Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jelang Idul Adha, Pemprov Sumut Pastikan Stok Hewan Kurban Aman

Jelang Idul Adha, Pemprov Sumut Pastikan Stok Hewan Kurban Aman
ilustrasi pakan yang segar untuk hewan kurban (vecteezy.com/NARONG KHUEANKAEW)
Intinya Sih
  • Pemprov Sumut memastikan stok 748 ribu ekor hewan kurban aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha, bahkan mampu memasok ke provinsi lain seperti Sumbar dan Riau.
  • Presiden RI menyalurkan 34 sapi kurban untuk Sumut, dengan bobot antara 800 kilogram hingga 1 ton, seluruhnya berasal dari peternak lokal yang kini fokus menyediakan sapi berukuran besar.
  • Pemerintah memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban serta mendorong penyembelihan higienis oleh juru sembelih bersertifikat di RPH demi menjamin hewan sehat, layak, dan sesuai syariat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Medan, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah dalam kondisi aman. Selain stok yang dinilai mencukupi, distribusi ternak dan pengawasan kesehatan hewan juga terus diperketat untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Yusfahri Perangin-Angin mengatakan Sumut saat ini memiliki stok hewan kurban yang jauh di atas kebutuhan Idul Adha tahun ini.

1. Sumut punya stok 748 ribu ekor hewan kurban

ilustrasi kurban atau sacrifice (freepik.com/wirestock)
ilustrasi kurban atau sacrifice (freepik.com/wirestock)

Pernyataan itu disampaikan Yusfahri dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu (20/5/2026).

“Stok daging kita saat ini ada sebanyak 748.000 ekor yang sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha yang berkisar 2.500 hingga 5.000 ekor,” ujar Yusfahri Perangin-Angin.

Selain memenuhi kebutuhan daerah sendiri, Sumatera Utara juga disebut menjadi pemasok hewan kurban ke sejumlah provinsi lain seperti Sumatera Barat dan Riau.

2. Presiden salurkan 34 sapi kurban untuk Sumut

Ilustrasi sapi
Ilustrasi sapi (pexels.com/Alwi Hafizh Al Mumtaz)

Khusus Idul Adha tahun ini, Presiden RI turut menyalurkan bantuan masyarakat berupa 34 ekor sapi kurban untuk wilayah Sumatera Utara.

Sebanyak 33 ekor sapi akan disalurkan ke masing-masing kabupaten/kota, sedangkan satu ekor lainnya diperuntukkan bagi Pemprov Sumut. Menurut Yusfahri, sapi bantuan tersebut memiliki bobot besar, mulai 800 kilogram hingga 1 ton.

“Bobot sapi ini sangat besar berkisar 800 kilogram hingga ada yang 1 ton dan keseluruhan sapi program bantuan masyarakat ini asli dari peternak kita di Sumut,” katanya.

Ia menjelaskan, peternak di Sumut dalam dua tahun terakhir mulai meningkatkan penyediaan sapi kurban berukuran besar. Meski begitu, distribusi antarwilayah masih dilakukan dengan pola subsidi silang.

“Selama dua tahun ini petani kita memang sudah memacu ketersediaan sapi kurban yang berukuran besar, tapi memang sifatnya hingga saat ini masih subsidi silang, seperti Nias, Tapanuli dan Sibolga masih kita suplai dari Simalungun, Langkat juga Binjai,” terangnya.

3. Pengawasan kesehatan hewan kurban diperketat

sapi
ilustrasi sapi (pexels.com/Bemnet mesfin)

Selain memastikan ketersediaan stok, Pemprov Sumut juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha.

Hewan kurban harus dipastikan sehat, bebas penyakit, tidak cacat, dan memenuhi syarat usia sesuai ketentuan. Pemerintah juga mendorong proses penyembelihan dilakukan secara higienis oleh juru sembelih bersertifikat.

“Pemotongan hewan juga seharusnya mengikuti kaidah, sebaiknya dilakukan oleh juru sembelih yang bersertifikat, makanya kita sarankan penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH),” ujar Yusfahri Perangin-Angin.

Meski penyembelihan hewan kurban umumnya dilakukan di masjid maupun tanah lapang, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut telah mengeluarkan surat edaran ke seluruh kabupaten/kota untuk menyosialisasikan standar penyembelihan hewan kurban.

“Kami akan tetap terus melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban serta pemantauan penyembelihan hewan kurban. Kita akan berupaya agar hewan yang dikurbankan memenuhi standar higienis, bersih dan halal,” pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More