Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

5 Kesalahan Memilih Sepatu Lari yang Bisa Menghambat Performa Olahraga

Ilustrasi memakai sepatu lari  (freepik.com/gpointstudio)
Ilustrasi memakai sepatu lari (freepik.com/gpointstudio)
Intinya sih...
  • Memilih sepatu hanya karena tampilan
  • Salam menentukan ukuran
  • Mengabaikan tipe kaki
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau kamu pikir asal pilih sepatu lari yang keren sudah cukup, tunggu dulu! Ternyata, banyak pelari, terutama milenial, yang sering salah kaprah dalam memilih running shoes. Padahal, sepatu yang salah bisa bikin performa lari turun dan bikin tubuh pegal-pegal.

Gak cuma soal gaya atau warna, memilih sepatu lari itu ibarat memilih partner workout. Salah langkah bisa bikin cedera atau bahkan bikin semangat lari langsung turun. Makanya, penting banget ngerti kesalahan-kesalahan ini sebelum kamu membelinya.

1. Memilih sepatu hanya karena tampilan

Ilustrasi pria memilih sepatu (freepik.com/ASphotofamily)
Ilustrasi pria memilih sepatu (freepik.com/ASphotofamily)

Banyak yang kepincut design kece tanpa pikir soal fungsi. Memang sih, sepatu cakep bikin pede, tapi aesthetic gak menjamin kaki kamu nyaman. Jika sole atau arch support-nya gak sesuai, lari 5 km saja bisa bikin kaki pegal.

Sepatu lari itu harus ngepas sama bentuk kaki dan cara lari kamu. Misal, kaki flat tapi beli sepatu untuk high arch, bakal terasa gak stabil. Jadi, jangan cuma lihat warna atau merek, perhatikan juga struktur kaki dan running style.

2. Salam menentukan ukuran

Ilustrasi memakai sepatu (freepik.com/Drazen Zigic)
Ilustrasi memakai sepatu (freepik.com/Drazen Zigic)

Sering banget orang beli sepatu lari terlalu pas atau bahkan lebih kecil dari ukuran kaki sehari-hari. Hal ini bisa bikin jari kaki tertekan, lecet, atau bahkan blister. Bayangin lari maraton tapi kaki sakit cuma karena ukuran salah, gak enak banget, kan?

Tipsnya, coba sepatu lari di sore hari, karena kaki cenderung lebih swollen setelah seharian. Pastikan ada jarak sekitar 1 cm di ujung jari kaki supaya nyaman saat lari. Ingat, ukuran sepatu lari gak selalu sama dengan sepatu harian kamu.

3. Mengabaikan tipe kaki

Ilustrasi sepatu olahraga (freepik.com/freepik)
Ilustrasi sepatu olahraga (freepik.com/freepik)

Setiap orang punya tipe kaki berbeda, neutral, overpronation, atau supination. Pilih sepatu yang sesuai supaya lari lebih efisien dan aman. Salah sepatu bisa bikin lutut, pergelangan, bahkan pinggang terasa sakit.

Biar lebih gampang, lakukan tes basah di toko sport atau konsultasi sama staf berpengalaman. Dengan tahu tipe kaki, kamu bisa pilih sepatu dengan cushioning dan support yang tepat, bikin lari lebih nyaman dan minim risiko cedera.

4. Tak memperhatikan berat sepatu

Ilustrasi sepatu olahraga (freepik.com/wayhomestudio)
Ilustrasi sepatu olahraga (freepik.com/wayhomestudio)

Sepatu berat bikin kaki cepat capek dan menghambat kecepatan. Banyak yang mikir “semakin tebal cushioning, semakin aman,” tapi kenyataannya sepatu terlalu berat bikin stamina cepat habis.

Untuk latihan jarak jauh, pilih sepatu ringan tapi tetap mendukung. Ini penting terutama buat kamu yang suka lari pagi sebelum kerja atau lari lintas kota. Sepatu ringan bikin langkah lebih lincah dan nyaman.

5. Gagal memperhatikan breathability

Ilustrasi wanita menggunakan sepatu olahraga (freepik.com/freepik)
Ilustrasi wanita menggunakan sepatu olahraga (freepik.com/freepik)

Kaki yang panas dan berkeringat bikin lari gak nyaman dan meningkatkan risiko lecet. Banyak sepatu lari cuma fokus style tapi bahan gak breathable. Hasilnya, kaki cepat gerah, bahkan bisa bikin bau.

Pilih sepatu dengan mesh yang cukup dan ventilasi baik. Biar meskipun lari di cuaca panas, kaki tetap kering dan nyaman. Selain itu, breathable shoes juga bikin kamu lebih semangat untuk lari lebih lama tanpa gangguan.

Memilih sepatu lari itu lebih dari sekadar gaya atau merek. Perhatikan ukuran, tipe kaki, berat, dan breathability supaya performa maksimal dan risiko cedera minimal. Ingat, sepatu yang tepat bikin lari lebih nyaman, seru, dan bikin kamu makin pede menaklukkan setiap kilometer.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us