Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga dan Mahasiswa Karo Sulap Sampah Plastik Jadi Ecobrick
Warga bersama mahasiswa UMSU mengubah limbah menjadi ecobrick (Dok. Mahasiswa UMSU)
  • Warga Desa Gongsol dan mahasiswa UMSU bareng-bareng ubah sampah plastik jadi ecobrick lewat aksi bersih-bersih lingkungan untuk mengurangi pencemaran dan menumbuhkan kesadaran pengelolaan limbah berkelanjutan.
  • Kegiatan ini bagian dari program Penyuluhan Komunikasi Sosial PEKOMSI 2026 yang digagas HMJ IKO FISIP UMSU bersama komunitas Tangan Edukasi guna edukasi nilai guna limbah plastik bagi masyarakat.
  • Warga merespons positif kegiatan ini karena dinilai bermanfaat menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus mendapat tambahan edukasi kesehatan agar makin sadar pentingnya hidup sehat dari lingkungan bersih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
PEKOMSI 2026

Program Penyuluhan Komunikasi Sosial PEKOMSI 2026 digagas oleh HMJ IKO FISIP UMSU bersama komunitas Tangan Edukasi dan warga Desa Gongsol. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan limbah plastik menjadi ecobrick.

kini

Warga dan mahasiswa UMSU di Desa Gongsol melaksanakan aksi bersih-bersih lingkungan dengan membuat ecobrick dari sampah plastik. Warga merespons positif kegiatan ini yang juga disertai edukasi kesehatan dan perawatan medis.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kegiatan warga dan mahasiswa UMSU mengubah sampah plastik menjadi ecobrick melalui aksi bersih-bersih lingkungan di Desa Gongsol, sebagai upaya pengelolaan limbah berbasis masyarakat.
  • Who?
    Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UMSU bersama komunitas Tangan Edukasi dan warga Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di beberapa titik di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
  • When?
    Kegiatan dilakukan dalam rangkaian program Penyuluhan Komunikasi Sosial PEKOMSI 2026; waktu pelaksanaan tepatnya belum disebutkan secara rinci.
  • Why?
    Aksi ini bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan, menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah berkelanjutan, serta menunjukkan nilai guna limbah plastik.
  • How?
    Peserta dibagi tiga kelompok untuk mengumpulkan dan memilah sampah plastik yang kemudian dipadatkan ke dalam botol bekas hingga terbentuk ecobrick yang dapat dimanfaatkan kembali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang di Desa Gongsol dan kakak mahasiswa UMSU kerja bareng ambil sampah plastik yang banyak. Mereka masukin sampah ke botol kosong sampai padat, jadi ecobrick. Ecobrick itu bisa dipakai buat bangun kursi atau pot bunga. Warga senang karena desa jadi bersih dan sehat, terus semua belajar jaga lingkungan bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kegiatan warga dan mahasiswa di Desa Gongsol menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat dalam menjaga lingkungan. Melalui pembuatan ecobrick, limbah plastik yang tadinya menjadi masalah berhasil diubah menjadi bahan berguna, sekaligus menumbuhkan kesadaran baru tentang pengelolaan sampah berkelanjutan. Antusiasme warga dan tambahan edukasi kesehatan memperkaya manfaat kegiatan ini bagi masyarakat setempat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Tumpukan sampah plastik di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatra Utara kini punya wujud baru. Warga bersama mahasiswa UMSU mengubah limbah yang selama ini menjadi masalah jadi ecobrick lewat aksi bersih-bersih lingkungan.

Peserta turun langsung ke beberapa titik desa buat ngumpulin sampah plastik yang berserakan. Setelah dipilah, sampah nonorganik itu dipadatkan ke dalam botol plastik bekas. Hasilnya? Botol-botol padat yang bisa dipakai lagi jadi bahan bangunan, kursi, atau pot tanaman.

1. Dari hasil pungutan sampah berhasil memproduksi tiga ecobrick

Warga bersama mahasiswa UMSU mengubah limbah menjadi ecobrick (Dok. Mahasiswa UMSU)

Selama kegiatan, peserta dibagi jadi tiga kelompok. Dari hasil pungutan sampah itu, mereka berhasil memproduksi tiga ecobrick sebagai langkah awal pengelolaan limbah berbasis masyarakat.

Tujuan utamanya sederhana tapi penting: mengurangi pencemaran lingkungan dan menumbuhkan kesadaran warga soal pengelolaan sampah berkelanjutan. Lewat praktik langsung bikin ecobrick, masyarakat diajak paham kalau limbah plastik masih punya nilai guna kalau dikelola benar.

2. Bertujuan membangkitkan kesadaran masyarakat mengenai limbah plastik

Warga bersama mahasiswa UMSU mengubah limbah menjadi ecobrick (Dok. Mahasiswa UMSU)

Kegiatan ini bagian dari rangkaian Penyuluhan Komunikasi Sosial PEKOMSI 2026. Programnya digagas Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi HMJ IKO FISIP UMSU bareng komunitas Tangan Edukasi dan warga Desa Gongsol.

"Acara ini bertujuan membangkitkan kesadaran masyarakat mengenai limbah plastik yang bisa diubah jadi barang bernilai guna, lebih berguna, yaitu ecobrick yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Gongsol," kata Adrin Satrian Nugroho, Ketua HMJ IKO FISIP UMSU.

3. Kegiatan ini juga disisipi edukasi kesehatan dan perawatan medis

Warga bersama mahasiswa UMSU mengubah limbah menjadi ecobrick (Dok. Mahasiswa UMSU)

Respon warga pun positif. Julpina Sipakar, warga Desa Gongsol, mengaku senang. "Acara ini sangat bermanfaat untuk menjaga kebersihan lingkungan, jika bisa dilakukan secara rutin. Lingkungan pun akan semakin bersih," ujarnya.

Selain urusan sampah, acara ini juga disisipi edukasi kesehatan dan perawatan medis. Tujuannya biar warga makin sadar soal pola hidup sehat yang dimulai dari lingkungan bersih.

Editorial Team

Related Article