Diduga Ditipu Jutaan Rupiah, Puluhan Siswa SSB Terlantar di Kualanamu

- Puluhan siswa SSB terlantar di Bandara Kualanamu setelah dijanjikan berangkat ke Liga TopSkor Nasional di Bogor, meski telah menyetor Rp5,5 juta per orang kepada panitia berinisial DR.
- Orangtua menemukan nama para siswa tidak tercatat pada penerbangan Lion Air. Tim yang disebut mewakili TSI Sumut juga tidak terdaftar sebagai kontestan nasional kategori U-14 maupun U-16.
- Liga TopSkor Indonesia menyatakan dugaan penyelewengan dana berada di luar kewenangannya dan mendukung proses hukum. PSSI Sumut akan memanggil penyelenggara untuk evaluasi kompetisi.
Medan, IDN Times- Puluhan siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) diduga menjadi korban penipuan. Mereka terlantar di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Minggu (26/7/2026) setelah dijanjikan berangkat mengikuti Liga TopSkor Nasional Championship yang digelar di Bogor.
Padahal mereka sudah diminta menyetorkan uang sebesar Rp5,5 juta per orang kepada salah satu panitia penyelenggara Liga TopSkor Sumatra Utara berinisial DR.
1. Pemain tidak tercatat sebagai penumpang

Umasari, salah satu orangtua siswa mengatakan, awalnya mereka dijanjikan untuk berangkat pada Sabtu (25/7/2026). Kemudian DR mengundurkan jadwal menjadi Minggu (26/7/2026). "Kami datang ke Bandara Kualanamu Minggu pagi sejak pukul 08.00 WIB. Namun hingga siang hari tidak ada kepastian berangkat," katanya.
Kemudian orangtua mengonfirmasi ke pihak Lion Air. Kemudian didapati fakta jika nama anak-anak mereka tidak tercatat sebagai penumpang untuk keberangkatan.
Sementara Heru, salah satu orangtua siswa lainnya mengaku drop atas kejadian ini. "Kasihan dengan anak-anak. Kasihan mental mereka." kata Heru singkat saat coba dikonfirmasi IDN Times, Senin (27/7/2026).
2. Tak ada TSI Sumut dalam pembagian grup

Diketahui para pemain yang akan berangkat disebut dijanjikan mewakili Top Skor Indonesia (TSI) Sumut. Padahal TSI Sumut tak tercantum sebagai salah satu kontestan di babak nasional baik di kategori U-14 dan U-16.
Empat perwakilan Sumatra Utara yang resmi berangkat dan tercatat dalam pembagian grup adalah SSB Tasbi Medan, Perpapi Simalungun untuk kategori U-14 dan SSB Sejati Jaya Simalungun dan Perbaungan City pada kategori U-16.
3. Pernyataan resmi Liga TopSkor dan PSSI Sumut

Menanggapi ini Liga Topskor Indonesia membuat pernyataan. Kompetisi usia dini yang rutin digelar setiap tahun itu menyampaikan keprihatiannya.
"Liga TopSkor Indonesia menyampaikan rasa prihatin dan penyesalan yan mendalam atas kegagalan salah satu tim perwakilan Liga TopSkor Sumatra Utara mengikuti TopSkor National Championship (TNC) 2026 akibat tindakan yang tidak bertanggung jawab oleh oknum panitia Liga TopSkor Regional Sumatra Utara."
"Perlu ki tegaskan bahwa dugaan penyelewengan dana keberangkatan yang dilakukan oknum panitia tersebut, sepenuhnya berada di luar kuasa maupun kewenangan Liga TopSkor Indonesia selaku penyelengara TNC. Liga TopSkor Indonesia tidak menerima, mengelola, ataupun terlibat dalam proses pengumpulan maupun pengelolaan dana keberangkatan kontingen dari masing-masing regional/zona."
"Liga TopSkor Indonesia menghormati proses hukum yang sedang maupun akan berjalan serta mendukung upaya penungkapan fakta secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku."
Selanjutnya Liga TopSkor Indonesia akan melakukan evaluasi terhadap melanisme koordinasi dengan seluruh penyelenggara regional/zona guna memerkuat tata kelola dan meminimalkan potensi terjadinya peristiwa serupa di masa mendatang, demi menjaga kepercayaan seluruh peserta dan masyakat terhadap kompetisi Liga TopSkor di Indonesia.
Sementara PSSI Sumatra Utara juga bereaksi. Lewat pernyataan resminya di akun instagram, PSSI SUmut akan segera memanggil pihak Liga Top Skor Indonesia untuk mengevaluasi kompetisi Liga TopSkor di Sumatra Utara. "PSSI umut menegaskan bahwa setiap kegiatan wajib dilaksanakan sesuai regulasi, rekomendasi, serta sejalan dengan visi dan misi pembinaan sepak bola PSSI Sumut. Apalagi peyelenggara tidak mematuhi ketentuan tersebut, PSSI Sumatra Utara tidak akan memberikan rekomendasi ataupun dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut di Sumatra Utara pada masa mendatang," demikian pernyataan resmi PSSI Sumut.





![[BREAKING] Ledakan di Grand Polonia, Diduga karena Pipa Gas Tanam](https://image.idntimes.com/post/20260720/upload_8d32ebd1c6eedb860490e3a7a5793af8_a86fbb33-4538-497c-aed0-cefdfa438a8b_watermarked_idntimes-2.jpg)










