah Permata Sari) Meski sebagian sudah dibersihkan, pengurus BEM USU sempat mendokumentasikan beberapa bukti berupa bekas darah dan isi ayam.
"Kami pun bingung kenapa ada ayam mati diletak di sekretariat. Berarti kan ada pertanyaan, kami baru aksi malamnya langsung ada yang kirimin ayam seperti itu," ucap Angga.
BEM USU menduga benda tersebut diletakkan pada tengah malam, tepat setelah mereka menggelar Aksi Refleksi Kemerdekaan pada 20 Agustus 2026. Saat ini, BEM USU masih berupaya menelusuri rekaman CCTV di sekitar kampus karena di sekretariat tidak terpasang kamera pengawas.
"Ini kami lagi usahakan cari CCTV. Kalau di sekretariat kami tidak ada CCTV, tapi kami lagi telusuri orang yang masuk pada saat itu ke sekretariat kami. Kemungkinan kalau tebakan kami tengah malam ada orang letak itu. Kalau barang yang lain tidak ada," jelasnya.
Angga menyebut, sejauh ini BEM USU belum membuat laporan resmi ke kepolisian. Pihaknya masih melakukan komunikasi langsung dan meminta bantuan kepada universitas karena kejadian terjadi di dalam lingkungan kampus.
"Identifikasi pelaku sejauh ini kami minta atas bantuan dari universitas karena kami di dalam universitas. Untuk laporan masih komunikasi langsung, bukan bersifat laporan," ujarnya.
2. Pengurus sempat merasa terancam, kini semakin semangat

BEM USU menggelar aksi demo di depan Lapangan Merdeka Medan (IDN Times/Indah Permata Sari) Angga mengakui beberapa pengurus sempat merasa terancam setelah kejadian tersebut. Namun, ia menegaskan teror tidak akan menyurutkan gerakan mahasiswa.
"Sejauh ini memang sempat beberapa pengurus BEM itu sedikit merasa terancam. Mereka bilang, 'kenapa kita dikirimin ayam'. Tapi sudah kami luruskan. Kami bilang ke anggota, kalau ada teror seperti ini jangan takut. Semakin kita takut, nanti orang yang mengirim ayam ini merasa berhasil," katanya.
"Jadi kami sudah menganggap apa yang sudah kami buat sudah benar. Jadi, sejauh ini sudah clear, tidak ada yang trauma. Malah semakin semangat membuat kebaikan atau gerakan-gerakan ke depannya," tambah Angga.
3. Pesan untuk mahasiswa: Jangan takut

BEM USU menggelar aksi demo di depan Lapangan Merdeka Medan (IDN Times/Indah Permata Sari) Angga juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa lain yang mungkin mengalami hal serupa setelah melakukan aksi kritik.
"Pesannya untuk mahasiswa yang mungkin juga pernah merasakan hal seperti ini, di saat kita dikirimin bangkai ayam setelah ada aksi-aksi kepada masyarakat. Yang pertama harus kita lakukan itu jangan takut. Justru dengan dikirimnya hal-hal seperti ini saya merasa apa yang kita lakukan sudah benar," tegasnya.
"Sehingga ada orang-orang yang berusaha untuk menghalangi cara-cara kebenaran yang kita buat sehingga mengirimkan hal-hal seperti bangkai ayam atau bangkai tikus yang sering dikirimkan kepada kawan-kawan aktivis yang lain. Jadi, ini mungkin bisa dibilang pembungkaman. Pesan saya kepada mahasiswa harus kuat. Mahasiswa tidak boleh takut teror seperti ini. Justru semakin diteror semakin melawan," pungkasnya.



















