PSSI Sanksi PSPS, Denda Rp30 Juta dan 1 Laga Kandang Tanpa Penonton

IDN Times, Pekanbaru - PSPS Pekanbaru kena sanksi oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi itu berkaitan dengan laga lanjutan di putaran kedua Liga Championship 2025/2026, yakni kontra Adhyaksa FC Banten yang berlangsung di Stadion Kharuddin Nasution Kota Pekanbaru pada Sabtu (23/1/2026).
Dalam putusannya, Komdis menyatakan suporter PSPS terbukti melakukan beberapa pelanggaran, mulai dari menyanyikan yel-yel bernada tidak pantas yang ditujukan kepada perangkat pertandingan, tindakan meludahi pemain dan official Adhyaksa FC Banten, hingga pelemparan terhadap bus tim tamu.
"Atas pelanggaran tersebut, PSPS Pekanbaru dijatuhi sanksi larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak satu kali saat menjadi tuan rumah serta denda sebesar Rp15.000.000," demikian bunyi keputusan Komdis.
Tak hanya itu, dalam putusan Komdis PSPS juga menyebut, bahwa suporter PSPS yang berada di Tribun Barat juga kedapatan melakukan pelemparan air minum kemasan ke arah perangkat pertandingan. Tindakan tersebut kembali berujung pada sanksi finansial.
"Klub PSPS Pekanbaru dikenakan denda sebesar Rp15.000.000 akibat pelemparan air minum kemasan ke arah perangkat pertandingan," kata Komdis PSSI dalam keterangan resminya.
Dengan demikian, total denda yang harus dibayarkan PSPS mencapai Rp30.000.000. Selain beban finansial, sanksi laga tanpa penonton tentu menjadi kerugian tersendiri bagi klub yang dikenal memiliki basis suporter fanatik di Bumi Lancang Kuning.
Laga kandang PSPS pada putaran ketiga, akan dilaksanakan pada 28 Februari 2026. Tim Askar Bertuah akan menjamu tim papan Garudayaksa tanpa kehadiran suporter.
1. Sanksi Komdis ambigu

Atas keputusan Komdis PSSI itu, pihak manajemen PSPS mempertanyakan poin dugaan tindakan meludahi tim Adhyaksa yang dinilai tidak dijelaskan secara rinci dalam putusan.
"Dalam putusan tidak disebutkan secara jelas siapa yang melakukan dan kepada siapa tindakan itu dilakukan. Kami juga tidak menerima bukti berupa foto atau video. Ini yang menurut kami cukup ambigu dalam penjatuhan sanksi," ucap Sekretaris PSPS Muhammad Teza Taufik, Jumat (13/2/2026).
Teza bahkan mengungkapkan adanya insiden lain yang tidak masuk dalam pertimbangan.
"Malah ada pemain kami yang diludahi oleh official Adhyaksa saat terjadi sedikit keributan karena mempertanyakan keputusan wasit. Namun, karena tidak terekam kamera, kami tidak mengajukan tuntutan," ujarnya.
2. Terima keputusan tersebut

Meskipun begitu, Teza mengatakan pihaknya menerima keputusan Komdis PSSI tersebut.
"Kami menerima keputusan Komite Disiplin PSSI akibat beberapa poin yang terjadi pada laga PSPS Pekanbaru melawan Adhyaksa FC Banten beberapa waktu lalu," kata Teza.
Pasca keputusan Komdis PSSI, PSPS melakukan evaluasi menyeluruh. Menurut Teza, keputusan Komdis PSSI tersebut menjadi pelajaran bagi manajemen PSPS. Pihaknya juga berjanji akan memperketat pengawasan terhadap penonton bersama panitia pelaksana (Panpel) pertandingan.
"Ini menjadi catatan penting bagi kami dan Panpel untuk lebih ketat mengawasi penonton. Salah satu poin dalam laporan Komdis adalah adanya lemparan air mineral ke dalam lapangan dari tribun," terang Teza.
3. Tak ingin terjadi kerusuhan, ajak suporter jaga sportivitas dan keamanan di stadion

Dalam kesempatan ini, Teza menegaskan bahwa PSPS tidak ingin terjadi adanya tindakan yang berpotensi memicu kerusuhan.
"Kami tentu tidak ingin ada tindakan yang mengarah pada kerusuhan. Tragedi Kanjuruhan harus menjadi pembelajaran bagi kita semua," tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga kembali mengimbau seluruh suporter agar tetap menjaga sportivitas dan keamanan di stadion. Sanksi dari Komdis PSSI kali ini, menjadi peringatan keras bagi seluruh elemen sepakbola, khususnya suporter, untuk menjaga etika, sportivitas dan keamanan dalam setiap pertandingan demi kemajuan sepak bola Indonesia.
"Sekecewa apa pun hasil pertandingan, keamanan dan kenyamanan di stadion harus tetap kita jaga bersama," pungkasnya.














