Comscore Tracker

Mengenal Dua Lokasi Pengasingan Sukarno di Sumatera Utara

Sekarang jadi destinasi wisata!

Medan, IDN Times - Ir Sukarno merupakan Presiden pertama Republik Indonesia yang menjalani banyak rintangan dalam memperjuangkan kemerdekaan RI. Ir Sukarno beberapa kali harus diasingkan demi memperjuangkan orang Indonesia.

Beberapa provinsi Indonesia disinggahi sebagai tempat pengasingan termasuk Sumatera Utara. Berikut dua tempat pengasingan Sukarno di Sumut yang dirangkum IDN Times dari berbagai sumber.

1. Berastagi menjadi tempat pengasingan Sukarno saat Belanda melakukan Agresi Militer II

Mengenal Dua Lokasi Pengasingan Sukarno di Sumatera UtaraRumah Pengasingan Bung Karno di Berastagi (Dok. IDN Times)

Pada 1948, Berastagi menjadi tempat pengasingan Sukarno saat Belanda melakukan Agresi Militer II. Berastagi terletak di Sumatera Utara. Tepatnya Di Desa Lau Gumba, Berastagi, Kabupaten Karo.

Tidak hanya Sukarno, Sutan Sjahrir, dan Haji Agus Salim juga turut diasingkan di lokasi tersebut. Mereka diasingkan selama 12 hari di sini.

Baca Juga: Biografi Lafran Pane, Si Badung asal Sumut Pendiri Hijau Hitam

2. Kemudian, dengan alasan keamanan dipindahkan ke pinggir Danau Toba

Mengenal Dua Lokasi Pengasingan Sukarno di Sumatera UtaraRumah Pengasingan Bung Karno di Prapat, Simalungun (Dok. IDN Times)

Kemudian, dengan alasan keamanan, ketiganya dipindahkan ke pinggir Danau Toba. Berlokasi di Kota Parapat, sebuah tempat yang mennyuguhkan keindahan alam yang mempesona. Kota yang juga merupakan saksi sejarah dari perjuangan Sukarno dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia sebelum dipindahkan ke Pulau Bangka kala  itu. 

3. Hari kemerdekaan bangsa Indonesia ditandai dengan adanya pembacaan naskah proklamasi oleh Sukarno yang didampingi Moh. Hatta pada 17 Agustus 1945 silam

Mengenal Dua Lokasi Pengasingan Sukarno di Sumatera UtaraNaskah Konsep Teks Proklamasi tulisan tangan asli Presiden pertama RI Sukarno. (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Hari kemerdekaan bangsa Indonesia ditandai dengan adanya pembacaan naskah proklamasi oleh Sukarno yang didampingi Moh. Hatta pada 17 Agustus 1945 silam. Momen sakral ini jadi peristiwa paling bersejarah bagi bangsa Indonesia sekaligus awal mula pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Memperingati HUT ke-75 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, IDN Times meluncurkan kampanye #MenjagaIndonesia. Kampanye ini didasarkan atas pengalamanan unik dan bersejarah bahwa sebagai bangsa, kita merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI dalam situasi pandemik COVID-19, di saat mana kita bersama-sama harus membentengi diri dari serangan virus berbahaya. Di saat yang sama, banyak hal yang perlu kita jaga sebagai warga bangsa, agar tujuan proklamasi kemerdekaan RI, bisa dicapai.

Baca Juga: Jangan Lupakan Sejarah! Ini 11 Sosok Pahlawan Nasional dari Sumut

Topic:

  • Masdalena Napitupulu
  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya