Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gaji Pengasuh Tersendat Jadi Motif Dugaan Penyiksaan 2 Bocah Dairi

Kota Medan
Gaji Pengasuh Tersendat Jadi Motif Dugaan Penyiksaan 2 Bocah Dairi
Tersangka penganiayaan dua bocah di Dairi, Sumatra Utara, ditangkap polisi. (Dok: Polres Dairi)
  • Polisi mengungkap dugaan penganiayaan terhadap AGP dan AP di Kabupaten Dairi yang diduga dilakukan RS.
  • Persoalan pembayaran upah pengasuhan Rp500 ribu setiap minggu disebut menjadi pemicu kekerasan terhadap kedua anak.
  • Kedua korban telah mendapat perawatan medis dan dirujuk ke RSU Haji Medan, sementara RS diperiksa polisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah upah pengasuhan disepakati secara jelas?
Share Article

Dairi, IDN Times – Polisi mengungkap motif dugaan penganiayaan terhadap dua bocah kakak beradik di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara yang sempat viral di media sosial. Penganiayaan yang diduga dilakukan RS (52) terhadap AGP (7) dan AP (6) disebut dipicu persoalan pembayaran upah pengasuhan.

Kedua anak tersebut dititipkan kepada RS oleh ibunya, R Sianturi (53), yang bekerja di sebuah rumah makan di Balige, Kabupaten Toba. Ayah kedua korban disebut sedang menjalani hukuman penjara karena kasus narkoba.

  1. 1. Upah pengasuhan bermasalah, pelaku lampiaskan ke dua bocah

    Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti)
    Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti)

    Darman mengatakan persoalan pembayaran upah pengasuhan menjadi pemicu RS melakukan kekerasan terhadap kedua anak. Menurut dia, pembayaran Rp500 ribu per minggu mengalami kendala hingga RS merasa tidak terima.

    "Pelaku ini merasa tidak terima dan melampiaskannya kepada si anak," kata Darman kepada awak media di Dairi, Senin (24/8/2026).

    Dalam pemeriksaan, polisi menyebut RS melakukan kekerasan menggunakan sejumlah benda yang terdapat di rumah. Di antaranya sapu, hanger, sandal, hingga kayu. "Semua sekujur tubuh korban ini mengalami penganiayaan, mulai dari kepala dibenturkan, kemudian juga tangannya, bibirnya ada yang dibakar menggunakan mancis," kata Darman.

    Penganiayaan tersebut disebut tidak berlangsung sekali. Polisi menduga kedua bocah berulang kali menjadi korban kekerasan sehingga mengalami luka di sejumlah bagian tubuh.

  2. 2. Luka di sekujur tubuh, satu korban alami patah tulang

    Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (IDN Times/Arief Rahmat)

    Darman mengatakan pemeriksaan menemukan luka pada berbagai bagian tubuh kedua korban. Selain kepala dan bibir, bagian perut, kaki, serta lengan juga mengalami luka.

    "Kemudian perutnya semua bekas luka penganiayaan semua, kakinya juga, dan lengan sebelah kiri mengalami patah tulang karena didorong," jelas Darman.

    Kondisi kedua korban kemudian membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Setelah mendapatkan perawatan awal di RSUD Sidikalang, AGP dan AP dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan.

    "Saat ini kondisi korban sudah semakin membaik, langsung ditangani penanganan pertama dari tim medis," kata Darman.

    Sementara itu, RS telah diciduk untuk menjalani proses pemeriksaan terkait dugaan penganiayaan terhadap kedua anak tersebut.

  3. 3. Kasus terbongkar setelah AGP ditemukan warga dalam kondisi luka

    Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (IDN Times/Sukma Shakti)
    Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (IDN Times/Sukma Shakti)

    Kasus tersebut terungkap setelah AGP ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kondisi AGP kemudian direkam dan videonya beredar di media sosial. Warga yang mengetahui kejadian tersebut selanjutnya melaporkannya kepada Polres Dairi.

    Petugas kemudian mendatangi lokasi, mengamankan RS, dan membawa korban untuk mendapatkan perawatan medis di RSUD Sidikalang.

    Dari hasil pemeriksaan dan keterangan AGP, polisi kemudian mengetahui bahwa AP, adik korban, juga diduga mengalami kekerasan. Kasus tersebut kini ditangani Satreskrim Polres Dairi untuk mengungkap rangkaian kejadian secara keseluruhan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More