Piala Presiden 2026, Panggung Elit Para Legendaris

Piala Presiden edisi ke-8 resmi dibuka dengan meriah di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (25/7/2026). Perhelatan turnamen pramusim bergengsi ini tak pernah absen sejak 2015. Edisi kali ini sangat spesial, Piala Presiden Elite 2026 menjadi panggung elit para legendaris.
Klub-klub yang diundang tahun ini punya sejarah panjang, dan koleksi prestasinya masing-masing. Baik tim-tim Indonesia maupun Asia Tenggara. Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya, PSMS Medan, Arema, hingga tiga klub dari negara tetangga Port FC (Thailand), DPMM (Brunei Darussalam), dan Tampines Rovers (Singapura), adalah klub-klub bersejarah yang juga punya basis suporter setia.
Salah satu yang jadi sorotan tahun ini adalah kehadiran PSMS Medan. Statusnya sebagai klub kasta kedua tanah air memang menjadi perhatian para pecinta sepak bola tanah air karena selama ini Piala Presiden hanya mengundang tim-tim kasta teratas. Namun PSMS punya cerita masa lampau yang membuatnya layak masuk hitungan. Rivalitas era Perserikatan dihidupkan lagi oleh PSSI dengan menjumpakan PSMS dengan rival klasiknya seperti Persib, Persebaya, Persija yang selama ini redup karena berbeda kasta.
PSMS adalah salah satu raja era Perserikatan dengan 6 gelar juara tahun 1967, 1969, 1971, 1973 (juara bersama Persija), 1983, 1985. Tak hanya di level domestik, The Killer, julukan, PSMS juga menjadi klub pertama menembus semi final Asian Champion Club Tournament 1970. Ayam Kinantan, julukan PSMS juga menembus AFC Champions League 2009.
Selain itu PSMS juga jagonya turnamen. Piala Emas Bang Yos (PEBY), turnamen pramusim yang digelar sebelum eranya Piala Presiden pada 2005 dan 2006 lalu dijuarai PSMS tiga kali. Trofi itu pun kini abadi di lemari PSMS. Klub berlambang daun tembakau itu juga menjuarai Piala Kemerdekaan 2015, masa di mana kompetisi tak digulirkan karena sanksi FIFA.
PSMS pun menyatakan tekadnya untuk menunjukkan kepantasannya diundang turnamen. Ini menjadi bagian dari misinya untuk kembali menembus kasta teratas setelah terakhir dijejaknya pada 2018 lalu. PSMS yang menghuni grup B menghadapi tuan rumah Persebaya, Persija dan Port FC tak mau hanya jadi pelengkap.
"Terakhir kali PSMS mengikuti Piala Presiden adalah tahun 2018, delapan tahun yang lalu. Tidak mudah tampil di Piala Presiden karena sifatnya undangan, tidak semua tim bisa ikut. Tahun ini dari Liga 2 (Championship) hanya PSMS yang diundang. Kita harus bangga. Kita akan bertarung melawan klub-klub Liga 1 (Super League) bahkan klub dari kawasan Asia. Kesempatan besar untuk menunjukkan kualitas PSMS," kata Fendi, Senin 20 Juli 2026 lalu.

