Medan, IDN Times – Sebutkan satu nama kucing liar asli hutan Sumatra. Hampir pasti, jawaban yang muncul di kepala mayoritas anak muda adalah Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae).
Padahal, merujuk laporan Revised Taxonomy of the Felidae oleh IUCN/SSC Cat Specialist Group (Kitchener et al., 2017), hutan hujan pulau ini merupakan rumah bagi enam spesies kucing liar sekaligus. Mulai dari Harimau Sumatra, Macan Dahan Sunda, Kucing Emas Asia, Kucing Batu, Kucing Congkok, hingga Kucing Kepala Datar.
Sayangnya, lima nama terakhir hidup dalam bayang-bayang. Tanpa panggung, tanpa sorotan. Salah satunya adalah Kucing Emas Asia (Catopuma temminckii), pemburu darat paling tangguh urutan kedua setelah harimau.
Masyarakat lokal kerap memberinya julukan "Harimau Kijang" atau "Kucing Tulap". Namun hari ini, sang pangeran rimba sedang terdesak di rumahnya sendiri. Mengapa satwa eksotis ini terancam hilang tanpa kita sadari?
