Bea Cukai Sumut Perkuat Budaya Keselamatan Kerja Pengawasan Ekspor

- Kepala Kanwil Bea Cukai Sumut Rudy Rahmaddi meninjau SOP pemeriksaan ekspor CPO dan keselamatan kerja di PT Musim Mas serta BLBC Medan pada 29 Juli 2026.
- Peninjauan mencakup instruksi kerja, kesiapan fasilitas, kondisi kesehatan personel, penggunaan APD, dan penerapan keselamatan di lapangan maupun laboratorium.
- Bea Cukai Sumut menargetkan zero accident melalui koordinator keselamatan, kepatuhan SOP, dan manajemen risiko untuk mendukung pengawasan profesional serta kelancaran logistik nasional.
Medan, IDN Times - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Utara, Rudy Rahmaddi, didampangi Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan standar operasional pemeriksaan ekspor serta sistem keselamatan dan kesehatan kerja di PT Musim Mas dan Balai Laboratorium Bea Cukai (BLBC) Medan pada Rabu (29/7/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pengawasan yang mengedepankan aspek keselamatan personel, kepastian layanan, dan manajemen risiko.
Di PT Musim Mas , Rudy meninjau secara menyeluruh pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemeriksaan ekspor produk crude palm oil (CPO), mulai dari instruksi kerja, penerapan keselamatan kerja, kesiapan fasilitas yang disediakan perusahaan, hingga kondisi kesehatan personel sebelum melaksanakan pemeriksaan di lapangan.
Menurut Rudy, keberhasilan pengawasan tidak hanya diukur dari efektivitas pemeriksaan, tetapi juga dari konsistensi penerapan prosedur keselamatan bagi setiap petugas."Keselamatan personel merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pengawasan. Setiap prosedur harus dijalankan secara disiplin agar pelaksanaan tugas berlangsung aman, profesional, dan akuntabel," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga menekankan pentingnya keberadaan koordinator keselamatan pada setiap kegiatan pemeriksaan lapangan. Koordinator tersebut diharapkan mampu memastikan seluruh personel mematuhi prosedur keselamatan, melakukan pengawasan terhadap implementasi SOP, serta membangun budaya disiplin dalam setiap tahapan pemeriksaan.
Selain meninjau lokasi pemeriksaan ekspor, Kepala Kanwil Bea Cukai Sumut juga mengunjungi Balai Laboratorium Bea Cukai Medan untuk memastikan kesiapan sarana keselamatan kerja serta penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh petugas laboratorium.
Rudy menegaskan bahwa pengelolaan risiko harus menjadi bagian integral dari setiap proses bisnis Bea Cukai, termasuk pada aktivitas laboratorium yang memiliki karakteristik risiko tersendiri. "Kita ingin memastikan seluruh proses kerja, baik di lapangan, di lingkungan kantor, maupun di laboratorium, berlangsung dengan mengutamakan keselamatan. Target kita bukan hanya pelayanan dan pengawasan yang optimal, tetapi juga zero accident dalam setiap pelaksanaan tugas," tegasnya.
Melalui kunjungan tersebut, Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keselamatan kerja, meningkatkan kepatuhan terhadap standar operasional, serta membangun sistem pengawasan yang semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada perlindungan personel dalam mendukung kelancaran arus logistik dan perdagangan nasional.



















