2 Sundulan Gamaroni Bawa PSPS Bungkam Persiraja

- PSPS Pekanbaru menang 2-1 atas Persiraja Banda Aceh di Stadion Kaharuddin Nasution, dengan Antonio Gamaroni mencetak dua gol sundulan dan Aditya Angga Saputra memperkecil skor.
- Kemenangan kandang perdana ini memberi PSPS tiga poin dan mengangkat tim ke posisi ketiga klasemen sementara Grup A Liga 2 Pegadaian Championship 2026/2027.
- Pelatih PSPS Akhyar Ilyas menegaskan target tiga poin tetap berlaku di laga kandang maupun tandang, sementara Persiraja akan mengevaluasi disiplin lini belakang.
Pekanbaru, IDN Times - PSPS Pekanbaru membungkam Persiraja Banda Aceh dalam kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship musim 2026/2027 di Stadion Kaharuddin Nasution, Sabtu (19/9/2026) sore. Bermain di kandang dan dihadapan ribuan suporternya, PSPS menang tipis dengan skor 2-1.
Dalam pertandingan itu, penyerang PSPS asal Brazil Antonio Gamaroni membobol gawang Persiraja 2 kali. Sedangkan 1 gol Persiraja, dicetak oleh Aditya Angga Saputra.
Atas kemenangan itu, PSPS mengantongi 3 poin sekaligus naik ke posisi 3 klasmen sementara Grup A.
1. Dua gol Gamaroni sundulan

Trio Brazil PSPS saat selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persiraja Banda Aceh (IDN Times/ IG pspsriau) Sejak peluit babak pertama berbunyi, PSPS langsung tampil menyerang dan menekan jantung pertahanan Persiraja. Namun serangan demi serangan masih belum membuahkan hasil.
Persiraja juga melakukan serangkaian lewat dua pemain asing mereka, tapi masih belum mampu merobek jala gawang PSPS yang dijaga Dicky Agung Setiawan.
Peluang pertama PSPS tercipta pada menit 20-an saat sepakan keras Gamaroni masih bisa ditepis penjaga gawang Persiraja.
Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya tercipta pada menit ke-34. Berawal dari sepakan bebas M Reza Kusuma yang mengirim kepada Luiz Henrique Motta.
Bek PSPS asal Brazil itu kemudian menyundul bola dan mengirim kepada Gamaroni. Oleh Gamaroni langsung memanfaatkan peluang tersebut dengan menyundul dan berhasil merobek gawang PSPS yang dijaga Andriyas Fransisco. Skor 1-0 untuk PSPS.
Lima menit berselang tepatnya di menit ke-39, PSPS kembali menambah keunggulan lewat sundulan Gamaroni. Bola umpan dari Matheus Henrique Machado de Santana mampu dimaksimalkan Gamaroni untuk mencetak gol.
Gol kedua Gamaroni sempat ditepis penjaga gawang Persiraja, namun wasit memutuskan kalau bola sudah melewati garis gawang Persiraja dan gol. Skor 2-0 untuk PSPS.
Keunggulan 2-0 menjadi modal bagi PSPS untuk terus tampil menekan. Namun hingga peluit babak pertama usai, skor 2-0 untuk keunggulan PSPS.
Masuk di babak kedua, Persiraja langsung mencoba membangun serangan dari kedua pemain sayap mereka. Namun masih belum bisa memecah kebuntuan.
PSPS yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri juga tak mau kalah menyerang untuk menambah pundi-pundi gol. Namun hingga 15 menit pertama di babak kedua, skor masih 2-0 untuk keunggulan tuan rumah PSPS.
Keasyikan menyerang, PSPS akhirnya kebobolan pada menit ke-64. Berawal dari kemelut di depan gawang, pemain Persiraja Aditya berhasil membobol gawang PSPS. Skor berubah menjadi 2-1.
Persiraja terus mencari gol penyeimbang. Beberapa kali melakukan terobosan namun berhasil dimentahkan pertahanan PSPS yang dijaga Alfin Tuasalamony cs.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 2-1 untuk kemenangan tipis PSPS.
2. Akhyar Ilyas: mau home atau away, target tetap 3 Poin

Pelatih PSPS Pekanbaru Akhyar Ilyas saat memberikan statement ke awak media usai laga melawan Persiraja Banda Aceh (IDN Times/ Fanny Rizano) Usai pertandingan itu, pelatih PSPS Akhyar Ilyas mengucapkan syukur atas kemenangan perdana timnya, terlebih bermain dihadapan ribuan suporter.
"Alhamdulillah 3 poin di laga perdana kandang ini. Pemain bermain maksimal," ucapnya.
Saat ditanya pendapatnya untuk pertandingan selanjutnya di markas Sumsel United, Akhyar Ilyas tetap pada komitmen timnya, yakni curi 3 poin.
"Kami sudah berbicara dengan semua pemain, mau itu main di home atau away, target tetap 3 poin," sebutnya.
Mengenai performa Asir Asiz yang menurut awak media tidak maksimal dalam laga tersebut, Akhyar Ilyas memberikan penilaiannya.
"Asir mungkin tidak diperforma terbaik hari ini, tapi dia terus mencoba memberikan permainan yang maksimal," jawabnya.
Sementara itu, pemain PSPS Misbakus Sholikin menambahkan, atas kemenangan perdana ini, timnya semakin bersemangat untuk menghadapai laga selanjutnya.
"Kemenangan ini menjadi motivasi kami untuk pertandingan selanjutnya," pungkasnya.
3. Jaya Hartono: pemain belakang tidak disiplin

Pelatih Persiraja Banda Aceh Jaya Hartono saat menilai penampilan anak asuhnya usai meraih kekalahan dari PSPS Pekanbaru (IDN Times/ Fanny Rizano) Disisi lain, pelatih Persiraja Jaya Hartono mengakui kemenangan PSPS. Menurutnya, gol PSPS terjadi karena tidak disiplinnya pemain belakang Persiraja.
"Terjadinya gol-gol itu karena tidak disiplinnya pemain belakang kami. Jadi si Gamaroni itu dengan gampang mencetak gol," katanya.
Dilanjutkannya, setelah gol pertama PSPS, dirinya telah menginstruksikan anak asuhnya untuk menjaga setiap pemain lawan ketika di benteng pertahanan Persiraja. Tetapi pemain Persiraja kembali melakukan kesalahan sebelum gol kedua PSPS terjadi.
"Sebenarnya sudah kami instruksikan ke pemain setelah gol pertama, kamu jaga ini, jaga ini, jaga ini. Tapi gol kedua (PSPS) itu, pemain belakang kami tidak melakukan duel. Sehingga Gamaroni yang bebas kembali mencetak gol lagi," lanjutnya.
Atas kekalahan keduanya, Jaya menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh agar di pertandingan selanjutnya dapat bermain maksimal dan meraih poin penuh.

















