Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Banyak Jajanan dan Coffee Shop, Pengendara Enggan Beranjak dari Rest Area 65A

Banyak Jajanan dan Coffee Shop, Pengendara Enggan Beranjak dari Rest Area 65A
Nabila menikmati kopi di salah satu sudut Rest Area 65A Jalan Tol Kualanamu - Tebingtinggi yang penuh dengan mural, Kamis (29/4/2026). Nabila mengaku betah berlama-lama beristirahat di rest area ini karena fasilitasnya lengkap dan banyak stand jajanan dan coffeeshop. (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Medan, IDN Times - Rest Area seyogyanya jadi tempat peristirahatan sementara bagi para pengendara untuk sekadar melepas lelah. Tetapi bagi Adam, seorang sopir travel asal Medan, Rest Area yang satu ini bikin betah berlama-lama.

Adalah Rest Area 65A Jalan Tol KualanamuTebingtinggi yang dimaksud Adam. Saat ditemui IDN Times, pria 28 tahun ini tengah menyeruput kopi sanger panas di Warung Kopi Agam.

“Setiap bawa tamu dari Bandara Kualanamu menuju Tebingtinggi, Siantar, atau Parapat pasti saya bawa mampir rest area ini. Di sini lengkap fasilitas dan pilihan tempat jajanan. Kedai kopinya saja ada beberapa pilihan, ada point coffee, kopi kenangan, tapi kalau favorit saya di Warkop Agam ini,” ujarnya, Kamis (29/4/2026).

Pria berkaos polo ini mengatakan penumpangnya juga senang senang dibawa ke Rest Area ini. Selain bisa jajan untuk mengganjal lapar dan meredakan haus, pengunjung bisa salat di masjid atau sekadar berkeliling untuk merenggangkan otot.

“Di sini asri dan sejuk, banyak pohon. Pilihan tempat makan lengkap, mau makan nasi ada warung dan kafe, mau jajan camilan bisa di indomaret alfamart, mau beli oleh-oleh juga bisa, toilet dan masjidnya juga bersih. Itu saya lihat sudah ada juga SPKLU baru untuk mobil listrik. Kalau saya sih betah lama-lama di sini, enak kopinya, tapi karena harus bawa penumpang yang paling setiap mampir 30 menit saja berhentinya,” jelasnya.

Nabila salah satu pengunjung Rest Area 65A mengaku sudah beberapa kali mampir ke tempat ini. Mahasiswa USU asal Kota Pematangsiantar ini mengaku sangat suka mampir dan membeli jajanan Tahu Sumedang di Rest Area 65A.

“Kalau naik taksi travel biasanya memang selalu berhenti sekitar 30 menit di rest area ini. Toiletnya bersih dan luas, serta masjidnya juga besar dan bersih. Pohon-pohonnya rindang bikin adem. Kalau di sini saya paling suka jajan tahu sumedang, terus kalau minumannya saya selalu ke Kopi Kenangan,” ungkap dara 19 tahun ini.

Alasan lain yang bikin Nabila suka dengan rest area 65A adalah ada pusat penjualan oleh-oleh. Menurutnya setiap pulang ke Siantar ia gak perlu repot beli oleh-oleh di Medan untuk keluarganya. Karena di Rest Area 65A banyak penjual oleh-oleh khas Medan.

“Ada yang jual Bika Ambon dan Bolu Beranti di sini, terus ada kue kacang khas Tebingtinggi juga, saya selalu beli untuk keluarga kalau mau pulang kampung. Jadi ga perlu repot cari di Medan sebelum pulang kampung,” jelasnya.

ARFL1175.JPG
Pengunjung membeli oleh-oleh di Rest Area 65A Jalan Tol Kualanamu - Tebingtinggi, Kamis (29/4/2026). Di rest area ini terdapat 60 stand UMKM yang yang dikelola PT Jasa Marga untuk memanjakan perut dan lidah para pengunjung agar betah berlama-lama. (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Steven, pengguna mobil listrik yang sedang melakukan pengisian baterai mobil di SPKLU Rest Area 65A mengaku senang di tempat ini sudah ada tempat charging mobil listrik. Menurutnya ini SPKLU sangat membantu para pengguna mobil listrik jika melakukan perjalanan jarak jauh melalui Jalan Tol Kualanamu-Tebingtinggi.

