Foto Farhan saat dipiting dan dituduh pelaku pemerkosaan (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Drama tak berhenti sampai di situ, seorang pekerja gadai tiba-tiba menelepon Farhan. Ia mengaku mendapat nomornya dari anggota TNI tersebut. Pekerja gadai yang mengaku bernama Riko itu meminta Farhan menebus tabletnya dan mengajak COD (Cash on Delivery).
"Karena saya posisinya berada di kantor polisi sedang buat laporan, ya sudah langsung aja kami ajak polisinya nyoba nangkap. Kami ajak ketemuan di Citra Garden. Polisi juga sudah standby. Namun akhirnya tidak bertemu dengan pekerja gadai ini meskipun berjam-jam kami menunggu. Akhirnya kami pulang," ungkap mahasiswa semester akhir itu.
Di kos, Farhan berinisiatif melacak airpods dan tablet miliknya. Ia kaget bahwa airpods tersebut berada di lokasi yang tak ia lewati. Bahkan setelah ia datangi, airpods tersebut berada di dalam tanah.
Tak sampai di situ, melalui aplikasi bawaan Huawei, ia mencoba melacak tablet miliknya. Betapa terkejutnya ia saat melihat lokasi terakhir aktif di dekat markas TNI kemudian berpindah ke Pasar Millenium.
"Kami langsung ke Pasar Millenium. Di sana kami pastikanlah sama pekerja toko elektronik menanyakan ada gak yang mengantar tablet itu. 'Oh iya, Bang, aku lihat tadi nih, memang ke sini mau jual, tanya-tanya sama semua orang. Cuma nggak bisa, kami tolak semua (karena tak lengkap suratnya)’. Kami mintalah bukti CCTV juga. Ternyata benar, yang datang itu diduga anggota TNI ini," beber Farhan.
Berbekal bukti tersebut, Farhan juga turut melaporkan kasus ini ke Polisi Militer. Ia menceritakan dari awal kasus ini berjalan. Hingga akhirnya anggota TNI yang dilaporkan dipanggil.
"Bapak PM membantu kami. Dia telepon langsung si tentara ini. Nggak berapa lama datang dia. Dia bawa tablet saya. Namun dia ngakunya habis menebus tablet saya dari Milenium. Sementara kami sudah wawancara semua orang di sana, malah dia lah yang mau jual tablet saya. Terekam CCTV juga. Di PM pada akhirnya saya memutuskan untuk damai dan tablet saya dikembalikan," jelasnya.
Farhan mengaku trauma atas kejadian yang dialaminya. Mulai dari percobaan pembegalan, pencurian, sampai membawa kasus ini ke Polisi Militer dan pihak kepolisian. Bahkan, Polisi Militer berbaik hati sempat menjaganya di warung takut jika terjadi sesuatu dengan Farhan.
"Saya berharap kasus ini tak terulang lagi. Dan pelaku yang sempat mencoba membegal saya segera ditangkap," pungkas Farhan.