Menarik menantikan pertemuannya kembali dengan Persib, dua musuh bebuyutan di masa perserikatan. Duel keduanya di final Perserikatan 1985 pada 23 Februari 1985 masih tercatat dalam sejarah sebagai rekor jumlah penonton terbesar dalam pertandingan sepak bola nasional dengan lebih dari 100 ribu penonton.
Harus diakui Persib menjadi role model klub bersejarah dengan koleksi 5 gelar juara Perserikatan yang tak hanya terjebak dengan romantisme masa lalu. Maung Bandung, julukan Persib, menjelma menjadi kekuatan terbesar sepak bola Indonesia. Lima gelar juara Liga Indonesia, teranyar 3 tahun beruntun sejak 2023 menjadi bukti konkrit Persib jadi raksasa masa lalu dan masa kini.
Jangan juga lupakan Persija. Peraih gelar 9 juara Perserikatan dan 2 gelar Liga Indonesia pada 2001 dan 2018 juga siap unjuk gigi setelah tahun lalu dibuntuti rivalnya Persib dengan hanya finish di peringkat ketiga kompetisi. Turnamen pramusim ini jadi ajang bagi pasukan Shin Tae-Yong, eks Pelatih Timnas Indonesia unjuk gigi.
Ada pula Persebaya yang akan memeringati satu abad klub berdiri tahun depan. Klub asal Surabaya yang berdiri pada 1927 ini juga punya rekam jejak sejarah panjang yang membuatnya jadi klub yang disegani. Pemegang lima gelar juara nasional 3 perserikatan dan 2 Liga Indonesia (1996/97, 2004) menjadi bukti The Green Force, julukan Persebaya jadi alasan kuat tim ini jadi kandidat juara.
Arema FC, dari era Galatama, juga identik dengan Piala Presiden. Pemegang gelar juara Liga Super Indonesia 2009/2010 ini sudah empat kali menjuarai piala Presiden pada 2017, 2019, 2022 dan 2024. Maka, tak ada alasan Singo Edan, untuk tak difavoritkan di edisi kali ini.
Klub-klub Asia Tenggara yang diundang juga punya sejarah menarik. Port FC juara bertahan Piala Presiden tahun lalu adalah pemegang 2 kali juara Thai League dan 10 gelar juara Thai FA Cup. Sementara DPMM FC (Brunei) berkompetisi lintas negara dengan menjejak Liga Singapura hingga Malaysia. DPMM menjuari 2 kali Singapore Premier League dan Brunei FA Cup. Jangan juga sangsikan, Tampines Rovers adalah penguasa Singapura dengan 9 kali gelar juara Singapore Premier League dan 8 kali juara Singapore Cup.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan persaingan di grup A dan B dengan adanya klub-klub legendaris patut dinantikan. Masing-masing ingin menuliskan ceritanya sendiri. "Persebaya yang memperingati 100 tahun, Persija juga punya target5 500 tahun Kota Jakarta. Di grup itu juga ada Port FC, juara bertahan, dan PSMS yang juga tidak bisa dianggap remeh," ujar Erick usai pembukaan laga Persib kontra Arema yang berakhir 0-1.
Daya tarik Piala Presiden 2026

Ketua Steering Committee Maruarar Sirait mengatakan, Piala Presiden punya daya tarik tersendiri dengan penyelengaraan yang semakin matang dan bergengsi setiap tahunnya. Apalagi hadiah juara tahun ini meningkat sehingga turnamen ini semakin elit.
"Piala Presiden lembali membuktikan industri olahraga bertumbuih berkembang dengan pesat di Indonesia. 100 persen tanpa APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) maupun BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Untuk komitmen kepada juara, tahun lalu kita berikan Rp5,5 miliar. Tahun 2026 ini kita siapkan Rp6 miliar untuk juaranya," kata Maruarar saat pembukaan, Sabtu (25/7/2026).
Level turnamen yang meningkat dari sekadar turnamen pramusim terbukti dengan dukungan sponsor mencapai Rp60 miliar. Belum lagi rating yang tinggi di televisi dan jumlah penonton yang selalu tinggi setiap laga. Pada laga pembuka 23.756 penonton hadir. Bahkan tiket hari ketiga dan kelima pada 28 dan 31 Juli sudah sold out.
"Dari data yang ada 23 ribu penonton hadir di Jalak Harupat malam ini. Saya yakin Persebaya dan Persija juga akan penuh di Surabaya. Antusias masyarakat tercermin dari rating tinggi, share tertinggi sepanjang sejarah. Kami berharap rekor itu dipecahkan di Piala Presiden 2026," pungkasnya.
Maka, bukan hal yang berlebihan melabeli Piala Presiden sebagai panggung elit. Menarik menantikan perjuangan para legendaris ini memboyong lagi Piala Presiden ke tanah air, setelah tahun lalu dibawa terbang Port FC ke Thailand.



![[BREAKING] Ledakan di Grand Polonia, Diduga karena Pipa Gas Tanam](https://image.idntimes.com/post/20260720/upload_8d32ebd1c6eedb860490e3a7a5793af8_a86fbb33-4538-497c-aed0-cefdfa438a8b_watermarked_idntimes-2.jpg)












