Nasib Pahit Duo Medan Falcons di Proliga 2026, Masih Nihil Kemenangan

- Medan Falcons kesulitan memanfaatkan momentum permainan yang berkembang
- Medan Falcons Tirta Bhagasasi sempat paksakan deuce dalam pertandingan ketat
- Kekalahan membuat langkah Falcons Tirta Bhagasasi makin berat ke Final Four, sementara Bhayangkara Presisi lolos dengan 13 poin
Medan, IDN Times- Nasib serupa dialami dua wakil Medan di Proliga 2026. Baik Medan Falcons sektor putri maupun Medan Falcons Tirta Bhagasasi (putra) masih belum mampu meraih kemenangan hingga putaran kedua bergulir, setelah kembali menelan kekalahan di GOR Ken Arok, Malang.
Pada Jumat (6/2/2026) malam, tim putri Medan Falcons kembali gagal memutus tren negatif usai takluk dari Jakarta Livin’ Mandiri dengan skor tiga set langsung 0-3 (19-25, 22-25, 19-25). Sehari berselang, Sabtu (7/2/2026) malam, nasib pahit kembali menghampiri wakil Medan di sektor putra. Medan Falcons Tirta Bhagasasi takluk dari juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 0-3 (20-25, 25-27, 24-26). Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Falcons yang belum pernah menang dari seluruh laga yang telah mereka jalani.
1. Medan Falcons kesulitan memanfatkan momentum

Padahal, secara permainan, skuad asuhan Marcos Sugiyama menunjukkan perkembangan dan sempat memberikan perlawanan sengit, terutama di set kedua dan ketiga. Namun, minimnya penyelesaian di poin-poin krusial serta pengalaman lawan membuat mereka kembali pulang tanpa poin.
“Sebenarnya permainan kami berkembang, hanya saja para pemain belum paham memilih angle, bola itu seharusnya dipukul ke mana,” ujar pelatih Falcons, Marcos Sugiyama, usai laga.
Kapten Medan Falcons, Maya Indri, juga mengakui timnya masih kesulitan memaksimalkan momentum. “Aku mengajak teman-teman untuk bermain enjoy saja. Tapi terus terang, pemain-pemain punya keputusan, tapi tidak bisa memanfaatkan momen,” katanya.
Di sisi lain, Jakarta Livin’ Mandiri justru meraih kemenangan perdana mereka di putaran kedua. Asisten pelatih Livin’, Wilda Siti Nurfadila, mengaku bersyukur meski masih banyak yang perlu dibenahi. Pemain Livin’, Salsabila, menambahkan bahwa kepercayaan diri menjadi kunci kemenangan mereka malam itu.
2. Medan Falcons Tirta Bhagasasi sempat paksakan deuce

Sementara duel Medan Falcons Tirta dengan Bhayangkara sebenarnya ketat. Terbukti mereka memaksakan dua kali deuce.Mengawali set pertama, Bhayangkara Presisi langsung menurunkan kekuatan lokal terbaiknya, di antaranya Rendy Tamamilang, Agil Angga, Arjuna Mahendra, dan Alvin Daniel. Sejak awal laga, mereka tampil solid dan terus menekan pertahanan lawan hingga memimpin jauh 15-8.
Falcons Tirta Bhagasasi, yang mengandalkan duet Fahri Septian dan Luvi Febrian, sempat bangkit dan memberikan perlawanan sengit di penghujung set dengan memperkecil ketertinggalan menjadi 17-19. Namun, kematangan mental skuad Bhayangkara kembali terlihat. Sebuah spike keras dari Rendy Tamamilang akhirnya memastikan kemenangan Bhayangkara di set pertama dengan skor 25-20.
Memasuki set kedua, pertandingan berlangsung jauh lebih ketat. Bhayangkara sempat unggul 4-1 di awal, tetapi Falcons Tirta Bhagasasi perlahan bangkit berkat penampilan impresif Fahri Septian yang membawa timnya berbalik unggul 9-7. Kejar-mengejar angka pun terus terjadi hingga skor imbang 18-18.
Ketegangan memuncak saat kedua tim mencapai angka 24-24. Setelah melalui dua kali deuce, Bhayangkara Presisi menunjukkan pertahanan blok yang lebih rapi dan akurat, sehingga berhasil mengamankan set kedua dengan kemenangan tipis 27-25.
Di set ketiga, Bhayangkara kembali tampil dominan sejak awal dan unggul 10-5. Pelatih Falcons Tirta Bhagasasi, Ariyanto, kemudian mengambil time out saat skor 13-18 untuk mengubah strategi permainan agar lebih variatif dalam menembus blok lawan.
Instruksi tersebut sempat membuahkan hasil. Fahri Septian dkk berhasil memangkas jarak hingga 21-23 dan kembali memaksakan deuce di skor 24-24. Namun, sekali lagi ketenangan menjadi pembeda. Bhayangkara Presisi akhirnya menutup laga dengan kemenangan 26-24, sekaligus menutup peluang Falcons Tirta Bhagasasi meraih kemenangan perdana mereka di putaran kedua Proliga 2026.
3. Langkah makin berat ke Final Four

Kekalahan ini membuat Falcons Tirta Bhagasasi semakin terpuruk di dasar klasemen dengan hanya satu poin dari enam laga, sekaligus memastikan mereka belum pernah meraih kemenangan di Proliga 2026 sejauh ini. Sementara Bhayangkara Presisi memastikan diri lolos ke babak Final Four dengan raihan 13 poin dari tujuh pertandingan.
Pelatih Medan Falcons Tirta Bhagasasi, Ariyanto, menilai peluang timnya ke Final Four masih ada, meski sangat berat. Ia juga mengakui timnya masih banyak melakukan kesalahan sendiri saat menghadapi Bhayangkara."Berat meskipun kami punya peluang," ujarnya.
Sementara Pelatih Bhayangkara Presisi, Ridel Toiran, mengungkapkan bahwa ia sengaja tidak menurunkan pemain asing demi mengasah pemain lokal. “Di babak reguler ini saya mencoba semua pemain. Kalau sudah Final Four, kita tidak mencoba lagi,” katanya.













