Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

FOKUS Apresiasi Keseriusan PTAR Lestarikan Biodiversitas Batangtoru

Kab. Tapanuli Selatan
FOKUS Apresiasi Keseriusan PTAR Lestarikan Biodiversitas Batangtoru
Stasiun Riset Batangtoru (Dok. PTAR)
Share Article

Tapanuli Selatan, IDN Times - Forum Konservasi Orangutan Sumatera (FOKUS) mengapresiasi langkah nyata PT Agincourt Resources (PTAR) dalam mendukung upaya konservasi orangutan Tapanuli dan keanekaragaman hayati di ekosistem Batangtoru. Apresiasi itu disampaikan setelah tim FOKUS melihat langsung berbagai upaya konservasi dan aktivitas penelitian di Stasiun Riset Batangtoru.

Ketua FOKUS, Julius Paolo Siregar, menilai stasiun riset yang dibangun PTAR bersama Yayasan Marsada Sahata Lestari itu merupakan bukti konkret keberpihakan perusahaan terhadap konservasi orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis), spesies kera besar yang terancam punah

”Ini salah satu upaya nyata yang sudah kami lihat. Meskipun tentu perlu peningkatan, dengan melihat kembali target-target di dalam konservasi, khususnya untuk orangutan Tapanuli di Batangtoru,” ujarnya.

Menurut Julius, upaya konservasi ke depan perlu melihat ekosistem dalam perspektif lanskap, tidak hanya berfokus pada satu spesies maupun habitat tertentu.

"Konservasi itu tidak monoton pada habitat ataupun spesies, tetapi berbasis landscape. Peran private sector menjadi penting untuk mengajak para investor memberikan perhatian lebih kepada ekosistem setempat," katanya.

Koordinator Kelompok Pemerhati FOKUS, Khairul Azmi, berharap stasiun riset itu menjadi percontohan bagi perusahaan lain.

"Hari ini saya mendapatkan kepuasan setelah melihat langsung kepedulian perusahaan terhadap konservasi orangutan dan keanekaragaman hayati di sekitar asetnya. Stasiun riset ini kalau bisa menjadi pilot project bagi perusahaan-perusahaan lain di Sumatera Utara," ujarnya.

Ahli konservasi primata sekaligus anggota Biodiversity Advisory Panel (BAP) PTAR, Sri Suci Utami Atmoko, Ph.D., menjelaskan Stasiun Riset Batangtoru berada di Area Penggunaan Lain (APL) pada ketinggian 175–500 mdpl.

”Lokasi ini penting karena merupakan habitat dataran rendah yang disukai orangutan, tetapi masih minim diteliti. Ini akan menjadi informasi yang sangat penting untuk ilmu pengetahuan," ujarnya.

Hasil pemantauan camera trap menunjukkan area preservasi Martabe menjadi habitat bagi tiga satwa ikonik, yakni orangutan Tapanuli, harimau Sumatera, dan tapir.

”Tiga flagship species itu cuma ada di sini, di Batangtoru,” kata Suci.

Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PT Agincourt Resources, Syaiful Anwar, mengatakan pengembangan Stasiun Riset Batangtoru diarahkan tidak hanya sebagai lokasi penelitian, tetapi juga sebagai ruang untuk menghasilkan pengetahuan yang dapat berkontribusi pada ilmu konservasi. Sejumlah hasil penelitian PTAR telah dipresentasikan dalam konferensi nasional dan internasional.

”Ke depan, kami ingin hasil-hasil riset dari stasiun ini semakin banyak berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan. Kami juga membuka ruang bagi mahasiswa yang memiliki kebutuhan riset sesuai dengan prioritas penelitian di stasiun ini,” pungkasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More