Dua Pejudo Cilik Sumut Raih Emas di Tiang Bendera Open Jakarta

- Dua pejudo cilik asal Sumut, Geraldine Sirait dan Inara Ayumna Juanda, sukses meraih medali emas di kejuaraan judo Tiang Bendera Open Jakarta meski berangkat dengan biaya mandiri.
- Keduanya menghadapi lawan tangguh dari berbagai daerah dan negara, serta bertanding dalam sistem berstandar internasional yang memberi pengalaman berharga bagi perkembangan karier mereka.
- Pengprov PJSI Sumut menilai prestasi ini bukti adanya bibit atlet potensial yang perlu dibina agar terus berkembang dan menjadi aset penting olahraga judo di Sumatra Utara.
Medan, IDN Times – Dua pejudo muda asal Sumatra Utara, Geraldine Sirait dan Inara Ayumna Juanda, berhasil mengharumkan nama daerah dengan meraih medali emas dalam sebuah kejuaraan judo Tiang Bendera Open yang digelar di GOR Kelapa Gading Judo Sport Hall Jakarta. Sumut hanya menurunkan 2 atlet dan keduanya meraih emas.
Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sumut menyampaikan apresiasi atas perjuangan kedua atlet cilik tersebut yang mampu tampil maksimal meski berangkat ke Jakarta dengan biaya mandiri dari keluarga.
"Terima kasih atas perjuangan Geraldine dan Inara. Emas yang didapat semoga menjadi pemicu untuk terus berprestasi ke depannya. Terima kasih juga kepada Pak Toni Sirait, orang tua Geraldine, dan Pak Edu Juanda, orang tua Inara. Untuk diketahui, mereka berangkat ke Jakarta dengan biaya mandiri. Kami dari Pengprov mendukung dengan mendampingi pelatih," ujar Ketua Pengprov PJSI Sumut Muhammad Arief Fadhillah, Sabtu (13/6/2026).
1. Hadapi lawan-lawan tangguh dari provinsi lain

Geraldine Sirait yang turun di kelas -25 kilogram harus menghadapi lawan-lawan tangguh dari Malaysia, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Meski demikian, ia mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil naik ke podium tertinggi.
Sementara itu, Inara Ayumna Juanda yang tampil di kelas -28 kilogram juga melewati pertandingan yang tidak mudah. Ia berhadapan dengan atlet dari DKI Jakarta, Jawa Barat, serta seorang peserta asal Prancis yang mendaftar melalui Thailand.
"Final Inara cukup seru karena dia sempat kebanting sekali. Tapi dia bisa bangkit dan meraih kemenangan," ungkapnya.
2. Atmosfer pertandingan dengan sistem yang telah mengadopsi standar internasional

Keikutsertaan Geraldine dan Inara dalam kejuaraan tersebut dinilai memberikan pengalaman berharga. Selain menghadapi lawan dengan kualitas seimbang, keduanya juga merasakan atmosfer pertandingan dengan sistem yang telah mengadopsi standar internasional.
"Jadi lumayan untuk dua atlet cilik kita ini mendapatkan pengalaman berharga. Lawan tandingnya seimbang dan sistem pertandingannya sudah internasional. Hasil yang mereka raih juga maksimal," katanya.
3. Aset Sumut yang harus tetap dibina dan dijaga

Inara dan Geraldine sudah berlatih sejak masih usia dini.Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Sumut memiliki bibit-bibit atlet potensial di masa depan yang layak mendapat perhatian dan pembinaan berkelanjutan. Inara merupakan anak dari mantan pesepak bola PSMS dan Timnas Edu Juanda.
Pengprov PJSI Sumut berharap capaian Geraldine dan Inara dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya. Mereka juga menegaskan pentingnya menjaga dan membina talenta-talenta potensial agar tetap berkembang di Sumatra Utara.
"Ini aset Sumut yang harus tetap dibina dan dijaga agar tidak pindah ke provinsi lain. Mereka punya masa depan yang cerah dan perlu dukungan semua pihak untuk terus berprestasi," tutupnya.







