Banjir Pasokan Ayam Kecil, Harga Daging Ayam di Pasar Turun 15 Persen

- Harga daging ayam di Medan turun sekitar 15% akibat lonjakan pasokan ayam potong kecil dalam dua pekan terakhir.
- Harga minyak goreng curah ikut turun Rp500 per kg seiring penurunan harga CPO ke level 4.534 ringgit per ton.
- Harga beras mulai naik tipis karena gabah kering giling tembus Rp8.000 per kg dan ancaman El Nino yang bisa ganggu produksi.
Medan, IDN Times – Harga sejumlah bahan pokok di Kota Medan mulai bergerak. Daging ayam dan minyak goreng curah kompak turun, tapi harga beras justru memberi sinyal kenaikan tipis.
Harga daging ayam mengalami penurunan cukup tajam. Turun sekitar 15% dari posisi setelah Idulfitri kemarin.
Berdasarkan pemantauan PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis), di Pasar Brayan harga daging ayam turun 13,75% dari Rp40.000 per kg pada 22 April 2026 menjadi Rp34.500 per kg saat ini.
1. Pasokan ayam potong dalam dua pekan terakhir melonjak

Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menilai pemicu utamanya adalah kenaikan supply. Pasokan ayam potong dalam dua pekan terakhir melonjak.
“Kenaikan pasokan daging ayam dalam dua pekan belakangan ini naik dari 30 persen sepekan sebelumnya, dan alami kenaikan sebanyak 4 persen pada pekan ini. Penurunan harga ini didominasi peningkatan jumlah ayam potong ukuran kecil yang masuk ke pasar," jelasnya.
2. Minyak goreng curah turun Rp500/kg, CPO melandai ke 4.534 Ringgit

Selain itu, harga minyak goreng curah juga mulai mengalami penurunan. Pemicunya, harga bahan baku utama CPO turun dari kisaran 4.800 ringgit per ton menjadi sekitar 4.534 ringgit per ton.
PIHPS mencatat, di Pasar Sukaramai terjadi penurunan harga minyak goreng curah Rp500 per kg. “Penurunan harga minyak goreng belakangan ini sempat tertahan oleh kenaikan harga plastik,” ucapnya.
Meski turun, harga CPO masih bertahan di atas 4.000 ringgit per ton. CPO masih diuntungkan kenaikan harga minyak mentah dunia yang tembus $109 per barel saat ini.
3. Beras wajib dipantau: GKG Sudah Rp8.000/kg dan adanya ancaman El Nino

Di tengah tren penurunan ayam dan migor, harga beras belakangan mulai menunjukkan kenaikan meskipun masih sangat tipis. Pemerintah diminta serius memantau.
Ada tiga faktor yang berpotensi mendorong beras lanjut naik yakni, harga gabah kering giling sudah di atas Rp8.000 per kg.
Kemudian, ancaman El Nino yang bisa ganggu produksi dan musim panen padi di Sumut sudah terlewati
Menurutnya, turunnya harga ayam dan migor menjadi angin segar pascalebaran karena pasokan melimpah. Tapi beras jadi komoditas yang patut diwaspadai ke depan.


















