Sumatra Gelap, Curhat UMKM di Medan Merugi Kehilangan Omzet

- Pemadaman listrik massal di Sumatra membuat sejumlah UMKM di Medan, termasuk warung kopi milik Putra, mengalami kerugian hingga jutaan rupiah karena operasional terhenti total.
- Selain pemilik warkop, penjual makanan yang berjualan di lokasi sama juga terdampak, kehilangan pendapatan pada malam Minggu yang biasanya ramai pengunjung.
- PLN menjelaskan gangguan disebabkan kerusakan transmisi 275 kV akibat cuaca ekstrem dan tengah melakukan pemulihan bertahap di wilayah Aceh hingga Sumatra Barat.
“Gawat ini bang kalau belum hidup juga sampai sore ini,” ujar Putra kepada IDN Times, Sabtu (23/5/2026).
Putra merupakan pemilik salah satu warung kopi (Warkop) di kawasan Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan. Warung kopinya terimbas pemadaman serentak yang terjadi pada Jumat petang.
Gerai yang tadinya sempat ramai, perlahan sepi. Pelanggannya pulang satu per satu. Lantaran, putra belum memiliki genset. Sehingga warung sederhana itu pun gelap.
“Kami kan juga baru beberapa bulan. Masih merintis. Belum bisa membeli genset,” kata Putra.
Pemadaman listrik memukul usahanya. Apa lagi, gerai yang masuk kategori Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) itu, masih dalam tahap rintisan bersama beberapa kolega.
1. Terpaksa kehilangan omzet karena pemadaman listrik

Petang kemarin, putra langsung lemas ketika mendengar, pemadaman terjadi di beberapa provinsi. Apa lagi dia mendapat kabar, pemulihannya akan berlangsung lama.
Sejak pagi, Putra sudah mencari genset bekas. Syukur-syukur bisa dibeli dengan harga lebih miring dengan yang baru.
“Belum juga dapat sekarang. Makanya bingung,” katanya.
Jika untuk membeli yang baru, Putra belum sanggup. Apa lagi dia yakin harganya pasti naik. Karena dia mendapat informasi, genset jadi barang buruan.
Lebih dari 16 jam listrik di Lokasi usahanya belum juga menyala. Meski di beberapa kecamatan lain sudah menyala bertahap.
Mau tidak mau, Putra harus menanggung rugi. Dalam perkiraannya, kerugian sudah mencapai Rp2 juta.
2. Penjual makanan di gerai Putra juga ikut terimbas

Imbas kerugian itu juga tidak hanya putra yang merasakan. Penyedia makanan di gerainya juga ikut kena.
“Kan di sini ada yang jual makanan juga. Mereka juga merugi. Apa lagi malam Minggu ini. Biasanya ramai. Kalau ini, kami hanya bisa pasrah. Apa lagi mau dibahas kalau mau begini. Menunggulah sampai listrik pulih,” tukasnya.
3. Sejumlah wilayah masih ‘gelap’

Putra berharap, pemadaman tidak berlangsung lama. Karena UMKM yang dikelolanya, menjadi tulang punggung penghidupannya.
Sementara itu, saat ini sejumlah wilayah juga dikabarkan masih ‘gelap’ di Kota Medan. Meski pun, sejumlah Kawasan sudah menyala, meski ada yang secara periodik.
Pemadaman listrik dari Aceh hingga Sumatra Barat diduga disebabkan oleh kerusakan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai, Jumat (22/6/2026). Kerusakan sendiri diklaim akibat cuaca ekstrem.
PLN mengklaim terus melakukan upaya pemulihan jaringan kelistrikan. PLN Unit Induk Daerah (UID) Sumatra Utara mengumumkan, Upaya pemulihan sudah dilakukan terhadap 173 penyulang dari total 540 penyulang yang terdampak.
Dalam keterangan teranyar, Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menyatakan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat. Utamanya di Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, dan Aceh.
Dia menyebut, cuaca menyebabkan gangguan pada system transmisi. Sehingga system transmisi ke luar dari sistem kelistrikan Sumatera.
“Dampaknya adalah adanya shock terhadap pembangkit-pembangkit kami. Ada sebagian wilayah di mana karena bebannya itu hilang maka terjadi oversupply. Frekuensi sistem kelistrikan di daerah tersebut naik dan tegangannya juga naik sehingga pembangkitnya langsung secara otomatis ke luar dari sistem atau kalau dalam istilahnya dari publik adalah pembangkitnya secara otomatis padam,” kata Darmawan dalam keterangan kepada awak media.
Kondisi lainnya terjadi pada sejumlah daerah yang mengalami penurunan voltase. Sehingga otomatis pembangkit juga ke luar dari system ketenagalistrikan dan kemudian padam.
“Kami menyampaikan kondisi ini ternyata berlaku domino sehingga terjadi gangguan sistem ketenang kelistrikan dari Jambi, Riau, Sumatera Utara sampai ke Aceh. Dan ini adalah gangguan kelistrikan yang cukup luas di wilayah Sumatra,” ungkapnya.
Saat ini, pemulihan diklaim terus dilakukan. Mulai dari sistem gardu induk hingga proses menyalakan kembali pembangkit yang ada. Estimasi pemulihan pada pembangkit mulai dari lima sampai 20 jam.
“Untuk itu seluruh tim kami kerahkan. Pembangkit-pembangkit yang bisa kami nyalakan dengan cepat, terutama pembangkit hidro dan pembangkit gas, dari tadi malam langsung satu persatu secara sistematis kita nyalakan,” pungkasnya.
















