Inalum Perkuat Kolaborasi dengan Pemprov Sumut, Ini Programnya

- Inalum dan Pemprov Sumut memperkuat kolaborasi pembangunan berkelanjutan, dengan fokus pelestarian Danau Toba serta peningkatan kualitas pendidikan di wilayah sekitarnya.
- Sepanjang 2026, Inalum menargetkan penanaman 500 hektare di Daerah Tangkapan Air Danau Toba, didukung pembibitan, biopori, sumur resapan, dan pencegahan kebakaran.
- Pemprov Sumut meminta perluasan program sosial Inalum untuk fasilitas pendidikan, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, dan konservasi lingkungan.
Medan, IDN Times- PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum memerkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) untuk mendorong pembangunan berkelanjutan. Pelestarian kawasan Danau Toba dan peningkatan kualitas pendidikan menjadi dua fokus utama kerja sama tersebut.
Komitmen ini dibahas Inalum dalam Silaturahmi Ibersama Pemprov Sumut yang diwakili Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kota Medan, Selasa (4/8/2026).
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, mengatakan keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan kinerja operasional perusahaan. Menurutnya, perusahaan juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Keberlanjutan tidak cukup hanya diwujudkan melalui kinerja operasional yang baik. Keberlanjutan juga harus tercermin dari kemampuan perusahaan dalam menjaga lingkungan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi mendatang,” ujar Melati.
1. Inalum targetkan penanaman 500 hektare

Salah satu program yang terus diperkuat Inalum adalah pelestarian Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba. Kawasan ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung keberlangsungan pembangkit listrik tenaga air milik perusahaan.
Sepanjang 2026, Inalum menargetkan program penanaman di kawasan DTA Danau Toba mencapai 500 hektare. Jenis tanaman yang dipilih disesuaikan dengan kondisi lahan dan manfaat ekologisnya.
Program tersebut diharapkan mampu membantu mengurangi erosi, meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air, serta memperluas tutupan vegetasi di kawasan Danau Toba.
Upaya konservasi juga dilakukan melalui berbagai program pendukung. Mulai dari pengembangan pembibitan, pembangunan biopori dan sumur resapan, Sekolah Peduli Lingkungan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, hingga pengembangan Taman Keanekaragaman Hayati atau Taman Kehati.
Berbagai program tersebut dijalankan melalui Shared Value Framework Inalum, yakni pendekatan yang menggabungkan kepentingan lingkungan, masyarakat, industri, dan pemerintah untuk menciptakan manfaat bersama.
2. Pemprov Sumut dorong dukungan untuk pendidikan

Selain konservasi lingkungan, sektor pendidikan menjadi perhatian dalam kolaborasi Inalum dan Pemprov Sumut. Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mengapresiasi kontribusi perusahaan dan berharap program tanggung jawab sosial dan lingkungan dapat semakin diperluas.
Menurut Surya, masih terdapat kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di sejumlah wilayah sekitar Danau Toba yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi melalui anggaran pemerintah.
“Kami berharap Inalum terus memperkuat kontribusinya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di kawasan sekitar Danau Toba,” kata Surya.
Ia menyebut sejumlah fasilitas, seperti laboratorium dan sarana penunjang pendidikan lainnya, masih membutuhkan dukungan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dinilai penting untuk memperluas akses serta meningkatkan kualitas pendidikan bagi generasi muda.
3. Dorong pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal

Surya juga mendorong Inalum untuk memperluas kontribusinya dalam pembangunan daerah, termasuk melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, dan penguatan program konservasi lingkungan.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Sumatera Utara.
















