Ilustrasi bulu tangkis. (PB PON Sumut XXI/Suheri Yanto)
Kanaya mendominasi di set akhir. Sementara Sausan hanya bertahan dengan sisa-sisa semangat.
Terlalu bermain ngotot, Kanaya membuat kesalahan. Smash kerasnya melebar dan membuat Sausan satu langkah dari kemenangan.
Sayangnya, momentum ini gagal dimanfaatkan Sausan. Ia terikut ritme yang dikembangkan Kanaya. Lob serang yang menjadi senjata pancingan Kanaya masih ampuh. Ia membukukan dua angka beruntun yang membuat skor berimbang 20-20 dan memaksakan laga dilanjutkan dengan deuce.
Pertandingan kian dramatis. Kanaya yang memegang servis gagal menyeberangkan bola. Servis pendek yang dilakukannya tak mampu melewati net. Match point kedua untuk untuk Sausan, tapi peluang ini pun urung tuntas setelah netting yang dilakukannya terlalu lemah dan menyangkut pula.
Deuce kembali terjadi pada skor 21-21, lalu berlanjut ke 22-22. Kanaya yang memegang bola untuk kali kesekian melakukan unforce error. Skor 23-22, match point keempat bagi Sausan. Sampai di sini, Sausan dengan cerdik mengambil jeda sejenak untuk mengatur ritme sekaligus pernapasan dan menjaga kondisi pahanya. Ia berhasil. Satu serangan cepatnya ke sisi kiri lapangan tidak dapat dikembalikan Kanaya. Skor berakhir 24-22.
Dengan hasil ini, Jateng berhak membawa pulang medali emas. Jateng berpeluang “mengawinkan” emas bulu tangkis beregu PON.