Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tips Aman Berkendara Motor Saat Hujan Abu dan Asap Karhutla Melanda
Ilustrasi Safety Riding dan Touring (Dok. Indako)
  • Pengendara motor disarankan menunda perjalanan yang tidak mendesak saat hujan abu dan asap pekat; pantau informasi resmi aktivitas gunung api, sebaran abu, lalu lintas, serta penutupan jalan.
  • Sebelum berangkat, gunakan helm ber-visor tertutup, masker penyaring partikel, dan kacamata; periksa ban, rem, lampu, spion, mesin, serta penyaring udara kendaraan.
  • Di jalan, kurangi kecepatan, hindari manuver mendadak, dan tambah jarak aman. Bila pandangan terbatas, nyalakan lampu, menepi, lalu bersihkan serta periksa komponen motor setelah terpapar abu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Hujan abu vulkanik dapat membuat aktivitas berkendara menjadi lebih berisiko.

Partikel abu vulkanik dapat menggangu aktivitas berkendara anda, oleh karena itu pengendara perlu menggunakan perlengkapan tambahan, meningkatkan kewaspadaan dan fokus saat berkendara.

Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman menjadi pilihan yang paling tepat.

Sedangkan bagi pengendara yang harus tetap melakukan perjalanan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Persiapkan Diri dan Kendaraan

Para pelajar di SD Negeri 047174, di Desa Kutarayat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, tetap menjalankan aktivitas belajar mengajar di saat Gunung Sinabung berada di level III atau siaga, Rabu (2/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Sebelum berangkat, pastikan perlengkapan berkendara digunakan secara lengkap seperti helm dengan visor tertutup untuk membantu melindungi bagian wajah dan mata.

Gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus dan kacamata tambahan yang dapat memberikan perlindungan dari iritasi pada mata bila terpapar langsung.

Kondisi visor helm juga perlu diperhatikan. Partikel abu yang menempel dapat mengganggu pandangan. Membersihkan visor secara sembarangan karena partikel abu, berpotensi menggores permukaannya sehingga mengganggu pandangan.

Selain perlengkapan, kondisi kendaraan juga perlu diperiksa. Pastikan tekanan dan kondisi ban, sistem pengereman, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion, serta kondisi mesin berfungsi dengan baik. Komponen kendaraan yang berkaitan dengan penyaring udara juga perlu diperhatikan karena abu vulkanik dapat masuk dan menumpuk pada bagian tersebut.

Sebelum berangkat, pengendara juga sebaiknya memantau informasi resmi mengenai aktivitas gunung api, arah penyebaran abu, kondisi lalu lintas, serta kemungkinan adanya penutupan jalan.

2. Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak Aman

Petani tetap beraktivitas di tengah intensitas erupsi Gunung Api Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Kamis (3/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Saat berkendara di tengah hujan abu, pengendara perlu mengurangi kecepatan. Abu yang menutupi permukaan jalan, terutama ketika bercampur dengan air, dapat membuat jalan menjadi lebih licin dan mengurangi daya cengkram ban.

Hindari melakukan manuver secara tiba-tiba. Kendalikan kendaraan dengan halus dan berikan perhatian lebih terhadap kondisi lalu lintas di depan dengan memberikan jarak aman yang lebih.

3. Jangan Memaksakan Diri Saat Kondisi Memburuk

Siswa berangkat sekolah menaiki angkutan umum saat erupsi Gunung Sinabung di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026). Pusat Vulcanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyampaikan bahwa tingkat aktivitas Gunung Sinabung berada di level III atau siaga sehingga masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di desa yang sudah direlokasi. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Jika hujan abu dan asap semakin pekat hingga jarak pandang sangat terbatas, jangan memaksakan diri untuk terus berkendara. Kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu utama, jaga jarak dengan kendaraan lain, kemudian cari tempat yang aman untuk menepi.

Pengendara juga sebaiknya tidak membuka visor helm ketika abu masih pekat.

4. Perhatikan Kendaraan Setelah Terpapar Abu

Seorang anak memasangkan masker ke temannya di posko pengungsian erupsi Gunung Sinabung di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026). Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengevakuasi 650 warga Desa Kuta Tengah ke posko tersebut setelah Gunung Sinabung erupsi pada Senin (31/8). (ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Perhatian terhadap kendaraan tidak berhenti setelah sampai di tujuan. Beberapa bagian yang perlu diperhatikan antara lain filter udara, sistem pengereman, rantai dan komponen bergerak, area mesin dan CVT, lampu depan dan belakang, serta ban dan area roda. Apabila terdapat penurunan performa dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di AHASS terdekat.

Pada bagian bodi, hindari menggosok permukaan kendaraan saat kering. Bersihkan terlebih dahulu dengan air secara hati-hati untuk mencegah goresan akibat sifat abrasif abu vulkanik.

Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho mengatakan pengendara perlu waspada dan tidak memaksakan diri saat terjadi hujan abu vulkanik. Prediksikan bahaya sedini mungkin, sehingga dapat mengantisipasi sebelum bahaya muncul.

“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari Aman saat berkendara,” ujar Daniel.

Sementara itu, Instruktur Safety Riding PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara, Sofiyan Hazri mengatakan, kondisi hujan abu dan asap membutuhkan perhatian ekstra dari pengendara, khususnya dalam menjaga jarak pandang dan mengendalikan kecepatan. Pengendara dengan situasi serupa termasuk di Sumatera Utara diimbau untuk tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi jalan dan jarak pandang sudah tidak mendukung keselamatan.

“Ketika menghadapi hujan abu dan asap, pengendara harus meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Jika jarak pandang semakin terbatas, sebaiknya segera mencari tempat yang aman untuk menepi dan tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan. Mari selalu utamakan keselamatan dan tetap Cari Aman dalam setiap perjalanan,” ujar Sofiyan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article