Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gen Z Riau Didorong jadi Admin Pengusul Program Strategis Sawit

100 Anak muda mengikuti workshop 'Gen Z Sawit' (IDN Times/ Fanny Rizano)
100 Anak muda mengikuti workshop 'Gen Z Sawit' (IDN Times/ Fanny Rizano)
Intinya sih...
  • Gen Z harus ambil peran dalam perputaran ekonomi
  • Realisasi PSR di Riau baru mencapai 40-50 persen
  • Anak muda harus hadir supaya proses tidak mandek
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pekanbaru, IDN Times- Organisasi petani sawit, yakni Sawit Masa Depanku (Samade) menggelar workshop 'Gen Z Sawit' di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.. Adapun tujuan workshop itu, untuk menyiapkan generasi muda sebagai tenaga admin dan operator yang kompeten dalam proses pengusulan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta Sarana dan Prasarana (Sarpras).

"Selain itu, tujuan workshop ini juga untuk mengatasi kendala teknologi dan administrasi yang selama ini menghambat pencapaian target percepatan peremajaan sawit rakyat di wilayah Riau," ucap Sukanto, selaku ketua panitia sekaligus Ketua Samade Kabupaten Bengkalis, Rabu (11/2/2026).

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini banyak pengurus kelompok tani (Poktan) yang sudah berusia lanjut dan kurang menguasai sistem aplikasi pengusulan terbaru.

"Karena itu, kami ingin menggaet anak muda dari lingkungan Poktan agar bisa membantu proses pengajuan PSR dan Sarpras secara digital. Dengan Riau sebagai wilayah sawit terluas, keterlibatan Gen Z sangat krusial agar target dari Ditjenbun (Direktorat Jenderal Perkebunan) bisa tercapai," lanjut Sukanto.

Diketahui, kegiatan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini, diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari 45 mahasiswa penerima beasiswa sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan 55 pemuda perwakilan lembaga pekebun se-Provinsi Riau.

1. Gen Z harus ambil peran dalam perputaran ekonomi

Kepala Divisi Kerja Sama dan UMKM BPDP Helmi Muhansah
Kepala Divisi Kerja Sama dan UMKM BPDP Helmi Muhansah (IDN Times/ Fanny Rizano)

Kepala Divisi Kerja Sama dan UMKM BPDP Helmi Muhansah mengatakan, pihaknya mendukung penuh atas inisiatif yang dilakukan Samade itu. Diterangkannya, Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Daerah di Sentul, Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyampaikan, bahwa sawit adalah miracle crop yang berkontribusi besar terhadap devisa negara.

Dimana, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor CPO dan turunannya terus meningkat, dengan nilai US24,2 miliar pada 2025, atau setara kurang lebih Rp404 triliun.

"Gen Z harus ambil peran dalam perputaran ekonomi ini. Karena itu kami tidak hanya ingin kegiatan ini menjadi seremoni, tapi harus ada hasil nyata berupa peningkatan Rekomtek (Rekomendasi Teknis) PSR dalam satu bulan ke depan," terang Helmi.

"Selain itu, kami juga mendorong anak muda Riau untuk kreatif menciptakan produk turunan sawit seperti yang sudah dilakukan alumni LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dengan produk batik menggunakan malam dari sawit," sambungnya.

2. Realisasi PSR di Riau baru mencapai 40-50 persen

ilustrasi sawit
ilustrasi sawit (Pixabay.com/sarangib)

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan (Disbun) Riau Vera Virgianti mengungkapkan, bahwa realisasi PSR di Bumi Lancang Kuning saat ini baru mencapai 40 sampai 50 persen dari target tahunan 10.000 hektare. Dari total 3,7 juta hektare lahan sawit di Provinsi Riau, sekitar 60 persen merupakan kebun rakyat yang memerlukan peremajaan.

"Sejak 2017, Riau sudah merealisasikan 47.897 hektare dengan kucuran dana mencapai Rp1,5 triliun. Namun, kendala utama di lapangan adalah kurangnya penguasaan teknologi aplikasi oleh lembaga pekebun dalam mengunggah dokumen persyaratan," ungkap Vera.

3. Anak muda harus hadir supaya proses tidak mandek

Kabid Produksi Disbun Provinsi Riau Vera Virgianti
Kabid Produksi Disbun Provinsi Riau Vera Virgianti (IDN Times/ Fanny Rizano)

Dengan kehadiran kalangan Gen Z menjadi admin PSR, Vera menambahkan, pihaknya menyakini dapat mempercepat proses verifikasi di tingkat kabupaten, mulai dari pengunggahan legalitas kelembagaan hingga pemahaman regulasi lahan. 

"Legalitas lahan tidak harus SHM, bisa SKT atau SKGR selama di luar kawasan hutan. Aturan-aturan terbaru ini yang harus dipahami dan dibantu oleh anak muda, agar proses di aplikasi tidak mandek," tambahnya.

"Melalui kolaborasi antara Samade, BPDP, dan Disbun Riau ini, diharapkan kendala teknis dalam pengusulan program pemerintah dapat teratasi sehingga kesejahteraan petani sawit rakyat di Riau terus meningkat," pungkas Vera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Gen Z Riau Didorong jadi Admin Pengusul Program Strategis Sawit

11 Feb 2026, 13:15 WIBNews