Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

100 Pelari Ikuti Run for Orangutans di Orangutan Festival 2026

Kota Medan
100 Pelari Ikuti Run for Orangutans di Orangutan Festival 2026
– Sebanyak 100 pelari ambil bagian dalam Fun Run 10K “Run for Orangutans: Their Forest, Our Future” di Bukit Mas Ecopark, Minggu (23/8/2026). (Dok: YOSL-OIC)
  • Sebanyak 100 pelari mengikuti Fun Run 10K di Bukit Mas Ecopark sebagai penutup Orangutan Festival 2026.
  • Rangkaian festival membawa pesan bahwa penyelamatan orangutan berkaitan dengan perlindungan hutan sebagai habitatnya.
  • Ekspedisi Hutan Merdeka menempuh lebih dari 1.700 kilometer sambil membawa pesan “Jaga Hutan, Jaga Orangutan”.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling kamu soroti dari Run for Orangutans?
Share Article

Langkat, IDN Times – Sebanyak 100 pelari ambil bagian dalam Fun Run 10K “Run for Orangutans: Their Forest, Our Future” di Bukit Mas Ecopark, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian Orangutan Festival 2026 sekaligus membawa pesan perlindungan hutan sebagai habitat orangutan.

Penutupan festival itu melanjutkan rangkaian kegiatan sebelumnya, mulai dari talkshow “Fighting Climate Change, From the Heart of the Forest” pada 18 Agustus 2026 hingga sesi chit chat bersama lima pesepeda komunitas Chemonk di Huta Coffee, Padang Sidempuan.

  1. 1. Fun run 10k jadi penutup orangutan festival 2026

    SOE_4982.JPG
    – Sebanyak 100 pelari ambil bagian dalam Fun Run 10K “Run for Orangutans: Their Forest, Our Future” di Bukit Mas Ecopark, Minggu (23/8/2026). (Dok: YOSL-OIC)

    Flag off Fun Run 10K dilepas langsung Direktur Konservasi YOSL-OIC, M. Indra Kurnia. Sebelum peserta mulai berlari, Founder sekaligus Chairperson YOSL-OIC Panut Hadisiswoyo menyampaikan pesan mengenai tujuan kegiatan tersebut.

    “Fun run ini adalah lari untuk mencapai tujuan menyelamatkan orangutan dan habitatnya. Kami terus berkomitmen membawa pesan ini kepada publik, kita terus bersuara, dan beraksi: selamatkan hutan, selamatkan orangutan,” tutur Panut.

    Bagi peserta, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi aktivitas olahraga. Lari 10K juga digunakan sebagai ruang untuk memperkenalkan isu perlindungan orangutan dan habitatnya kepada masyarakat.

    Pesan yang dibawa dalam kegiatan ini menempatkan kondisi hutan sebagai bagian penting dari keberlangsungan hidup orangutan. Ketika habitat rusak atau hilang, ancamannya tidak hanya dirasakan oleh orangutan, tetapi juga satwa lain yang bergantung pada ekosistem yang sama.

  2. 2. Finisher pertama soroti hilangnya habitat satwa

    SOE_6216.JPG
    – Sebanyak 100 pelari ambil bagian dalam Fun Run 10K “Run for Orangutans: Their Forest, Our Future” di Bukit Mas Ecopark, Minggu (23/8/2026). (Dok: YOSL-OIC)

    Rico Ajaranto, peserta asal Pangkalan Susu, menjadi finisher pertama dengan catatan waktu 92 menit. Ia mengaku mendapat tantangan tersendiri sepanjang lintasan trail run yang diikuti para peserta.

    “Trail run ini track-nya seru banget, banyak tantangan juga untuk kami para peserta. Semoga semakin banyak yang peduli sama kebearadaan satwa-satwa, khususnya orangutan. Banyak satwa yang terlantar, akibat hilangnya habitat mereka karena pembangunan yang masif,” ujar Rico.

    Rico menganggap, Fun Run yang diikutinya tidak hanya sekedar pengalaman berlari. Dia ingin memahami bagaimana persoalan habitat membuat kondisi satwa semakin tertekan.

    Karena itu, isu orangutan dalam festival ini ditempatkan dalam konteks yang lebih luas. Hilangnya habitat disebut tidak hanya mengancam satu spesies, tetapi juga dapat berdampak terhadap keberadaan berbagai satwa lain.

  3. 3. Pesan dari Ekspedisi 1.700 Km dibawa ke festival

    SOE_5058.JPG
    – Sebanyak 100 pelari ambil bagian dalam Fun Run 10K “Run for Orangutans: Their Forest, Our Future” di Bukit Mas Ecopark, Minggu (23/8/2026). (Dok: YOSL-OIC)

    Sebelum Fun Run 10K digelar, Orangutan Festival 2026 juga menghadirkan lima pesepeda dari komunitas Chemonk dalam sesi chit chat di Huta Coffee, Padang Sidempuan. Mereka merupakan bagian dari perjalanan Ekspedisi Hutan Merdeka yang diinisiasi Satya Bumi.

    Ekspedisi tersebut dimulai dari Jakarta pada 2 Agustus 2026. Para pesepeda menempuh perjalanan lebih dari 1.700 kilometer sebelum tiba di Jembatan Trikora, Batang Toru, pada 19 Agustus 2026, bertepatan dengan Hari Orangutan Sedunia.

    Perjalanan itu membawa pesan “Jaga Hutan, Jaga Orangutan” dan menjadi bagian dari kampanye untuk meningkatkan perhatian publik terhadap perlindungan orangutan serta ekosistem tempatnya hidup.

    rangkaian orangutan festival 2026 kemudian ditutup melalui aktivitas olahraga di bukit mas ecopark. Festival yang memadukan diskusi, kampanye, olahraga, dan keterlibatan masyarakat umum itu kembali menegaskan satu pesan, perlindungan orangutan dimulai dari perlindungan habitatnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More