Tangis Orangtua Terima Koper PMI yang Tewas di Korea, HP Tak Ditemukan

- Keluarga Reza Valentino Simamora menangis saat menerima barang-barang almarhum yang dikirim dari Korea, namun koper tiba dalam kondisi terbuka dan dua ponsel milik Reza hilang.
- Reza, pekerja migran program G to G, meninggal akibat kecelakaan kerja di kapal penangkap ikan Korea Selatan pada September 2025 setelah enam bulan bekerja di sana.
- BP3MI Sumut mengakui koper diterima sudah terbuka dan berjanji menelusuri kehilangan barang dengan menanyakan ke pihak kargo serta KBRI untuk memastikan penyebabnya.
Medan, IDN Times - Keluarga almarhum Reza Valentino Simamora, pekerja migran program Government to Government (G to G) yang meninggal di Korea Selatan, tak kuasa menahan tangisnya. Meski sudah lama sang anak dikubur, namun mereka tetap tak bisa membendung air mata kala barang-barang milik Reza diantar pulang oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Indonesia (BP3MI) pulang.
Koper hitam yang dibungkus kardus besar dibuka pelan-pelan. Dengan tatapan nanar, Saut Tarulitua Simamora dan istrinya Tetty menerima baju beserta kartu identitas milik anaknya. Namun sayang, ponsel anaknya yang diklaim berada di dalam koper yang sama, hilang.
1. Keluarga syok kala terima barang anaknya yang sudah meninggal dengan kondisi terbuka

Saut Simamora beberapa kali tampak mengelus bahu istrinya mencoba menularkan ketabahan. Sudah 7 bulan berlalu dari kematian sang anak, namun baru hari ini mereka menerima kembali barang-barang milik almarhum Reza.
"Aduh Pak kenapa ini, Pak?! Kok bisa begini Pak, kok terbuka? Ini di-packing, kan, dari Korea? Kenapa bisa terbuka?" teriak Tetty sembari menangis kala menerima koper anaknya dalam kondisi terbuka, Rabu (15/4/2026).
Saat dicek kembali oleh suaminya, Saut, ia mengatakan bahwa ponsel milik anaknya hilang. Hanya ada kotak ponsel merek Samsung dan charger-nya saja.
"Ini Samsung, jelas namanya Samsung. Baru dibeli. Ada 2 HP anak saya, atas nama almarhum Reza Valentino Simamora. Tapi tidak ada di tas yang sudah dipulangkan dan disampaikan ke kami. Ini (ponsel) masih utuh sewaktu kawannya mengantarkan ke KBRI, Korea. Saya kecewa, Pak Menteri," keluh Saut Simamora.
Ia menduga bahwa barang-barang milik anaknya sudah diacak-acak. Jika benar terbukti, Saut akan melaporkan kasus ini ke Komnas HAM hingga Ombudsman.
"Ini diacak-acak tas anak saya yang sudah meninggal. HP anak saya hilang 2. Saya sangat kecewa. Ini packing-an dari sana, dari kawannya. Tadi (koper) sudah terbongkar," lanjutnya.
2. Reza meninggal diduga akibat kecelakaan kerja di kapal Korea Selatan

Reza Valentino Simamora merupakan pekerja migran program Government to Government (G to G) yang meninggal di kapal Korea Selatan, September 2025 lalu. Jasad pria berusia 21 tahun itu sudah dibawa pulang dan dikuburkan.
"Anak saya ini berangkatnya pada Maret tahun 2025. Dia berangkat resmi melalui program G To G yang dinaungi KP2MI. Sebelum anak saya ini berangkat ke Korea, dia harus pandai berbahasa Korea. Dia berbahasa Korea-nya itu di LPK SKM yang berada di Karanganyar. Sebelum jadi Pekerja Migran Indonesia di bagian perikanan, dia melewati berbagai tahap dan selesai semua. Barulah berangkat dia bekerja di kapal penangkap ikan Garamho yang berada di Korea Selatan," kata ibu kandung Reza, Tetty Napitupulu.
Setengah tahun bekerja, kabar mengejutkan tiba-tiba datang. Tetty ditelepon oleh teman-teman Reza sesama Anak Buah Kapal (ABK) bahwa anaknya itu meninggal dunia.
"Pihak KBRI tak langsung menelepon kita. Yang mengabari pertama adalah teman kerjanya. Teman-temannya bilang anak saya alami kecelakaan kerja. Terputus lah tali sling kapal lalu anak saya ini jatuh ke laut. Jadi, sampai beberapa hari anak saya ini belum ditemukan. 4 hari berikutnya baru jasadnya ketemu," beber Tetty.
3. Akui kondisi koper sudah terbuka saat diterima keluarga, KP3MI bantu urus masalah ini ke pusat

Riansah Manalu selaku Staf Penelaah BP3MI Sumut angkat bicara. Ia bersama rekannya mengantar langsung barang milik almarhum Reza di kediamannya yang berada di Medan Amplas.
"Kalau info yang kami dapat, ini kan barang kemarin sampai ke kami, baru kotak yang tiba di kantor. Baru hari ini kita kirimkan ada janji dengan pihak keluarga, terus juga barang ini dikirim dari Korea ke Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Nah, jadi yang dari pihak pengiriman Koreanya kita terima kondisi tadi boks yang sudah kita lihat seperti itu, dan sama-sama tadi kita buka juga," kata Riansah.
Menanggapi klaim keluarga soal barang almarhum Reza yang hilang, KP3MI berjanji akan mengurusnya. Riansah akan menanyakan kembali kepada pihak kargo yang mengurus barang-barang kiriman serta KBRI.
"Tadi kita sama-sama buka juga bersama dengan pihak keluarga. Kalau untuk koper memang ada posisi terbuka, ya, tadi kita lihat juga. Nah, kalau memang ada barang yang tidak ada di koper itu, nanti kita bisa tanyakan juga ke pihak kargo dan KBRI. Kita juga bantu untuk telusuri ke pihak kargo dan pihak KBRI terkait dengan barang-barang kemarin isinya apa saja. Ataupun nanti dari kita minta bantuan dari teman-teman KP2MI Pusat," pungkasnya.



















