Warga Desa Daulu di Karo Dilatih untuk Siaga Hadapi Ancaman Bencana

PLN Pusdiklat UPDL Tuntungan menggelar program Desa Siaga Bencana selama tiga hari di Desa Daulu, Karo, bersama BPBD, Damkar, dan Basarnas.
Warga menerima pelatihan serta perlengkapan seperti tandu lipat, pompa air portable, tas siaga, plang jalur evakuasi, dan titik kumpul untuk menghadapi keadaan darurat.
BPBD Karo mengingatkan ancaman longsor, banjir, erupsi gunung api, dan gempa vulkanik; warga diharapkan memanfaatkan ilmu serta merawat fasilitas kesiapsiagaan.
Karo, IDN Times - Tinggal di kawasan yang memiliki potensi bencana membuat kesiapsiagaan menjadi hal penting bagi masyarakat Desa Daulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Warga setempat kini dibekali pengetahuan, keterampilan, hingga fasilitas untuk menghadapi berbagai kondisi darurat.
PT PLN (Persero) Pusdiklat UPDL Tuntungan menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Desa Siaga Bencana di Desa Daulu, Rabu (30/9/2026). Program yang berlangsung selama tiga hari ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan mereka.
Bukan hanya memberikan bantuan peralatan, program tersebut juga menghadirkan edukasi dan pelatihan dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
1. Warga dibekali peralatan hingga jalur evakuasi

PT PLN Pusdiklat UPDL Tuntungan saat memberi peralatan untuk Desa Siaga Bencana di Desa Daulu, Kabupaten Karo (dok.PLN) Dalam rangkaian program tersebut, PLN Pusdiklat UPDL Tuntungan bersama BMM sebagai mitra pelaksana turut menyerahkan sejumlah perlengkapan kebencanaan kepada Desa Daulu.
Peralatan yang diberikan antara lain tandu lipat, pompa air portable, paket tas siaga bencana, serta perlengkapan pendukung lainnya.
PLN juga membantu menyediakan plang jalur evakuasi dan titik kumpul. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu warga menentukan arah ketika harus menyelamatkan diri saat terjadi bencana.
Manager PT PLN (Persero) Pusdiklat UPDL Tuntungan, Emmeilia Tobing, mengatakan kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab tim kebencanaan, tetapi perlu dibangun dari lingkungan keluarga.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis karena sering menjadi sosok yang memastikan keselamatan anggota keluarga ketika terjadi kondisi darurat.
“Menurut saya, kesiapsiagaan itu bisa lahir dari peran strategis seorang perempuan khususnya dalam keluarga, ia harus memastikan anggota keluarga tetap selamat ketika bencana. Karena itu penting membangun kesiapsiagaan serta memiliki keterampilan menghadapi bencana, serta menjadi pelindung keluarga dan sebagai agen perubahan masyarakat di Desa,” katanya.
2. Ada empat potensi bencana yang perlu diwaspadai

PT PLN Pusdiklat UPDL Tuntungan saat memberi peralatan untuk Desa Siaga Bencana di Desa Daulu, Kabupaten Karo (dok.PLN) Kepala BPBD Kabupaten Karo, Juspri Mahendra Nadeak, mengingatkan masyarakat Desa Daulu terhadap empat potensi bencana yang perlu diantisipasi. Keempatnya yakni tanah longsor, banjir, erupsi gunung api, dan gempa vulkanik.
Karena itu, peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dinilai penting agar warga tidak hanya mengetahui risiko bencana, tetapi juga memahami langkah yang harus dilakukan ketika situasi darurat terjadi.
Program Desa Siaga Bencana diharapkan dapat membuat masyarakat lebih siap menghadapi kondisi tersebut dengan memanfaatkan pengetahuan dan fasilitas yang telah diberikan.
3. Diharapkan warga bisa mengaplikasikan

PT PLN Pusdiklat UPDL Tuntungan saat memberi peralatan untuk Desa Siaga Bencana di Desa Daulu, Kabupaten Karo (dok.PLN) Emmeilia menegaskan, keberhasilan program tidak diukur dari nilai bantuan yang diserahkan, tetapi dari sejauh mana fasilitas dan ilmu yang diberikan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Melalui pelatihan yang telah diberikan, saya berharap Desa Tanggap Bencana di Daulu ini menjadi Desa yang benar-benar siap ketika ada bencana sebagai bentuk implementasi dari ilmu yang ada. Lalu untuk bantuannya, jangan melihat dari nilai barang dan alat perlengkapan kebencanaan yang diberikan, tetapi kami berharap semua perlengkapan tersebut dapat berguna untuk kedepannya khususnya memperkuat kesiapsiagaan Tim Siaga Bencana Desa Daulu,” ujar Emmeilia.
Kepala Desa Daulu, Emil Justin Ginting, mengapresiasi program yang diberikan PLN kepada masyarakat. Ia memastikan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan akan dimanfaatkan dan fasilitas kebencanaan dijaga agar dapat digunakan ketika dibutuhkan.
“Terima kasih karena PLN karena telah memilih desa kami ini. Saya pastikan semua ilmu yang diberikan dapat dipergunakan dan sarana serta prsarana dapat dirawat dengan baik demi mendukung kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana," pungkasnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















