Demam Kartu Pokemon di Medan, Ada yang Tembus hingga Rp80 Juta

- Wilson, pemilik Loca Mart dan Coffee Loca di Medan, menjadi distributor resmi kartu Pokemon Indonesia dan menyaksikan lonjakan besar minat serta harga dalam komunitas TCG lokal.
- Harga kartu langka seperti Pikachu Pohon dan Charizard Emas melonjak drastis hingga puluhan juta rupiah, memicu banyak kolektor lama menjual stok sementara pemula membanjiri pasar.
- Wilson menekankan pentingnya membeli kartu karena hobi, bukan investasi, serta mengingatkan soal penipuan di pasar panas dan mengajak pemain fokus pada aspek permainan TCG itu sendiri.
Medan, IDN Times – Kalau dulu Pokemon cuma nostalgia masa kecil, sekarang Trading Card Game (TCG) atau Kartu Pokemon lagi panas-panasnya di Medan. Salah satu pelakunya yaitu Wilson, owner Lokamart sekaligus Coffee Loca, official distributor kartu Pokemon bahasa Indonesia di Sumut.
“Aku nggak nyari TCG, TCG yang approach aku,” kata Wilson sambil ketawa.
Kepada IDN Times, dia bercerita bahwa sejak 3 tahun lalu, komunitas Pokemon tiba-tiba main di kafenya. Wilson yang dulu kolektor Pokemon waktu kecil, langsung nostalgia. “Dari situlah pelan-pelan lihat, TCG ini apa sih sebenarnya?”
Bagi Wilson Pokemon TCG dibuat untuk dimainkan, bukan ditabung atau sebagai investasi. “Namanya trading card game. Card game dulu, baru trading. Trading-nya ya tukaran sama teman. Kamu ada kartu A, aku ada kartu B, yuk tukaran," tutur Wilson.
Tapi 6-8 bulan terakhir, permintaan meledak. “Bukan FOMO, tapi demand naik gila-gilaan. Barang susah dapat, harga ikut terbang. Tahun lalu masih terjangkau, sekarang? “Agak susah dijangkau," ujarnya.
1. Harga gila-gilaan, Pikachu Pohon Rp80 Juta

Menurutnya, harga kartu pokemon sudah mulai gila-gilaan. Biang keroknya kartu langka. Contoh di set Ledakan Peniada ada Pikachu Pohon dan Charizard Emas. "Versi Jepangnya susah banget. Harus beli starter deck yang udah nggak ada,” jelas Wilson.
Hasilnya? “Pikachu PSA 10 bahasa Jepang udah mau Rp80 juta. Charizard Emas lebih tinggi. Bahasa Inggris juga mahal banget," sambungnya.
Dia juga menambahkan bahwa, kartu pokemon versi bahasa Indonesia ikut kebawa. “Dulu kartu top chase Pokemon Indo masih Rp2 jutaan. Sekarang Pikachu Pohon kartu biasa doang Rp6,5 juta. Charizard Emas Rp8-10 juta. Nggak pernah semahal ini,” kata Wilson.
Box Ledakan Penjara yang biasa Rp600 ribu, kini tembus Rp1,2 juta di hari rilis. Fenomena sekarang, dikatakannya kolektor lama menjual 50 persen inventory. “Harganya terlalu tinggi, mereka coba exit dulu,” ungkap Wilson. Yang masuk? “Pemula semua. Mereka nggak lihat grafik, tapi ‘oh kartunya saya suka, saya mampu beli, ya saya beli’,” ungkap Wilson.
Karena pemula membanjir, harga loncat tinggi. “Mereka beli karena tren. Teman ada, masa saya nggak ada. Beli satu, beli dua," katanya.
Namun, Wilson nggak yakin sampai kapan harga melonjak. "Pokemon itu cycle 5 tahun sekali. Tahun ini ulang tahun ke-30, kebetulan ada lonjakan," tuturnya.
2. Loca mart menjadi salah satu toko offline TCG di Medan yang Jual PSA Sleeve

Dia juga mengatakan beda Loca mart dengan tempat lain, karena official distributor bahasa Indonesia, dan salah satu di Medan yang jual-beli kartu dari berbagai bahasa sampai PSA Sleeve.
Baginya, punya toko offline menjadi kuncinya. “Ada kredibilitas yang dijaga. Harga beli-jual nggak ngasal. Kalau kemahalan, besok masih bisa mampir marahin orangnya,” kelakarnya. “Kalau online, beli kemahalan ya udah, buat pembelajaran," ungkapnya.
Wilson berpesan tentang penipuan yang kini kian marak, karena trending kartu pokemon.
"Di market sepanas ini, Pokemon nggak mungkin murah. Ada yang buka pre-order Ledakan Penjara Rp600 ribu padahal harga pasar Rp1,2 juta? Itu terlalu indah buat jadi kenyataan," ujarnya.
3. Tips buat pemula: beli karena suka, bukan karena cuan

Wilson sering menahan orang yang mau membeli kartu pokemon. Sebab, baginya kartu Pokemon bukan karena trend tapi beli karena suka. "Kalau nanya ‘mana yang lebih ada value?’, aku nggak setuju. Beli kartu mulai dari suka dulu. Suka Charizard? Beli semua Charizard. Jangan lihat rarity,” sarannya.
“Kalau merasa kemahalan, jangan dipaksain. Jangan cari yang termurah di market sepanas ini. Nanti kalau udah stabil, baru cari murah,” tambahnya.
Kini, banyak yang tidak mengetahui, Pokemon TCG udah setara e-sport. “Turnamennya ada tingkat kota sampai internasional. Di Indonesia ada Great Ball League sampai Master Ball League,” jelas Wilson.
“Kalau juara Master Ball League, diundang ke Kejuaraan Dunia. Akomodasi dan tiket pesawat ditanggung Pokemon. Juara dunia hadiahnya lumayan.” Bahkan tim e-sport Onic punya divisi TCG," sering juara satu juga," tuturnya.
Wilson memprediksi harga kartu pokemon kedepannya bakal dikoreksi, tapi tidak lama. “Sekarang banyak pemain lama pegang cash karena udah exit. Mereka nunggu harga turun 30 persen buat borong lagi. Jadi kalau koreksi, kita semua happy, terus naik lagi," katanya.
Buat yang mau grading ke PSA, Wilson sarankan ke official flagship di Singapura atau Malaysia seperti Concept Trading. “Prosesnya bisa setengah tahun lebih sekarang, dan makin mahal," terangnya.
Pesan terakhir Wilson adalah Pokemon itu dimainkan. Beli kalau suka. Jangan membeli karena potensi double bagger. "Kalau mau investasi, masih banyak instrumen yang lebih aman. Tapi kalau beli karena suka, itu yang paling benar.”
Mau belajar main? Locamart punya komunitas. “Perfect-nya buka pack isi 5 kartu random. Ada yang bisa dipake main. Itu tujuan utamanya. Kalau dapat kartu mahal, itu bonus,” tutup Wilson.
Loca mart berlokasi di Coffee Loca, jalan T. Amir Hamzah nomor 11 Medan. Tempat ini sudah 3 tahun menjadi rumah buat TCG Pokemon, bukan sekadar jualan, tapi juga edukasi: main dulu, cuan belakangan.


