“Dulu awal-awal punya mobil listrik SPKLU ini belum ada, dari Binjai kalau mau ke Parapat itu saya harus isi di kantor PLN Tebing atau Siantar. Pas saya cek di aplikasi Travoy ternyata udah ada SPKLU baru. Kalau dari jalan tol Binjai dengan kecepatan tinggi sampai ke Siantar baterai cepat habis. Sekarang sudah ada SPKLU) (di Rest Area 65A) jadi lebih nyaman, gak takut kehabisan baterai,” ujar warga Binjai ini.

Sembari menunggu baterai mobilnya terisi penuh, Steven dan istrinya duduk santai di Point Coffee yang jaraknya tak jauh dari SPKLU.

“Kafe Point Coffee ini juga baru sih, besar banget. Saya suka di sini, bisa keliatan mobil sedang di-charging jadi bisa ngopi tanpa khawatir. Bakal suka saya mampir ke sini,” tambahnya.

Direktur Utama PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JKT) Thomas Dwi Atmanto menyarankan setiap pengendara untuk memanfaatkan rest area dan tidak memaksakan perjalanan jika sudah terasa lelah.

“Kami mengingatkan kepada pengguna jalan tol untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan dan kondisi pengendara sebelum melakukan perjalanan. Jika kondisi mulai lelah atau mengantuk, pengendara wajib beristirahat di rest area untuk memulihkan stamina. Selain itu, di rest area juga pengendara bisa memeriksa kondisi kendaraan agar tetap prima,” ujar Thomas.

Sesuai dengan Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), pengendara wajib beristirahat paling singkat setengah jam setelah empat jam berkendara secara berturut-turut. Selain itu pengguna jalan tol disarankan untuk beristirahat di rest area, dan tidak berhenti di bahu jalan jika bukan dikarenakan sesuatu yang bersifat darurat.

“Rest area di jalan tol telah dibangun senyaman mungkin dan fasilitasnya selengkap mungkin diperuntukkan bagi pengguna jalan tol yang ingin beristirahat, dengan sejumlah fasilitas yang dapat menunjang waktu istirahat. Terutama di Rest Area Travoy yang dilengkapi dengan banyak fasilitas, baik fasilitas utama maupun fasilitas tambahan yang membuat waktu beristirahat menjadi semakin maksimal,” tambahnya.

WhatsApp Image 2026-04-30 at 19.51.36.jpeg
Rest Area 65A Jalan Tol Kualanamu - Tebingtinggi (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Selain itu ia juga mengimbau pengendara untuk menggunakan Aplikasi Travoy. Semua informasi mulai dari kondisi lalu lintas, tarif tol, pengisian saldo uang elektronik hingga lokasi rest area dapat dilihat dengan cepat dan praktis lewat aplikasi tersebut.

Lewat aplikasi Travoy, pengguna jalan juga dapat memantau kepadatan dan pergerakan kendaraan melalui fitur CCTV yang secara real time bisa dipantau 24 jam.

“Aplikasi travoy ini bisa digunakan oleh pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan pengguna jalan, baik mudik ataupun balik maupun dalam kegiatan dan aktivitas sehari-hari. Misalnya, menggunakan jalan alternatif baik jalan tol atau arteri karena bisa melihat langsung melalui CCTV yang realtime,” ujar Thomas.

Khusus di di rest area travoy KM 65 A dan 65 B, tambahnya, dilengkapi dengan 30 nuzzle, baik BBM jenis solar atau bio solar. Bagi pengendara mobil listrik, rest area tersebut juga menyedikan 2 nozzle SPKLU.

Selain itu ada 100 UMKM yang berdagang rest area 65A dan 65B. Di Rest Area 65A tersedia 60 outlet UMKM, sedangkan Rest Area 65B tersedia 40 outlet UMKM. Dengan banyaknya pilihan jajanan dan coffee shop, serta fasilitas yang lengkap, PT Jasa Marga ingin membuat pengendara betah berlama-lama beristirahat di rest area.

 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Q1 2026​ BRI Raup Laba Bersih Rp15,5 Triliun, Melesat 13,7 Persen YoY

30 Apr 2026, 22:45 WIBNews