Presiden Prabowo Hari Ini ke Riau, TK-SMP Diliburkan karena Karhutla

- Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meninjau kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kampar, Riau, dengan waktu kedatangan yang masih tentatif.
- Kabut asap pekat membuat kualitas udara Pekanbaru sangat tidak sehat; PAUD hingga SMP beralih daring, sementara 62 sekolah TK-SMP di Pelalawan menghentikan tatap muka.
- Kebakaran 300 hektar lahan gambut di Karumutan, Pelalawan, belum terkendali akibat angin kencang; tim gabungan melakukan pemadaman, penyekatan, dan water bombing.
Pekanbaru, IDN Times - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan ke Provinsi Riau pada hari ini, Senin (24/8/2026). Adapun agendanya, memantau kondisi kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di Bumi Lancang Kuning.
Terkait hal ini, dibenarkan oleh Kapendam XIX Tuanku Tambusai Kolonel M Faizal Rangkuti. "Iya betul," ucapnya.
Dikatakan Kolonel M Faizal, Presiden Prabowo dalam agendanya, akan meninjau Karhutla yang terjadi di Kabupaten Kampar.
"Bapak Presiden rencananya meninjau Karhutla di Kampar," sebutnya.
Ditanya soal kapan tibanya, Kolonel M Faizal menyebut masih tentatif. "Masih tentatif," sebutnya
Diketahui, kondisi Karhutla di Provinsi Riau semakin parah. Alhasil, kabut asap pekat mulai melanda, terkhususnya di Kota Pekanbaru.
Bahkan, indeks kualitas udara di Kota Pekanbaru menunjukkan kategori sangat tidak sehat. Tak hanya mengganggu pandangan, bau asap juga tercium sangat menyengat.
Sejumlah pengguna sepeda motor maupun pejalan kaki, terlihat sudah menggunakan masker ketika berada diluar.
1. TK, SD dan SMP di Pekanbaru tiadakan kegiatan di sekolah

Surat Edaran tentang penyesuaian kegiatan pembelajaran akibat penurunan kualitas udara di Kota Pekanbaru (IDN Times/ dok Pemko Pekanbaru) Melihat kondisi kabut asap yang pekat serta kualitas udara yang sangat tidak sehat, Pemerintah Kota Pekanbaru memutuskan untuk meniadakan sementara aktivitas pembelajaran tatap muka di sekolah dan menggantikannya dengan pembelajaran secara daring atau pembelajaran jarak jauh.
Hal diatas berlaku untuk PAUD/ TK, SD dan SMP se Kota Pekanbaru. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal.
Proses belajar tetap berjalan, tetapi dilaksanakan secara daring dari rumah. Kebijakan ini kita ambil untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik dari paparan kabut asap," kata Abdul Jamal.
Selama pembelajaran daring, dilanjutkannya, peserta didik tidak perlu datang ke sekolah maupun mengikuti kegiatan sekolah lainnya yang mengharuskan kehadiran secara langsung.
"Pihak sekolah juga diminta memberikan pembelajaran secara sederhana, efektif, dan tidak membebani peserta didik selama kegiatan belajar dari rumah berlangsung," lanjutnya.
Abdul Jamal turut meminta orang tua dan wali murid memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah selama kondisi kualitas udara belum membaik.
"Jangan sampai karena tidak datang ke sekolah, anak-anak justru bermain di luar rumah. Kami minta orang tua menjaga anak-anak tetap di rumah. Kalau memang ada keperluan mendesak untuk keluar, gunakan masker," pintanya mengingatkan.
Ia menegaskan, kebijakan belajar daring tersebut berlaku khusus untuk hari ini saja. Pelaksanaan pembelajaran pada hari berikutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi kualitas udara berdasarkan informasi BMKG dan instansi terkait.
"Kita akan melihat perkembangan kondisi kualitas udara. Untuk kegiatan belajar hari berikutnya akan kita sesuaikan berdasarkan informasi BMKG dan instansi terkait. Mudah-mudahan kondisi udara segera membaik sehingga anak-anak dapat kembali belajar di sekolah dengan aman dan nyaman," pungkasnya.
2. Di Pelalawan 62 sekolah hentikan kegiatan pembelajaran

Ilustrasi Kabut Asap akibat Karhutla (IDN Times/KLHK) Sama halnya dengan Kota Pekanbaru, di Kabupaten Pelalawan juga melakukan hal sama. Total, ada 62 sekolah yang dihentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka karena kabut asap yang semakin pekat. Demikian dikatakan Bupati Pelalawan H Zukri.
"Total ada 62 sekolah, mulai dari TK, SD dan SMP. Sedangkan SMA, karena kewenangan provinsi, tak berani kita memerintakannya, paling imbauan saja," kata Bupati Pelalawan Zukri.
Kebijakan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah, dilakukan sebagai langkah antisipasi agar peserta didik tidak terpapar asap dalam waktu lama.
Zukri juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan siswa, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih terdampak asap. Warga juga diminta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.
3. 300 hektar lahan gambut terbakar di Pelalawan

Tim Manggala Agni Siak saat berusaha memadamkan api di Kabupaten Pelalawan (IDN Times/ dok Manggala Agni Siak) Di sisi lain, lahan gambut seluas 300 hektar di Kecamatan Karumutan, Kabupaten Pelalawan, terbakar. Karhutla di lokasi tersebut terus meluas dan api belum bisa dikendalikan.
Kadaops Manggala Agni Siak Ihsan mengatakan, pihaknya mengalami sedikit kesulitan untuk memadamkan api di lokasi kebakaran.
"Angin kencang dan kebakaran cukup masif, menyulitkan tim melakukan pemadaman," katanya.
Dijelaskan Ihsan, untuk mencegah api terus meluas, tim Manggala Agni bersama BPBD, Polri, TNI dan relawan berusaha membuat sekat dan embung di sekitar lokasi. Pemadaman juga dibantu Satgas udara dengan menggunakan helikopter waterbom milik BNPB.
"Tim fokus untuk memadamkan dan membuat penyekatan disekitar lokasi," pungkasnya.



















