25 Dokter Indonesia Ikut SSMART 2026 di Penang, Pelajari Bedah Robotik

- Lebih dari 25 dokter Indonesia mengikuti SSMART 2026 di Penang untuk bertukar pengalaman klinis dan mempelajari bedah robotik serta minimal invasif bersama tenaga medis Asia Tenggara.
- Peserta membahas pemilihan pasien, risiko, keselamatan, kesiapan tim operasi, dan koordinasi multidisiplin, serta mengikuti sesi hands-on untuk melihat penggunaan sistem bedah robotik.
- Sunway Medical Centre Penang telah menjalankan lebih dari 350 prosedur robotik; rangkaian SSMART berlanjut dengan workshop 23 Agustus 2026 bagi peserta lokal dan internasional.
Penang, IDN Times– Lebih dari 25 dokter asal Indonesia ambil bagian dalam Surgical Symposium on Advanced Robotic Technology (SSMART) 2026 yang digelar Sunway Medical Centre Penang (SMCP). Para dokter tersebut bergabung bersama tenaga medis dari Malaysia dan sejumlah negara Asia Tenggara untuk berbagi pengalaman klinis sekaligus mempelajari perkembangan terbaru bedah robotik dan bedah minimal invasif.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, SSMART 2026 menjadi wadah bagi tenaga medis untuk bertukar pengetahuan, memperluas jaringan profesional, serta mendiskusikan penerapan teknologi robotik dalam dunia kedokteran.
Bagi dokter Indonesia, forum ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk melihat teknologi medis terbaru. Mereka juga membawa pengalaman klinis dan perspektif mengenai kebutuhan pelayanan kesehatan di Indonesia untuk dibagikan kepada peserta dari negara lain.
1. Bukan sekadar belajar teknologi bedah robotik

Surgical Symposium on Advanced Robotic Technology (SSMART) 2026 digelar Sunway Medical Centre Penang (SMCP). (dok.SMCP) Delegasi Indonesia berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari dokter spesialis, konsultan bedah, dokter residen hingga dokter umum. Mereka mewakili sejumlah rumah sakit, universitas, dan organisasi layanan kesehatan dengan bidang keahlian seperti bedah umum, bedah digestif, urologi, urologi anak, ortopedi, obstetri dan ginekologi, hingga pelayanan kesehatan primer.
Pertukaran pengalaman menjadi salah satu bagian penting dalam SSMART 2026. Para dokter tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai teknologi bedah robotik, tetapi juga berdiskusi mengenai pemilihan pasien, penerapan bedah minimal invasif, pengelolaan risiko, hingga keselamatan pasien.
Dari sisi operasional, peserta juga mempelajari berbagai aspek yang mendukung keberhasilan bedah robotik, seperti kesiapan kamar operasi, anestesi, keperawatan, tim perioperatif, serta koordinasi multidisiplin.
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah sesi hands-on sistem bedah robotik. Melalui sesi tersebut, dokter Indonesia mendapatkan kesempatan melihat secara langsung bagaimana teknologi robotik digunakan dalam prosedur bedah minimal invasif.
Pengalaman ini memberikan gambaran mengenai pemanfaatan teknologi untuk membantu visualisasi, ketangkasan instrumen, dan presisi dokter bedah. Namun, teknologi tetap ditempatkan sebagai pendukung keputusan klinis, bukan pengganti keahlian dokter.
Hubungan yang dibangun selama forum juga dapat membuka peluang diskusi kasus, pendidikan berkelanjutan, observasi klinis, hingga kolaborasi ilmiah di masa mendatang.
2. Sunway Medical Centre Penang punya teknologi bedah robotik

Surgical Symposium on Advanced Robotic Technology (SSMART) 2026 digelar Sunway Medical Centre Penang (SMCP). (dok.SMCP) SSMART 2026 juga menjadi kesempatan bagi SMCP untuk memperkenalkan pengalaman mereka dalam penerapan teknologi medis canggih. Rumah sakit tersebut disebut telah melakukan lebih dari 350 prosedur bedah berbantuan robot dalam berbagai bidang spesialisasi.
SMCP juga mencatat pencapaian berupa operasi tulang belakang robotik pertama pada 29 Januari 2026. Dalam layanan bedah robotiknya, SMCP menggunakan Da Vinci Xi Surgical System, yang disebut sebagai sistem pertama sejenisnya di Malaysia Utara.
Teknologi tersebut menawarkan visualisasi tiga dimensi beresolusi tinggi dengan pembesaran hingga 10 kali serta instrumen robotik yang dirancang untuk membantu ketangkasan dan ketepatan gerakan dokter bedah.
Selain itu, SMCP menggunakan Mako SmartRobotics System untuk prosedur penggantian sendi pinggul dan lutut tertentu.
Namun, Chief Executive Officer Sunway Medical Centre Penang, Christine Lee, menekankan bahwa keberhasilan bedah robotik tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi.
“Teknologi saja tidak menentukan keberhasilan bedah robotik,” ujarnya. Menurutnya, dokter bedah, dokter anestesi, perawat, tenaga kesehatan terkait, dan tim pendukung memiliki peran penting dalam setiap prosedur.
3. SSMART 2026 berlanjut dengan workshop

Surgical Symposium on Advanced Robotic Technology (SSMART) 2026 digelar Sunway Medical Centre Penang (SMCP). (dok.SMCP) Rangkaian SSMART 2026 tidak berhenti pada simposium. Pada 23 Agustus 2026, program dilanjutkan dengan hands-on robotic surgical system workshop yang diikuti tenaga medis lokal dan internasional, termasuk peserta dari Indonesia.
Workshop tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman langsung menggunakan sistem bedah robotik dalam lingkungan pembelajaran terstruktur. Dr Ann Teoh Ai Yean, Organising Chairperson SSMART 2026, mengatakan forum tersebut bukan hanya membahas teknologi robotik.
Menurutnya, SSMART menjadi ruang bagi para tenaga medis untuk saling belajar dan membahas bagaimana teknologi dapat membantu dokter memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pasien.
“Teknologi dapat meningkatkan apa yang kita lakukan, tetapi tidak dapat menggantikan alasan mengapa kita melakukannya,” katanya.
Kehadiran dokter Indonesia dalam SSMART 2026 juga membuka ruang bagi terbentuknya jaringan profesional lintas negara. Pengetahuan yang diperoleh peserta dapat dibagikan kembali kepada tim dan institusi masing-masing, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di Indonesia.
Selain aspek pendidikan medis, kegiatan ini turut dikaitkan dengan penguatan posisi Penang sebagai destinasi wisata medis regional.
Bagi pasien internasional, layanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan teknologi. Keahlian dokter, keselamatan pasien, kenyamanan perjalanan, kejelasan informasi, hingga kesinambungan perawatan juga menjadi bagian dari perjalanan pengobatan.
Dengan dukungan teknologi medis, tim multidisiplin, serta layanan untuk pasien internasional, SMCP menawarkan perjalanan perawatan yang mencakup konsultasi, persiapan keberangkatan, pengobatan, pemulihan hingga tindak lanjut setelah pasien kembali ke negara asal.



















