Medan, IDN Times - Bea Cukai Belawan menerima kunjungan dari Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sumatera Utara, pada Rabu (8/4). Forum yang dipimpin langsung Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, ini membahas sejumlah tantangan logistik dan rantai pasok di kawasan Pelabuhan Belawan.
Dalam pembukaannya, Agus Sujendro mengajak pelaku usaha untuk bersinergi memaksimalkan fungsi pengawasan dan pelayanan kepabeanan.
Ketua ALFI Sumut, Suryanto, menyambut positif dan menyatakan kesiapan organisasinya menjadi mitra strategis Bea Cukai Belawan dalam menyosialisasikan regulasi terbaru ke pelaku usaha di lapangan.
Menurut Suryanto Bea Cukai perlu lebih aktif menkomunikasikan prestasi dan perbaikan yang telah dilakukan. Ia menyoroti perlunya edukasi kepada masyarakat bahwa di Pelabuhan itu ada banyak pihak yang terlibat. Suryanto juga meminta Bea Cukai terus mendorong percepatan perbaikan logistik Pelabuhan Belawan melalui komunikasi lintas instansi dan hasil komunikasi tersebut bisa dikomunikasikan ke seluruh pihak yang berkepentingan untuk transparansi.
Diskusi langsung masuk ke substansi. Surya Dharma S. dari Bidang Litbang ALFI menyoroti tantangan ketersediaan kontainer kosong yang berpengaruh langsung terhadap kelancaran ekspor. Terdapat tiga hal yang perlu di waspadai, pertama dinamikan sosiopolitik global, kedua peningkatan demand kontainer setelah operasional KEK Sei Mangke dan ketiga kelancaran proses logistic Pelabuhan.
Kabid Organisasi ALFI Syawal Lubis mengangkat persoalan tantangan nyata terhadap ekspor. Terdampak perang di timur tengah, biaya kirim container meningkat cukup signifikan dan untuk pengiriman ke negara tertentu tambah dibebani lagi dengan War Risk Surcharge (WRS). Hal ini adalah tantangan nyata untuk ekspor disamping kebutuhan perbaikan pengelolaan logistik di Pelabuhan Belawan. Dia juga mengingatkan bahwa ekosistem pelabuhan melibatkan banyak instansi, sehingga setiap persoalan perlu didudukkan secara proporsional.
“Jangan semua masalah dialamatkan ke satu pihak. Harus duduk bareng cari solusi,” tegasnya.
Menutup forum, Agus Sujendro mengapresiasi seluruh masukan peserta. Ia menegaskan bahwa hal-hal yang bisa ditindaklanjuti langsung akan segera dieksekusi, sementara isu yang memerlukan koordinasi lintas instansi akan dibawa ke pembahasan bersama Pelindo dan pihak terkait lainnya.
“Forum ini membuka perspektif kami bahwa tantangan di pelabuhan menyangkut keseluruhan rantai pasok, bukan hanya soal logistik,” pungkas Agus. Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari dialog rutin Bea Cukai Belawan–ALFI Sumut untuk meningkatkan daya saing Pelabuhan Belawan.
