Manajer Persiraja Banda Aceh, Ridha Mafdhul alias Gidong, mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil rapat PSSI. Namun, kehadiran suporter tandang tetap dibatasi dengan sejumlah ketentuan.
PSSI Izinkan Away, Persiraja Harap Tak Ada Lagi Keributan Antar Suporter

- PSSI mengizinkan suporter tim tamu hadir pada kompetisi 2026/2027, dengan kuota maksimal 5 persen kapasitas stadion dan pembelian tiket melalui aplikasi Sobat Liga.
- Ileague akan menentukan laga yang boleh didatangi suporter tandang, sehingga Persiraja belum mengetahui klub mana yang diizinkan membawa pendukung ke Banda Aceh.
- Persiraja menyambut kebijakan ini sebagai tanda sepak bola Indonesia membaik, sekaligus berharap suporter saling mengenal dan tidak memicu keributan.
Banda Aceh, IDN Times - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali memberikan ruang bagi suporter tim tamu untuk hadir langsung di stadion pada musim kompetisi 2026/2027. Kebijakan tersebut disambut positif oleh manajemen Persiraja Banda Aceh.
“Iya benar, sudah dibolehkan. Keputusan hasil rapat PSSI, suporter tim away (tandang) boleh datang dengan syarat lima persen dari kapasitas stadion,” kata Gidong saat dikonfirmasi IDN Times, Selasa (8/9/2026).
1. Suporter tandang boleh hadir maksimal 5 persen

Suporter Persik Kediri saat hadir di latihan. instagram.com/persikfcofficial Gidong mengatakan selain pembatasan jumlah, suporter tim tamu juga diwajibkan membeli tiket melalui aplikasi khusus yang disiapkan Indonesian League (Ileague), yakni Sobat Liga.
Meski aturan suporter tandang kembali diberlakukan, tidak semua pertandingan secara otomatis dapat dihadiri suporter tim tamu.
Terdapat sejumlah pembatasan dalam penerapan kebijakan baru tersebut. Ileague nantinya yang menentukan pertandingan mana saja yang diperbolehkan dihadiri suporter tim tamu.
“Ada juga batasan-batasan suporter dilarang away. Nanti yang akan menentukan itu dari pihak Ileague. Mereka yang menentukan suporter dari tim tamu boleh away atau tidak,” ujarnya.
Hingga saat ini, manajemen Persiraja belum mengetahui secara pasti suporter dari klub mana saja yang diperbolehkan melakukan perjalanan tandang ke Banda Aceh.
“Kita di Banda Aceh belum tahu ini, suporter tim siapa yang dibolehkan dan tidak dibolehkan oleh Ileague,” katanya.
2. Persiraja sambut baik kebijakan suporter bisa away

Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju (SKULL) dan Persiraja Fans Club tagih janji Pemerintah Aceh rehab Stadion Harapan Bangsa (IDN Times/Saifullah) Manajemen Persiraja menyambut positif kembalinya kebijakan suporter tandang. Menurut Gidong, aturan tersebut menjadi salah satu tanda bahwa kondisi sepak bola Indonesia mulai membaik.
“Mengenai suporter away sudah boleh, kami menyambut baik. Ini menandakan kondisi sepak bola di Indonesia sudah mulai membaik. Semoga tidak ada lagi keributan antarsuporter,” ujarnya.
3. Berharap tidak ada lagi keributan antarsuporter

Suporter Persija, Jakmania menyalakan flare dan membuat duel timnya lawan Malut United di laga terakhir Liga 1 2024/25 dihentikan. (IDN Times/Tino) Menurutnya, kehadiran kembali suporter tandang juga memiliki sisi positif karena dapat menjadi ruang bagi pendukung klub untuk bersilaturahmi dan saling mengenal.
“Positifnya dari pemberlakuan kembali aturan ini adalah, suporter kita bisa silaturrahmi dan saling mengenal satu sama lain,” kata Gidong.
Namun, ia mengingatkan potensi negatif tetap ada apabila aturan tersebut tidak disikapi secara dewasa oleh seluruh kelompok suporter.
“Sedangkan negatifnya tentu aturan ini bisa juga membuat suporter yang masih kurang dewasa memancing keributan antarsuporter,” imbuhnya.




















