Karhutla di Riau, 5 Ton Garam Disemai untuk Hujan Buatan

- Pemprov Riau menyemai lima ton garam lewat Operasi Modifikasi Cuaca untuk memicu hujan buatan, sebagai langkah menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan.
- Operasi menggunakan pesawat BNPB jenis Cessna Grand Caravan 208B dengan total bahan semai tersedia sekitar 8.500 kilogram guna membasahi lahan gambut dan mencegah api meluas.
- Data BPBD mencatat 417,94 hektare lahan terbakar di Riau, dengan area terluas berada di Kabupaten Bengkalis mencapai 196,01 hektare disusul Inhil dan Pelalawan.
Pekanbaru, IDN Times - Lima ton garam atau NaCI telah disemai melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau dalam sepekan ini. Langkah ini dilakukan untuk memicu hujan buatan di wilayah yang dinilai rawan dan memiliki potensi awan hujan.
Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat ini tengah menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Bumi Lancang Kuning.
Kabid Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Jim Gafur mengatakan, penyemaian dilakukan secara bertahap sesuai potensi awan yang terpantau.
"Sudah lima ton garam yang disemai sejak Senin kemarin. Jumat kemarin kita laksanakan dengan satu kali penerbangan atau sortie penyemaian awan di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan," ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Sebelumnya, Pemprov Riau telah menetapkan status siaga darurat Karhutla tingkat provinsi sejak 13 Februari hingga 30 November 2026.
1. Gunakan pesawat jenis Cessna Grand Caravan 208B

Dalam OMC itu, Pemprov Riau menggunakan pesawat BNPB jenis Cessna Grand Caravan 208B, dengan nomor registrasi PK-AKR. Pesawat tersebut dikerahkan untuk menyemai bahan semai pada awan potensial hujan di wilayah yang menjadi target.
Menurut Jim, OMC tidak hanya bertujuan membantu memadamkan titik api, tetapi juga membasahi lahan gambut agar tidak mudah terbakar kembali.
"Langkah ini kami nilai penting, karena di tengah kecenderungan penurunan curah hujan berdasarkan prakiraan BMKG," ucap Jim.
2. Ketersediaan bahan semai 8.500 Kg, Ini harapan Pemprov

Saat ini, dilanjutkan Jim, ketersediaan bahan semai sekitar 8.500 kilogram. Atas hal itu, dengan menggunakan metode OMC dan upaya pemadaman dilapangan, pihaknya berharap dapat menekan Karhutla sedini mungkin.
"Diharapkan, melalui OMC dan upaya pemadaman di lapangan, potensi meluasnya kebakaran serta dampak kabut asap dapat ditekan sedini mungkin," lanjutnya.
3. 417,94 hektare lahan sudah terbakar

Berdasarkan data yang diterima IDN Times dari BPBD Provinsi Riau, total luasan lahan yang terbakar di Bumi Lancang Kuning mencapai 417,94 hektare, yang tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota.
Wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar berada di Kabupaten Bengkalis dengan 196,01 hektare. Disusul Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 59,70 hektare, Kabupaten Pelalawan 47,50 hektare, serta Kota Dumai 29,52 hektare.
Selain itu, kebakaran juga tercatat di Kabupaten Kampar seluas 29,50 hektare, Kabupaten Siak 20,53 hektare, dan Kota Pekanbaru 14,08 hektare. Di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) terdapat 10 hektare lahan terbakar, serta Kabupaten Kepulauan Meranti 8,40 hektare.


















