Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kisah Perjuangan Ramlah, Jemaah Haji Tertua Aceh Berusia Lebih 1 Abad

Kisah Perjuangan Ramlah, Jemaah Haji Tertua Aceh Berusia Lebih 1 Abad
Ramlah Sali (102) menjadi calon jemaah haji tertua asal Aceh tahun 2026. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
Intinya Sih
  • Ramlah Sali, perempuan 102 tahun asal Aceh Tamiang, menjadi calon jemaah haji tertua Aceh 2026 dan berangkat bersama anaknya melalui Embarkasi Aceh.
  • Ia berhasil menunaikan impian berhaji setelah bertahun-tahun menabung dari uang pemberian anak-anaknya yang awalnya disebut sebagai uang jajan.
  • Meski berusia lebih dari satu abad, Ramlah masih bugar, mampu berjalan tanpa tongkat, dan menjalani perjalanan haji pertamanya dengan tenang meski baru pertama kali naik pesawat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banda Aceh, IDN Times - Ramlah Sali, menjadi calon jemaah haji tertua asal Aceh tahun 2026. Perempuan berusia 102 tahun warga Kampung Alue Lhok, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh tamiang, ini berangkat ke Tanah Suci bersama salah seorang anaknya.

Ramlah Sali beserta putranya, tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 4 Embarkasi Aceh. Meski berasal dari Kabupaten Aceh Tamiang, akan tetapi ia bergabung dengan Kota Langsa.

Mereka bertolak ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Kabupaten Aceh Besar, pada Sabtu (9/5/206).


1. Menabung dari uang pemberian anak

WhatsApp Image 2026-05-09 at 16.19.58 (1).jpeg
Calon jemaah haji asal Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Raut bahagia terpancar dari wajah Ramlah Sali, calon jemaah haji tertua asal Aceh itu akhirnya mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci setelah bertahun-tahun menabung dari uang pemberian anak-anaknya.

Perempuan lanjut usia yang kini bergabung dalam kelompok terbang (kloter) Kota Langsa itu mengaku bersyukur karena impian berhaji yang selama ini selalu dipanjatkannya dalam doa akhirnya terwujud.

“Senang, sehat-sehat. Makan juga lancar,” kata Ramlah saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Kota Banda Aceh, pada Jumat (8/5/2026).

Keinginan menunaikan ibadah haji sudah lama tersimpan dalam dirinya. Namun keterbatasan ekonomi membuatnya hanya bisa menabung sedikit demi sedikit di rumah.

Ramlah mengatakan uang tabungan haji berasal dari pemberian anak-anaknya yang awalnya disebut sebagai uang jajan. Uang itu kemudian disisihkan dan disimpan di lemari hingga akhirnya cukup untuk mendaftar haji.

“Uangnya dikasih anak-anak ditabung. Anak bilang ini untuk jajan mak. Tapi saya tabung sedikit-sedikit di rumah. Waktu sudah dua tahun, sudah cukup daftar haji,” ujarnya.


2. Masih mampu berjalan, bahkan menyapu di rumah

WhatsApp Image 2026-05-09 at 16.19.58.jpeg
Calon jemaah haji asal Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Meski telah berusia lebih dari satu abad, kondisi fisik Ramlah masih tergolong baik. Ia mengaku masih mampu berjalan sendiri tanpa tongkat, bahkan masih menyapu dan mengepel rumah.

“Nggak pakai tongkat, masih bisa jalan sendiri. Menyapu, mengepel rumah juga masih bisa,” ujarnya.

Ibu dari 13 anak itu menceritakan kesehariannya semasa muda di kampung. Ia terbiasa bekerja dan memasak untuk keluarga sejak pagi hingga malam.

“Masak-masak kerja di kampung, mamak sudah kerja. Nanti pulang anak-anak makan,” katanya.


3. Baru kali ini perjalanan jauh dan naik pesawat

WhatsApp Image 2026-05-09 at 16.21.28.jpeg
Ramlah Sali (102) menjadi calon jemaah haji tertua asal Aceh tahun 2026. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Perjalanan menuju keberangkatan haji juga dijalani dengan sederhana. Saat mengikuti manasik, Ramlah kerap dibonceng sepeda motor oleh anaknya.

“Bonceng naik kereta sama anak. Kadang hari Sabtu pergi, hari Minggu pergi manasik,” katanya sambil tersenyum.

Meski baru pertama kali naik pesawat dan belum pernah bepergian jauh dari kampung halamannya, Ramlah mengaku tidak merasa takut.

“Belum pernah naik pesawat, enggak pernah ke mana-mana tinggal di kampung. Tapi Alhamdulillah rasanya enggak ada susahnya, tenang-tenang saja,” ujarnya.

Di balik usianya yang renta, Ramlah menyimpan doa sederhana saat berada di Tanah Suci nanti.

“Minta selamat, minta sehat, bisa buat amal ibadah, itu aja,” katanya.

Ia juga mengaku selama ini terus memanjatkan doa agar diberi kesempatan berhaji.

“Ya Allah ya Tuhanku, dapatkan aku pergi ke sana. Kalau enggak bisa aku ke sana, dapatlah kawanku untuk menggantikan,” tuturnya lirih.

Soal rahasia tetap sehat di usia tua, Ramlah mengaku tidak memiliki resep khusus. Ia hanya menghindari dua jenis sayur yang menurutnya membuat tubuhnya sakit.

“Makan apa saja, cuma enggak mau makan kangkung sama bayam. Dua itu enggak bisa kumakan,” ujarnya.


Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More