Curhatan Istri Sopir Bus ALS yang Tewas dalam Kecelakaan Maut Sumsel

- Siti, istri sopir bus ALS bernama Zulfan, menahan duka saat menceritakan kehilangan suaminya yang tewas dalam kecelakaan maut di Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan.
- Sebelum meninggal, Zulfan menunjukkan perilaku tak biasa seperti diam dan tidak mencium anak perempuannya seperti biasanya, membuat Siti merasa ada tanda aneh.
- PT ALS berjanji memberikan tali asih, membantu uji DNA keluarga korban di Palembang, serta mengurus pemulangan jenazah penumpang dan kru termasuk sopir Zulfan.
Medan, IDN Times - Siti (40 tahun) sekuat hati menahan air matanya yang berdesakkan ingin meluruh saat curhat dengan Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution. Istri dari sopir bus bernama Zulfan yang tewas dalam kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatra (ALS) itu, beberapa kali tampak mengelus kepala anaknya.
Di PO bus ALS Siti dan keluarga tengah bersiap pergi ke Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel). Mereka hendak melakukan uji DNA di Rumah Sakit Bhayangkara untuk bisa mengidentifikasi jenazah Zulfan yang hangus terbakar bersama belasan korban lainnya.
1. Sempat tidak percaya dengan kabar kecelakaan bus ALS di Sumsel

Tatapan Siti tampak nanar saat ALS memanggilnya untuk berangkat ke Sumsel. Ia bercerita bahwa kematian sang suami ia ketahui pada Rabu (6/5/2026) malam.
Ia sempat dikabari seorang temannya yang membaca berita bahwa ada kecelakaan bus ALS. Siti sempat menepis kabar itu karena merasa tak percaya.
"Terus saya bilang, bukan itu, karena suami saya katanya pulang ke rumah malam ini," curhat Siti, Kamis (7/5/2026).
Tak berselang lama, Siti kaget usai banyak sekali kerabat dan keluarga menghubunginya. Isi dari pesan mereka serupa, yakni mengucapkan belasungkawa.
"Menjeritlah saya di situ. Saya enggak menyangka. Tak rela saya dia pergi," lanjut Siti sembari terisak.
2. Siti merasa ada perangai aneh yang ditunjukkan suaminya sebelum meninggal

Siti mengaku sempat merasa ada yang janggal dari perangai suaminya sebelum meninggal dunia. Saat berangkat kerja beberapa waktu lalu, suaminya lebih banyak diam.
"Saya bilang ke suami waktu itu, 'pergi saya ya,' tapi diam saja dia. Enggak peduli dia. Sampai saya peluk pun dia, 'awas jauh-jauh katanya'," beber Siti dengan air mata yang menggantung di pelupuk.
Siti merasa semakin aneh ketika suaminya, Zulfan, tidak seperti biasanya yang mencium anak perempuan mereka sebelum bekerja. Alih-alih saat itu ia cukup lama menelepon anak laki-laki mereka yang sudah remaja.
"Anak kami ada dua, laki-laki yang pertama sudah besar dan satu lagi perempuan ini masih SMP. Nah biasanya dia gak pernah teleponan begitu. Jadi kayak terbalik gitu sikapnya," jelas perempuan paruh baya itu.
3. PT ALS janji beri tali asih dan urus kepulangan jenazah para korban

Direktur PT ALS, Chandra Lubis, mengatakan bahwa pihaknya berjanji bertanggung jawab atas insiden kecelakaan maut ALS di Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan. Mereka juga tengah mengurus pemberangkatan keluarga korban ke Palembang untuk melakukan uji DNA sekaligus kepulangan para jenazah.
"Kalau ALS sudah pasti kalau dalam kondisi kayak gini (memberikan santunan). Kami tetap memberi tali kasih dan biaya ambulans kami akan bantu ke mana korban diantar," kata Chandra, Kamis (7/5/2026).
Bukan hanya menanggungjawabi penumpang, Chandra mengatakan bahwa pihaknya turut mengurus kepulangan jenazah kru mereka termasuk sopir Zulfan. Sebab bagi Chandra, kru ALS sudah menjadi bagian dari keluarga.
"Benar, yang kru juga nanti akan kita bantu. Karena memang semua kru di sini adalah keluarga kami. Intinya itu. Jadi, kami gak akan melupakan bagian dari karyawan kami ini sebagai orang lain, tapi bagian dari keluarga ALS," pungkasnya.

















