Sempat Alami Kram Paha, Sausan Pastikan Emas untuk Jateng di PON 2024

Medan, IDN Times – Pebulu tangkis Jawa Tengah Sausan Dwi Ramadhani mencatatkan namanya sebagai pemenang setelah menaklukkan Kanaya Anisya Putri (Jawa Barat) dalam laga final cabang olahraga (cabor) bulu tangkis nomor beregu putri Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, Kamis (13/10/2024).
Sausan mengalahkan Kanaya dalam tiga set dengan skor tipis 21-19, 12-21, 24-22. Ia terlambat panas di laga ini. Beberapa unforce error yang dilakukannya membuat Putri menjauh dan unggul 11-6 saat interval.
1. Sausan ngotot mengejar ketertinggalan angka

Tertinggal angka, Sausan bermain ngotot. Dia terus mengeksekusi serangan dengan baik. Hingga akhirnya, Sausan berhasil menyamakan skor 18-18.
Menjelang turun minum set pertama, Kanaya melepaskan bola tanggung yang dituntaskan Sausan dengan dropshot cantik. Set pertama dimenangkan Sausan dengan Skor 21-19.
Memasuki set kedua, pertandingan semakin panas. Sausan kembali bermain apik. Namun Kanaya bermain ngotot. Hingga set kedua berakhir, Kanaya unggul dengan skor 21-12.
2. Sausan sempat mengalami kram paha

Set penentuan mendebarkan sejak poin pertama. Hampir-hampir tidak ada poin yang diperoleh dengan mudah di babak ini. Susul menyusul poin terjadi hingga menjelang interval.
Sausan melaju kencang hingga mencatatkan poin 19-11. Petaka terjadi saat kemenangan diambang pintu. Sausan mengalami kram pada paha kanan. Ia sempat menepi dan meminta bantuan medis.
Performa Sausan menurun. Kanaya yang tertinggal jauh mulai mengejar hingga 17-19. Satu dropshot yang dengan susah payah dikembalikan Sausan, dieksekusi Kanaya dengan smash keras. Margin tinggal satu poin, 18-19.
3. Kanaya berupaya menggempur, Sausan bertahan

Kanaya mendominasi di set akhir. Sementara Sausan hanya bertahan dengan sisa-sisa semangat.
Terlalu bermain ngotot, Kanaya membuat kesalahan. Smash kerasnya melebar dan membuat Sausan satu langkah dari kemenangan.
Sayangnya, momentum ini gagal dimanfaatkan Sausan. Ia terikut ritme yang dikembangkan Kanaya. Lob serang yang menjadi senjata pancingan Kanaya masih ampuh. Ia membukukan dua angka beruntun yang membuat skor berimbang 20-20 dan memaksakan laga dilanjutkan dengan deuce.
Pertandingan kian dramatis. Kanaya yang memegang servis gagal menyeberangkan bola. Servis pendek yang dilakukannya tak mampu melewati net. Match point kedua untuk untuk Sausan, tapi peluang ini pun urung tuntas setelah netting yang dilakukannya terlalu lemah dan menyangkut pula.
Deuce kembali terjadi pada skor 21-21, lalu berlanjut ke 22-22. Kanaya yang memegang bola untuk kali kesekian melakukan unforce error. Skor 23-22, match point keempat bagi Sausan. Sampai di sini, Sausan dengan cerdik mengambil jeda sejenak untuk mengatur ritme sekaligus pernapasan dan menjaga kondisi pahanya. Ia berhasil. Satu serangan cepatnya ke sisi kiri lapangan tidak dapat dikembalikan Kanaya. Skor berakhir 24-22.
Dengan hasil ini, Jateng berhak membawa pulang medali emas. Jateng berpeluang “mengawinkan” emas bulu tangkis beregu PON.















