Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

PSPS Tahan Adhyaksa, Perubahan Skema Aji Santoso di Belakang Kuncinya

PSPS Tahan Adhyaksa, Perubahan Skema Aji Santoso di Belakang Kuncinya
Pemain PSPS saat berhasil mencetak gol pembuka ke gawang Adhyaksa FC (IDN Times/ dok PSPS Pekanbaru)
Intinya Sih
  • Laga antara PSPS Pekanbaru dan Adhyaksa FC berakhir imbang 2-2 setelah gol penyeimbang di menit 90+5, menunjukkan mental kuat tim hingga akhir pertandingan.
  • Pelatih Aji Santoso menerapkan perubahan formasi menjadi tiga bek tengah yang membuat pertahanan PSPS lebih solid dan fleksibel sepanjang laga.
  • Masuknya pemain pengganti Siringo Ringo terbukti efektif, mencetak gol penentu hasil imbang sekaligus memperlihatkan keberhasilan rotasi pemain PSPS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pekanbaru, IDN Times- Laga sengit antara Adhyaksa FC kontra PSPS Pekanbaru di Banten Internasional Stadium, Jumat (20/2/2026) malam, berakhir imbang 2-2 pada lanjutan Championship musim 2025/2026. Namun bagi pelatih PSPS Aji Santoso, hasil ini bukan sekadar tambahan satu poin, melainkan cerminan perkembangan taktik dan mentalitas timnya.

PSPS memang harus puas berbagi angka setelah sempat tertinggal hingga menit-menit akhir. Meski begitu, Aji menilai pertandingan berjalan cukup berimbang.

"Pertandingan cukup berimbang. Kami sempat tertinggal karena kesalahan sendiri, tapi alhamdulillah di menit akhir pemain bisa menyamakan kedudukan," ujar Aji Santoso usai laga.

1. Gol penyeimbang PSPS terjadi di menit 90+5

IMG-20260220-WA0098.jpg
Pemain PSPS Siringo Ringo saat hendak mencetak gol di menit ke 90+5 (IDN Times/ dok PSPS Pekanbaru)

PSPS sejatinya tampil agresif sejak awal. Tim berjuluk Askar Bertuah itu membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-32 melalui sepakan Vieri Donny. Namun keunggulan tersebut hanya bertahan tujuh menit setelah Dandy Sonriza menyamakan skor menjadi 1-1 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tetap tinggi. PSPS bahkan sempat kembali mencetak gol lewat Asir Asiz, memanfaatkan umpan Vieri Donny. Namun wasit menganulir gol tersebut karena posisi offside lebih dulu terjadi.

Petaka datang pada menit ke-83 ketika kesalahan back pass Alfin Tuasalamony dimanfaatkan Adilson untuk membawa Adhyaksa unggul 2-1. Dalam kondisi tertekan, PSPS merespons dengan perubahan taktik dan pergantian pemain.

2. Perubahan skema jadi kunci

IMG-20260220-WA0100.jpg
Pemain PSPS tampak menjaga ketat pemain Adhyaksa FC (IDN Times/ dok PSPS Pekanbaru)

Menurut Aji, perubahan komposisi dan formasi menjadi kunci penting dalam laga ini. Setelah hasil kurang maksimal di dua pertandingan sebelumnya, ia memutuskan meninggalkan skema dua bek tengah dan beralih ke tiga bek tengah yang fleksibel.

"Biasanya saya pakai dua center back, sekarang tiga. Hasilnya cukup sukses, karena hampir tidak ada peluang berbahaya dari lawan. Pemain bisa menjalankan instruksi dengan baik," jelasnya.

Skema tersebut membuat PSPS lebih dinamis, berubah menjadi 3-4-3 saat menyerang dan 5-4-1 ketika bertahan. Aji menilai organisasi pertahanan timnya jauh lebih solid dibanding laga-laga sebelumnya.

3. Pergantian pemain juga cukup efektif

20260221_113859.jpg
Pelatih PSPS Aji Santoso (IDN Times/ dok PSPS Pekanbaru)

Pergantian pemain di babak kedua juga menjadi faktor krusial. Masuknya Siringo Ringo yang dalam kondisi segar terbukti efektif. Pada menit 90+5, ia mencetak gol penyeimbang memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Ilham Fathoni, sekaligus memastikan laga berakhir 2-2.

"Kami masukkan pemain yang fresh, salah satunya Siringo Ringo, dan terbukti bisa membantu tim menyamakan kedudukan. Semangat juang pemain patut diapresiasi," pungkas Aji.

Hasil imbang ini membuat PSPS tetap berada di peringkat kedelapan klasemen sementara Grup A dengan 23 poin. Sementara Adhyaksa FC masih kokoh di posisi kedua dengan 37 poin

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest Sport Sumatera Utara

See More